- Dua mahasiswa Indonesia terpilih menjadi delegasi internasional dalam program sepak bola untuk kesehatan mental di Markas PBB, New York.
- Delegasi dari Liga Universitas Coca-Cola tersebut akan memperkenalkan pendekatan Football for Mental Health pada 17 Juli 2026 mendatang.
- Program ini bertujuan memanfaatkan sepak bola sebagai sarana membangun kepemimpinan, kesehatan mental, dan perdamaian bagi generasi muda dunia.
Suara.com - Sepak bola kembali menunjukkan perannya di luar lapangan. Dua mahasiswa Indonesia terpilih menjadi delegasi dalam program internasional 'One World, One Game, One Goal: Football for Youth Mental Health & Well-being' yang digelar di United Nations Headquarters (UNHQ), New York, Amerika Serikat.
Keduanya merupakan mahasiswa yang berasal dari ekosistem Liga Universitas Coca-Cola. Mereka adalah Elang Cikal Brajananta dari STKIP Pasundan dan M. Elyas Aryo Saputro dari Institut Teknologi Bandung (ITB).
Kehadiran mereka di forum internasional tersebut menjadi bagian dari upaya memperkenalkan peran sepak bola dalam mendukung kesehatan mental, kesejahteraan, perdamaian, serta kepemimpinan generasi muda.
Dalam forum tersebut, delegasi Indonesia akan memperkenalkan pendekatan Football for Mental Health yang diterapkan melalui Liga Universitas Coca-Cola. Agenda utama delegasi Indonesia dijadwalkan berlangsung pada 17 Juli 2026.
Keduanya berangkat dari Jakarta menuju New York pada 14 Juli 2026 dan dijadwalkan kembali ke Indonesia pada 19 Juli mendatang.
Perjalanan delegasi Indonesia ke Amerika Serikat turut mendapat dukungan Qatar Airways sebagai Official Airline Partner. Dukungan tersebut menjadi bagian dari kolaborasi untuk membawa pesan bahwa olahraga, khususnya sepak bola, dapat menjadi sarana untuk mendorong kesehatan mental dan pengembangan generasi muda.
Pemilihan Elang dan Elyas dilakukan melalui proses merit-based selection yang melibatkan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendikti Saintek), Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu), United Nations Resident Coordinator Office (UNRCO) Indonesia, serta penyelenggara Liga Universitas Coca-Cola.
Proses seleksi mempertimbangkan sejumlah aspek, mulai dari rekam jejak kepemimpinan, kontribusi terhadap olahraga dan kepemudaan, kemampuan komunikasi, hingga kesiapan untuk membawa nama Indonesia dalam forum internasional.
Program tersebut mendorong pemanfaatan sepak bola sebagai instrumen untuk membangun kepemimpinan, memperkuat kesehatan mental, menciptakan lingkungan yang inklusif, serta mempererat hubungan antar pemuda dari berbagai latar belakang.
Elang merupakan kapten tim STKIP Pasundan di Liga Universitas Coca-Cola 2026. Ia telah menekuni sepak bola kompetitif selama lebih dari 13 tahun.
Pengalaman memimpin di dalam dan luar lapangan, konsistensi dalam pengembangan olahraga, serta kepeduliannya terhadap pemberdayaan pemuda menjadi sejumlah alasan yang membuatnya dipercaya menjadi salah satu delegasi Indonesia.
Sementara itu, Elyas merupakan Presiden PS ITB. Ia memimpin organisasi sepak bola mahasiswa yang memiliki lebih dari 150 anggota.
Pengalamannya dalam membangun komunitas olahraga di lingkungan kampus, menginisiasi berbagai program pengembangan mahasiswa, serta membangun kolaborasi di lingkungan perguruan tinggi menjadi modal penting dalam perannya sebagai delegasi Indonesia.
Keberangkatan dua mahasiswa tersebut menunjukkan bahwa kompetisi sepak bola antarmahasiswa dapat membuka peluang lebih luas bagi generasi muda. Pengalaman di lapangan dapat berkembang menjadi kesempatan untuk terlibat dalam isu-isu global, termasuk kesehatan mental, kepemudaan, pendidikan, dan perdamaian.
Direktur Garuda Gemah Nusantara, Rizky Aidi, mengatakan keberangkatan delegasi ini merupakan momentum penting yang menunjukkan bahwa sepak bola mampu melahirkan pemimpin muda Indonesia yang siap berkontribusi di tingkat internasional.
"Kami sangat bangga dapat memberangkatkan delegasi muda terbaik ke New York untuk berpartisipasi dalam UN Youth Programme bertema One World, One Game, One Goal," kata Rizky dalam keterangannya.
"Melalui Liga Universitas Coca-Cola, kami berkomitmen menyediakan platform aktivitas mahasiswa yang tahun ini menyuarakan kampanye Play for Peace sekaligus mengawal isu kesehatan mental generasi muda (youth mental health)."
"Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas dukungan seluruh pihak, khususnya Qatar Airways sebagai Official Airline Partner yang telah mewujudkan perjalanan bermakna ini. Semoga kolaborasi ini dapat menginspirasi para pemuda untuk membawa perubahan positif di kancah internasional,” jelasnya.
Bagi Elang, kesempatan tersebut menjadi pengalaman penting sekaligus tanggung jawab besar karena harus membawa nama Indonesia di forum dunia.
"Terpilih sebagai delegasi melalui Liga Universitas Coca-Cola untuk mewakili Indonesia di program One World, One Game, One Goal: Football for Youth Mental Health di New York merupakan sebuah kehormatan sekaligus tanggung jawab besar bagi saya."
"Kesempatan ini bukan hanya menjadi pencapaian pribadi, tetapi juga membuktikan bahwa olahraga dapat membuka pintu menuju pengalaman dan kolaborasi di tingkat internasional. Saya sangat bersyukur dapat membawa nama Indonesia dalam forum global, bertemu dengan pemuda dari berbagai negara, serta saling bertukar perspektif mengenai kepemimpinan, olahraga, dan pemberdayaan generasi muda,” ucap Elang.
Elang berharap pengalaman yang didapat selama berada di New York dapat memberikan dampak lebih luas setelah ia kembali ke Indonesia.
Ia juga ingin kisah tersebut menjadi dorongan bagi anak muda lainnya untuk terus mengembangkan diri dan memanfaatkan olahraga sebagai jalan menuju berbagai kesempatan.
“Saya juga berharap ilmu, pengalaman, dan jaringan yang saya peroleh di New York dapat saya bawa pulang untuk memberikan kontribusi nyata bagi perkembangan olahraga dan kepemudaan di Indonesia,” pungkasnya
