Spanyol Punya Cara Sendiri Redam Lionel Messi, Luis de la Fuente Tolak Man-to-Man Marking

Arief Apriadi

Sabtu, 18 Juli 2026 | 20:50 WIB
Spanyol Punya Cara Sendiri Redam Lionel Messi, Luis de la Fuente Tolak Man-to-Man Marking
Spanyol Punya Cara Sendiri Redam Lionel Messi, Luis de la Fuente Tolak Man-to-Man Marking. [Dok. Opta]
baca 10 detik
  • Pelatih Luis de la Fuente tidak menerapkan pengawalan man-to-man terhadap Lionel Messi pada final Piala Dunia 2026 mendatang.
  • Strategi kolektif dipilih berdasarkan pengalaman masa lalu agar organisasi permainan Spanyol tetap seimbang menghadapi ancaman Lionel Messi.
  • Luis de la Fuente memastikan Lamine Yamal dalam kondisi bugar dan harus bermain tanpa bayang-bayang legenda Lionel Messi.

Suara.com - Pelatih Timnas Spanyol, Luis de la Fuente, memiliki cara tersendiri untuk meredam pergerakan megabintang Argentina, Lionel Messi, pada final Piala Dunia 2026.

Meski menyadari ancaman yang dimiliki Messi, De la Fuente memutuskan tidak menerapkan strategi pengawalan satu lawan satu (man-to-man marking).

Keputusan tersebut didasarkan pada pengalaman pahit yang pernah dialaminya saat masih menangani tim muda Sevilla ketika menghadapi Barcelona.

Belajar dari Pengalaman Menghadapi Messi

Pelatih Spanyol, Luis de la Fuente, mencatatkan rekor luar biasa dengan membawa timnya ke final Piala Dunia 2026 tanpa satu pun kekalahan. [Instagram]
Pelatih Spanyol, Luis de la Fuente, mencatatkan rekor luar biasa dengan membawa timnya ke final Piala Dunia 2026 tanpa satu pun kekalahan. [Instagram]

De la Fuente mengenang momen ketika pertama kali mendengar kehebatan seorang bocah bernama Lionel Messi.

Saat itu, timnya berhasil menahan Barcelona hingga menit ke-70 berkat pengawalan ketat terhadap Messi.

"Kami pergi ke Barcelona untuk melawan mereka di Piala Spanyol dan saya telah mendengar hal-hal hebat tentang seorang anak laki-laki bernama Messi," ujar De la Fuente.

"Jelas kami menempatkannya di bawah pengawalan man-to-man sejak awal. Dan pada menit ke-70, skornya 0-0."

Namun situasi berubah drastis setelah pemain yang bertugas menjaga Messi ditarik keluar karena menerima kartu.

baca juga

"Ketika pemain yang menjaganya mendapat kartu, saya menariknya keluar, dan dalam waktu 15 menit dia (Messi) telah mencetak empat gol."

Pilih Pendekatan Kolektif

Pengalaman tersebut membuat De la Fuente lebih memilih pendekatan kolektif untuk membatasi pergerakan Messi yang kini berusia 39 tahun.

Ia menegaskan tidak akan menugaskan satu pemain khusus untuk terus menempel kapten Argentina tersebut, tetapi seluruh tim harus selalu waspada terhadap setiap pergerakannya.

"Apa artinya ini? Bahwa kami akan menjaganya satu lawan satu? Tidak. Tapi bahwa kami akan mengawasinya dengan sangat ketat? Ya."

Menurutnya, strategi kolektif lebih efektif karena tidak akan mengorbankan keseimbangan organisasi permainan Spanyol.

De la Fuente juga memberikan pujian kepada Messi yang dinilainya sebagai teladan bagi para pesepak bola muda.

Lamine Yamal Diminta Jadi Diri Sendiri

Nama Lamine Yamal kerap dibandingkan dengan Lionel Messi. Namun, De la Fuente meminta publik tidak membebani pemain berusia 19 tahun itu dengan ekspektasi berlebihan.

Ia ingin Yamal berkembang dengan identitasnya sendiri, bukan hidup di bawah bayang-bayang Messi.

"Messi adalah satu-satunya. Dia adalah talenta yang luar biasa dan, yang terpenting, contoh bagi atlet yang lebih muda," tegas De la Fuente.

"Tetapi Lamine harus menjadi Lamine. Saya pikir cara terbaik membantu dirinya adalah mendukungnya agar tetap menjadi Lamine yang kita kenal."

Menurutnya, membiarkan Yamal bermain tanpa tekanan akan membuat potensi terbaiknya lebih mudah muncul di partai final.

Kondisi Lamine Yamal Dipastikan Fit

De la Fuente juga memastikan kondisi fisik Lamine Yamal tidak menjadi masalah menjelang laga melawan Argentina.

Sebelumnya, pemain Barcelona itu sempat absen latihan sebagai langkah pencegahan setelah mengalami benturan saat semifinal kontra Prancis.

"Dia mengalami benturan keras di paha. Dia dilanggar di kotak penalti beberapa hari lalu dan mengenai area yang sangat menyakitkan," kata De la Fuente.

Namun, sang pelatih memastikan kondisi Yamal sudah kembali normal.

"Hari ini dia juga telah mengikuti latihan bersama rekan-rekan setimnya seperti biasa."

Kehadiran Lamine Yamal diperkirakan menjadi salah satu senjata utama Spanyol untuk membongkar pertahanan Argentina pada final Piala Dunia 2026.

Duel Dua Filosofi Sepak Bola

Final Piala Dunia 2026 mempertemukan dua tim dengan filosofi permainan menyerang yang sama-sama kuat.

Luis de la Fuente berambisi membawa Spanyol kembali menjadi juara dunia untuk pertama kalinya sejak edisi 2010 di Afrika Selatan.

Di sisi lain, Argentina memburu sejarah dengan mempertahankan gelar juara dunia secara beruntun, pencapaian yang sangat langka dalam sepak bola modern.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Momen Slavko Vincic Menangis Haru usai Terpilih Jadi Wasit Final Piala Dunia 2026

Momen Slavko Vincic Menangis Haru usai Terpilih Jadi Wasit Final Piala Dunia 2026

Bola | Sabtu, 18 Juli 2026 | 10:45 WIB

Deschamps Tegaskan Prancis Tak Akan Main-main Hadapi Inggris di Perebutan Tempat Ketiga Piala Dunia

Deschamps Tegaskan Prancis Tak Akan Main-main Hadapi Inggris di Perebutan Tempat Ketiga Piala Dunia

Bola | Sabtu, 18 Juli 2026 | 09:15 WIB

Prediksi Lini dan Skor Prancis vs Inggris: Siapa Berhak di Posisi Ketiga?

Prediksi Lini dan Skor Prancis vs Inggris: Siapa Berhak di Posisi Ketiga?

Your Say | Sabtu, 18 Juli 2026 | 08:48 WIB

Nobar Piala Dunia 2026 BRI Berkesan: Hangat dan Penuh Kebersamaan, Dari Medan Sampai Jakarta

Nobar Piala Dunia 2026 BRI Berkesan: Hangat dan Penuh Kebersamaan, Dari Medan Sampai Jakarta

Bisnis | Sabtu, 18 Juli 2026 | 08:35 WIB

Psikologi Suporter: Mengapa Kita Membenci Tim Lawan Tanpa Alasan?

Psikologi Suporter: Mengapa Kita Membenci Tim Lawan Tanpa Alasan?

Your Say | Sabtu, 18 Juli 2026 | 06:15 WIB

Terkini

Mengapa Mesin Cuci Front Loading Jauh Lebih Hemat Air Dibandingkan Top Loading?

Mengapa Mesin Cuci Front Loading Jauh Lebih Hemat Air Dibandingkan Top Loading?

Lifestyle | Senin, 14 September 2026 | 12:15 WIB

Dorong Generasi Muda Jadi Pencipta Solusi, Gen Z Impact Fest 2026 Sukses Digelar di UGM

Dorong Generasi Muda Jadi Pencipta Solusi, Gen Z Impact Fest 2026 Sukses Digelar di UGM

News | Senin, 14 September 2026 | 12:13 WIB

Ketika Al-Qur'an Satukan Semua Golongan: Cerita Dibalik Megahnya MTQ Nasional di Jateng

Ketika Al-Qur'an Satukan Semua Golongan: Cerita Dibalik Megahnya MTQ Nasional di Jateng

Jawa Tengah | Senin, 14 September 2026 | 12:10 WIB

Wacana CFD 2 Hari Seminggu, Pramono Anung Mau Dengar Masukan Warga Dulu

Wacana CFD 2 Hari Seminggu, Pramono Anung Mau Dengar Masukan Warga Dulu

News | Senin, 14 September 2026 | 12:07 WIB

Korban Tenggelam di Sungai Lobang Simalungun Ditemukan Meninggal

Korban Tenggelam di Sungai Lobang Simalungun Ditemukan Meninggal

Sumut | Senin, 14 September 2026 | 12:03 WIB

Singapura Masih Tersiksa Asap Kebakaran Hutan Kalimantan, Kualitas Udara Masih Buruk

Singapura Masih Tersiksa Asap Kebakaran Hutan Kalimantan, Kualitas Udara Masih Buruk

News | Senin, 14 September 2026 | 12:02 WIB

7 Cara Hemat Listrik dengan Kulkas 2 Pintu, Tagihan Terkendali Meski Dipakai Setiap Hari

7 Cara Hemat Listrik dengan Kulkas 2 Pintu, Tagihan Terkendali Meski Dipakai Setiap Hari

Lifestyle | Senin, 14 September 2026 | 12:02 WIB

Kebakaran Landa Kebun Kelapa di Indragiri Hilir, Diduga Akibat Gambut Mengering

Kebakaran Landa Kebun Kelapa di Indragiri Hilir, Diduga Akibat Gambut Mengering

Riau | Senin, 14 September 2026 | 11:58 WIB

7 Pembersih Udara Terbaik untuk Alergi Debu, Efektif Saring Partikel Mikro Pakai HEPA Filter

7 Pembersih Udara Terbaik untuk Alergi Debu, Efektif Saring Partikel Mikro Pakai HEPA Filter

Lifestyle | Senin, 14 September 2026 | 11:56 WIB

Masa Lalu Biksu Mesum di Thailand Dibongkar Polisi: Pernah Menikah dan Jadi Dukun

Masa Lalu Biksu Mesum di Thailand Dibongkar Polisi: Pernah Menikah dan Jadi Dukun

Entertainment | Senin, 14 September 2026 | 11:54 WIB

×