- Timnas Inggris akan menghadapi Norwegia dalam laga perempat final Piala Dunia 2026 di Miami pada Sabtu, 11 Juli.
- Gelandang Morgan Rogers menekankan strategi memutus aliran bola untuk meredam ketajaman Erling Haaland dan kreativitas Martin Odegaard.
- Kembalinya Jordan Henderson menjadi suntikan moral bagi skuad Inggris yang tengah fokus menyiapkan fisik untuk laga krusial tersebut.
Suara.com - Satu sosok predator paling ditakuti di dunia sepak bola saat ini berdiri di antara Timnas Inggris dan tiket semifinal Piala Dunia 2026.
Erling Haaland, mesin gol Norwegia yang telah meneror barisan pertahanan Liga Inggris dalam beberapa tahun terakhir, menjadi ancaman terbesar bagi skuad asuhan Thomas Tuchel.
Menjelang duel perempat final yang akan berlangsung di Miami pada Sabtu (11/7/2026), gelandang Inggris Morgan Rogers meminta rekan-rekan setimnya untuk tidak memberikan ruang sedikit pun kepada sang striker.
Haaland telah mengoleksi tujuh gol sepanjang turnamen, statistik yang menunjukkan ketajamannya sebagai ujung tombak Norwegia.
Rogers menyadari membiarkan bola mengalir dengan mudah ke kaki penyerang Manchester City itu bisa berakibat fatal bagi peluang Inggris melangkah ke semifinal.
Kunci Inggris: Putus Jalur Umpan ke Haaland
![Kolase foto Jude Bellingham dan Morgan Rogers [Suara.com/AI]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/06/04/23714-kolase-foto-jude-bellingham-dan-morgan-rogers.jpg)
Ketika ditanya mengenai cara menghentikan Haaland, Morgan Rogers merespons dengan nada santai namun penuh rasa hormat.
"Apakah ada orang yang pernah benar-benar menghentikan Erling Haaland? Saya tidak yakin ada, tapi kami akan mencobanya," ujar Morgan Rogers dikutip dari Reuters, Kamis (9/7/2026).
Menurut Rogers, kualitas individu Haaland terlalu berbahaya jika hanya dihadapi dengan penjagaan satu lawan satu.
Karena itu, Inggris harus memutus aliran bola sejak dari lini tengah agar Haaland tidak memperoleh banyak peluang di kotak penalti.
"Dia adalah pemain yang luar biasa. Anda tahu seberapa bagus dia sehingga kami mungkin harus mencoba menghentikan bagaimana bola mengalir kepadanya," lanjut Rogers.
Waspadai Duet Haaland dan Odegaard
Inggris sedikit diuntungkan karena sebagian besar pemainnya sudah sering menghadapi Haaland di kompetisi Premier League.
Rogers sendiri memiliki catatan positif bersama Aston Villa yang mampu membuat Haaland gagal mencetak gol dalam empat laga terakhir di Villa Park.
Meski begitu, ia menilai keberhasilan tersebut juga dipengaruhi faktor keberuntungan.
Rogers mengingatkan bahwa ancaman Norwegia tidak hanya datang dari Haaland, tetapi juga kapten Arsenal, Martin Odegaard.
Kolaborasi kreativitas Odegaard dan naluri mencetak gol Haaland menjadi salah satu kombinasi paling berbahaya di Piala Dunia 2026.
Henderson Kembali, Wonderwall Jadi Penyemangat
Kondisi fisik skuad Inggris masih dalam tahap pemulihan setelah melewati laga berat melawan Meksiko di babak 16 besar.
Kemenangan dramatis tersebut membuat para pemain menguras banyak tenaga sebelum kembali ke kamp latihan di Kansas City.
"Pesan hari ini dalam sesi latihan pertama kami adalah kami harus berjuang lagi, kami harus mendapatkan lebih banyak, dan kami masih bisa berkembang," kata Rogers.
Kabar baik datang dari Jordan Henderson yang sudah kembali bergabung dengan tim setelah menjalani operasi pada cedera lengannya.
Menurut Rogers, kehadiran gelandang senior itu memberikan suntikan moral yang besar bagi skuad Inggris.
"Melihatnya pagi ini tersenyum dan tetap bahagia adalah hal yang menyenangkan bagi kami. Dia adalah detak jantung dari grup ini," ujarnya.
Di luar lapangan, para suporter Inggris juga menciptakan tradisi baru dengan menyanyikan lagu "Wonderwall" milik Oasis setiap kali tim meraih kemenangan.
Rogers pun berkelakar bahwa setiap warga Inggris seharusnya hafal lagu tersebut.
"Jangan anggap diri Anda orang Inggris jika tidak tahu liriknya. Jika belum hafal, sebaiknya Anda mempelajarinya dengan cepat," pungkas Rogers sambil tertawa.
