- Timnas Swiss melaju ke perempat final Piala Dunia 2026 setelah menyingkirkan Kolombia lewat adu penalti di Stadion BC Place.
- Bek Manuel Akanji menegaskan kesiapan skuad Swiss menghadapi tantangan berat melawan juara bertahan Argentina pada babak delapan besar.
- Akanji mengakui kegagalan penaltinya saat melawan Kolombia menjadi pelajaran berharga untuk meningkatkan mentalitas tim menghadapi laga krusial mendatang.
Suara.com - Bek andalan Timnas Swiss, Manuel Akanji, menegaskan bahwa timnya siap menghadapi juara bertahan Argentina pada babak perempat final Piala Dunia 2026.
Swiss melangkah ke delapan besar setelah melewati duel sengit dan penuh drama melawan Kolombia pada babak 16 besar.
Akanji menyadari menghadapi tim bertabur bintang seperti Argentina akan menjadi ujian terbesar bagi lini pertahanan dan mentalitas Die Nati.
“Bermain melawan juara bertahan Argentina, saya pikir tidak ada tantangan yang lebih besar,” ujar Manuel Akanji, dikutip dari Antara.
Menurut bek yang kini membela Inter Milan tersebut, tingkat kesulitan akan terus meningkat di setiap fase gugur.
“Setiap babak berikutnya semakin sulit, tetapi saya pikir kami siap menghadapi tantangan itu,” tambah Akanji.
Belajar dari Kegagalan Penalti
![Swiss melaju ke babak 16 besar Piala Dunia 2026 usai mengalahkan Aljazair 2-0. Gol Breel Embolo dan Dan Ndoye memastikan kemenangan di Vancouver. [Dok. swissnatimen]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/07/03/42279-swiss-melaju-ke-babak-16-besar-piala-dunia-2026.jpg)
Swiss memastikan tiket ke perempat final setelah bermain imbang tanpa gol melawan Kolombia selama 120 menit di Stadion BC Place.
Die Nati akhirnya menang 4-3 melalui adu penalti.
Menariknya, Akanji menjadi satu-satunya eksekutor Swiss yang gagal menjalankan tugasnya setelah tendangannya mampu ditepis kiper Kolombia.
Ia mengakui keraguan yang muncul sesaat sebelum menendang menjadi penyebab kegagalannya.
“Saya mengubah keputusan di detik terakhir. Saya sebenarnya ingin menendang ke kiri atas,” ungkap Akanji.
Meski kecewa, ia memuji rekan-rekannya yang tetap tenang saat menjalani adu penalti.
“Itu adalah penalti yang sulit bagi saya. Saya memberikan pujian kepada pemain lainnya karena mereka mampu melakukan tugas mereka dengan sangat baik,” tuturnya.
Optimistis Bisa Merepotkan Argentina
Akanji mengatakan Swiss telah mempersiapkan diri menghadapi segala kemungkinan, termasuk skenario adu penalti.
“Kami melihat beberapa video tentang penalti. Adu penalti sangat berkaitan dengan mental. Saya pikir semua pemain di tim kami mampu mengambil penalti,” jelasnya.
Selain itu, ia menyoroti atmosfer pertandingan yang dipenuhi suporter Kolombia sehingga menjadi ujian mental tersendiri.
“Banyak suporter Kolombia berada di stadion. Itu bukan situasi yang mudah, berbeda rasanya ketika Anda berdiri di titik penalti setelah bermain selama 120 menit,” kata Akanji.
Kini fokus Swiss sepenuhnya tertuju pada laga melawan Argentina yang dipimpin Lionel Messi.
Meski Albiceleste lebih diunggulkan, Akanji yakin Swiss mampu memberikan perlawanan sengit.
“Kami percaya bisa menghadapi setiap lawan dan membuat pertandingan menjadi sangat sulit bagi mereka,” tegasnya.
Pertandingan perempat final antara Swiss dan Argentina diprediksi menjadi salah satu duel paling menarik di Piala Dunia 2026.
“Kami tahu pertandingan melawan Argentina akan sulit, tetapi kami akan memberikan yang terbaik,” pungkas Akanji.
