- Didier Deschamps mengakui Prancis maupun Inggris sama-sama tidak ingin memainkan laga perebutan tempat ketiga, tetapi tetap menuntut anak asuhnya tampil profesional demi meraih medali perunggu.
- Ibrahima Konate menegaskan seluruh pemain Les Bleus bertekad memenangkan pertandingan sebagai kado perpisahan untuk Didier Deschamps yang akan menjalani laga terakhirnya sebagai pelatih Timnas Prancis.
- Kylian Mbappe masih berpeluang tampil dan melanjutkan persaingan dengan Lionel Messi dalam perebutan Sepatu Emas Piala Dunia 2026, meski statusnya sebagai starter belum dipastikan.
Suara.com - Pertandingan perebutan tempat ketiga Piala Dunia 2026 antara Timnas Prancis melawan Timnas Inggris di Miami akan menjadi laga terakhir Didier Deschamps sebagai pelatih Les Bleus.
Meski seluruh anggota tim kecewa gagal melaju ke final, Deschamps meminta para pemain tetap tampil maksimal demi menutup turnamen dengan medali perunggu.
Pelatih berusia 57 tahun itu telah mengonfirmasi bahwa duel melawan Inggris menjadi pertandingan terakhirnya setelah menangani Timnas Prancis sejak 2012.
Akui Kedua Tim Sama-sama Enggan Bermain

Deschamps mengakui tidak ada pemain, baik dari Prancis maupun Inggris, yang benar-benar ingin memainkan laga perebutan tempat ketiga.
Namun, menurutnya, membela tim nasional tetap menjadi tanggung jawab yang harus dijalani dengan profesional.
"Saya memiliki tugas untuk pertandingan ini. Ini bukan laga persahabatan, ini adalah perebutan tempat ketiga," ujar Didier Deschamps kepada media di Miami.
"Para pemain, staf, dan saya memiliki tugas untuk mencapai tujuan terakhir ini."
Deschamps juga mengakui laga tersebut bukan pertandingan yang diinginkan kedua tim.
"Inggris tidak ingin memainkan pertandingan ini, dan kami juga tidak, tetapi di sinilah kami berada," tegas mantan kapten yang membawa Prancis menjuarai Piala Dunia 1998 itu.
Konate: Kami Ingin Menang untuk Deschamps

Deschamps berharap laga perpisahannya tidak diwarnai kesedihan berlebihan.
"Di dalam kepala saya, saya tahu bahwa ini adalah pertandingan terakhir saya. Saya tidak ingin ada orang yang menangis. Akhir sudah dekat, tetapi hidup terus berjalan," tuturnya.
Kekecewaan akibat kekalahan 0-2 dari Spanyol di semifinal kini diubah para pemain menjadi motivasi tambahan.
Bek Timnas Prancis, Ibrahima Konate, memastikan seluruh skuad siap memberikan kemenangan sebagai penghormatan terakhir kepada Deschamps.
"Tidak ada dari kami yang ingin bertanding untuk tempat ketiga ini, tetapi kami tidak punya pilihan," ujar Konate.
"Kami ingin membalas budi pelatih kami. Dia telah berbuat begitu banyak untuk tim nasional Prancis."
Konate menegaskan seluruh pemain akan berjuang membawa pulang medali perunggu.
"Kami harus melakukan semua yang kami bisa untuk memenangkan pertandingan ini demi mendapatkan medali perunggu."
Mbappe Masih Jadi Tanda Tanya
Deschamps dipastikan melakukan rotasi karena sejumlah pemain mengalami cedera dan kelelahan setelah menjalani turnamen yang panjang.
Sementara itu, status Kylian Mbappe sebagai starter masih belum dipastikan.
"Dia tersedia untuk dimainkan, hanya itu yang bisa saya katakan," ujar Deschamps saat ditanya mengenai kondisi sang kapten.
Mbappe saat ini mengoleksi delapan gol dan masih bersaing dengan Lionel Messi di puncak daftar pencetak gol terbanyak Piala Dunia 2026.
Penutup Era Didier Deschamps
Didier Deschamps menangani Timnas Prancis sejak 2012 dan mempersembahkan gelar Piala Dunia 2018 serta membawa Les Bleus menjadi finalis pada edisi 2022.
Perjalanan Prancis di Piala Dunia 2026 terhenti di semifinal setelah kalah 0-2 dari Spanyol, sekaligus menjadi kekalahan ketiga beruntun dari La Roja di fase gugur turnamen mayor.
Laga melawan Inggris di Miami pun menjadi penanda berakhirnya salah satu era paling sukses dalam sejarah Timnas Prancis di bawah kepemimpinan Didier Deschamps.
