- Spanyol melaju ke perempat final Piala Dunia 2026 setelah menaklukkan Portugal 1-0 di Dallas Stadium.
- Lini pertahanan Spanyol tampil impresif dengan mencatatkan lima rekor nirbobol beruntun sepanjang turnamen tersebut berlangsung.
- Spanyol akan menghadapi Belgia di Los Angeles pada Sabtu, 11 Juli 2026 untuk memperebutkan tiket semifinal.
Suara.com - Bintang Timnas Spanyol, Marc Cucurella, menegaskan bahwa timnya memiliki modal kuat untuk meraih gelar juara Piala Dunia 2026.
Keyakinan itu didasari catatan impresif La Furia Roja yang menjadi satu-satunya tim yang belum kebobolan hingga babak perempat final.
Spanyol memastikan tiket ke delapan besar setelah menaklukkan Portugal 1-0 berkat gol dramatis Mikel Merino pada menit-menit akhir.
Kemenangan di Dallas Stadium itu sekaligus memperpanjang rekor clean sheet Spanyol menjadi lima pertandingan beruntun sepanjang turnamen.
![Luis de la Fuente memuji kekuatan bangku cadangan Spanyol usai menang 1-0 atas Portugal di 16 besar Piala Dunia 2026. Mikel Merino jadi pahlawan kemenangan. [FIFA]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/07/07/78781-mikel-merino-timnas-spanyol.jpg)
Cucurella menilai pertahanan yang kokoh merupakan fondasi utama bagi tim yang ingin menjadi juara dunia.
"Tim-tim besar dan calon juara adalah mereka yang bertahan dengan sangat baik. Itulah yang sedang kami bangun," ujar Marc Cucurella, dikutip dari laman resmi FIFA.
Kolektivitas Jadi Kunci Pertahanan Spanyol
Bek kiri berusia 28 tahun itu menegaskan keberhasilan menjaga gawang tetap nirbobol bukan hanya hasil kerja lini belakang, melainkan seluruh tim.
Menurut Cucurella, sistem pressing yang disiplin, kemampuan menutup jalur umpan, dan komunikasi antarpemain menjadi kunci kokohnya pertahanan Spanyol.
"Bukan hanya bek dan penjaga gawang, tetapi seluruh tim: bagaimana kami menekan, menutup jalur umpan, dan berkomunikasi," tambahnya.
Cucurella sendiri selalu menjadi starter dalam lima pertandingan Spanyol di Piala Dunia 2026.
Tak hanya solid saat bertahan, pemain Chelsea tersebut juga tampil produktif dengan mencatatkan tiga assist sejauh turnamen berlangsung.
Statistik itu menunjukkan keseimbangan permainan Spanyol, yang mampu tampil disiplin di lini belakang sekaligus efektif saat menyerang.
Hingga kini, hanya Tanjung Verde yang mampu menahan Spanyol tanpa gol saat kedua tim bermain imbang pada laga pembuka fase grup.
"Jika kami terus mencatat clean sheet, kami akan selalu lebih dekat dengan kemenangan," tegas Cucurella.
Siap Hadapi Tantangan Belgia
Keberhasilan menembus perempat final menjadi pencapaian penting bagi Spanyol setelah terakhir kali mencapai fase tersebut pada Piala Dunia 2010.
Dalam beberapa edisi sebelumnya, La Furia Roja selalu gagal melangkah jauh setelah tersingkir di fase grup pada 2014 serta terhenti di babak 16 besar pada 2018 dan 2022.
Gelandang Rodri menilai kebangkitan Spanyol kali ini tidak lepas dari kematangan mental para pemain.
"Saya rasa kedewasaan yang ditunjukkan tim hari ini benar-benar luar biasa," kata Rodri.
Ia menambahkan bahwa Spanyol mampu menjaga kesabaran hingga akhirnya menemukan celah untuk mencetak gol.
"Kami terus menguras energi lawan sampai akhirnya menemukan celah. Memang peluang kami tidak banyak, tetapi kami berhasil memanfaatkannya," lanjut Rodri.
Pada babak perempat final, Spanyol akan menghadapi Belgia yang melaju usai mengalahkan tuan rumah Amerika Serikat dengan skor 4-1.
Laga tersebut dijadwalkan berlangsung di Los Angeles pada Sabtu (11/7) pukul 02.00 WIB.
Spanyol berharap mampu mempertahankan rekor nirbobol mereka demi menjaga peluang meraih gelar juara Piala Dunia 2026.
