- Inggris mencetak gol penyeimbang 1-1 melalui Jude Bellingham saat melawan Norwegia di perempat final Piala Dunia 2026.
- Gol tersebut memicu protes karena adanya dugaan bola sempat menyentuh kabel kamera di atas lapangan pertandingan.
- FIFA mengklarifikasi melalui data sensor bola bahwa tidak terjadi benturan antara bola dengan kabel kamera tersebut.
Suara.com - Laga perempat final Piala Dunia 2026 antara Inggris dan Norwegia diwarnai kontroversi tak biasa.
Gol penyeimbang Jude Bellingham memicu polemik setelah muncul dugaan bola sempat mengenai kabel kamera sebelum tercipta gol.
Insiden terjadi di penghujung babak pertama saat Norwegia unggul lebih dulu lewat Andreas Schjelderup.
Dalam situasi serangan Inggris, bola hasil sapuan kiper orjan Nyland terlihat berubah arah secara mencurigakan di udara.
Sejumlah pihak di stadion meyakini bola menyentuh kabel penyangga kamera.
Jika terbukti, situasi tersebut seharusnya dihentikan dan dilanjutkan dengan drop ball sesuai regulasi.
![Kemenangan Inggris! Piala Dunia 2026 Resmi Cetak Rekor 14 Laga Comeback [Instagram]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/07/12/56743-jude-bellingham.jpg)
Bola kemudian jatuh ke kaki Elliott Anderson yang melanjutkan serangan cepat.
Anthony Gordon memberi umpan kepada Jude Bellingham yang sukses menuntaskan peluang menjadi gol penyeimbang 1-1.
Protes langsung dilayangkan pelatih Norwegia, Stale Solbakken, kepada wasit Clément Turpin.
Namun, keputusan tetap tidak berubah dan gol dinyatakan sah.
Mantan wasit Spanyol, Eduardo Iturralde González, menjelaskan bahwa VAR tidak dapat turun tangan dalam kasus tersebut.
“Situasi ini tidak termasuk dalam kategori yang bisa ditinjau VAR,” ujarnya kepada Cadena Ser.
Pernyataan itu menyoroti adanya celah aturan dalam menghadapi kejadian langka seperti ini.
Pasalnya, insiden yang melibatkan faktor eksternal seperti kabel stadion jarang terjadi di level tertinggi.
Menanggapi polemik yang berkembang, FIFA bergerak cepat memberikan klarifikasi.
Badan sepak bola dunia itu merilis data sensor pada bola yang dilengkapi mikrofon.
Hasilnya menunjukkan tidak ada indikasi benturan dengan benda lain setelah bola ditendang kiper.
Gelombang suara hanya terdeteksi saat kontak awal, dan tetap datar selama bola melayang di udara.
