- Timnas Prancis dan Inggris akan bertanding memperebutkan posisi ketiga Piala Dunia 2026 di kota Miami, Amerika Serikat.
- Pelatih Didier Deschamps menegaskan Prancis harus tetap berjuang meraih medali perunggu demi menghormati lambang negara nasional.
- Kylian Mbappe dipastikan fit untuk bertanding dalam laga tersebut guna bersaing merebut gelar pencetak gol terbanyak turnamen.
Suara.com - Pertandingan perebutan tempat ketiga Piala Dunia 2026 antara Timnas Prancis dan Timnas Inggris di Miami menjadi laga yang sebenarnya tidak diinginkan kedua tim.
Pelatih Timnas Prancis, Didier Deschamps, secara terbuka mengakui skuadnya maupun Inggris sama-sama enggan memainkan pertandingan tersebut setelah gagal melaju ke final.
Meski demikian, Deschamps menegaskan bahwa meraih medali perunggu tetap menjadi target yang harus diwujudkan demi menghormati lambang negara.
Kekalahan 0-2 dari Spanyol di semifinal membuat moral para pemain Les Bleus sempat terpukul. Namun, Deschamps meminta seluruh tim segera mengalihkan fokus ke laga kontra Inggris.
"Saya memiliki tugas untuk pertandingan ini, ini bukan laga persahabatan, ini adalah perebutan tempat ketiga," kata Didier Deschamps dalam konferensi pers di Miami.
"Inggris tidak ingin memainkan pertandingan ini, dan kami juga tidak, tetapi di sinilah kami berada."
"Kami harus mengarahkan pandangan kami pada tujuan untuk menjadi yang ketiga dan mewujudkan tujuan akhir ini," tegasnya.
Konate: Kami Tetap Ingin Membawa Pulang Medali Perunggu
![Timnas Prancis membawa catatan historis luar biasa jelang semifinal Piala Dunia 2026 melawan Spanyol [Istimewa]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/07/15/11341-prancis.jpg)
Deschamps menegaskan bahwa tanggung jawab membela Timnas Prancis harus mengalahkan rasa kecewa karena gagal mencapai final.
Pernyataan serupa disampaikan bek tengah Prancis, Ibrahima Konate, yang mengakui laga perebutan tempat ketiga bukan pertandingan yang diharapkan para pemain.
"Tidak ada dari kami yang ingin bertanding untuk tempat ketiga ini, tetapi kami tidak punya pilihan," ujar Konate.
Meski demikian, bek Liverpool itu menegaskan seluruh pemain ingin memberikan kemenangan sebagai penghormatan terakhir kepada Deschamps yang akan mengakhiri masa baktinya bersama Les Bleus.
"Kami ingin membalas budi pelatih kami. Dia telah berbuat begitu banyak untuk tim nasional Prancis," katanya.
Konate bahkan menyebut medali perunggu sebagai "medali cokelat", tetapi tetap menilai hasil tersebut penting untuk diperjuangkan.
"Kami harus melakukan semua yang kami bisa untuk memenangkan pertandingan ini demi mendapatkan medali perunggu," tegasnya.
Rotasi Skuad, Mbappe Siap Tampil
Prancis diperkirakan melakukan rotasi karena beberapa pemain mengalami cedera dan kelelahan setelah menjalani turnamen yang panjang.
Perhatian juga tertuju kepada Kylian Mbappe yang masih berpeluang merebut Golden Boot Piala Dunia 2026.
Deschamps belum memastikan apakah sang kapten akan tampil sebagai starter, tetapi memastikan kondisinya fit.
"Dia tersedia untuk dimainkan, hanya itu yang bisa saya katakan," ujar Deschamps.
Mbappe saat ini mengoleksi delapan gol dan masih bersaing dengan Lionel Messi dalam perebutan gelar pencetak gol terbanyak turnamen.
Prancis Gagal Wujudkan Mimpi ke Final
Prancis yang berstatus juara dunia 2018 dan runner-up 2022 sebelumnya difavoritkan melaju ke final untuk ketiga kalinya secara beruntun.
Namun, langkah Les Bleus terhenti setelah kalah 0-2 dari Spanyol di babak semifinal.
Kekalahan tersebut membuat Prancis harus menghadapi Inggris dalam perebutan tempat ketiga, setelah The Three Lions juga tersingkir secara dramatis oleh Argentina.
