- Asosiasi Sepak Bola Belgia resmi mengakhiri kontrak Rudi Garcia sebagai pelatih kepala setelah Piala Dunia 2026 berakhir.
- Keputusan ini diambil setelah Belgia gagal melaju melampaui babak perempat final pada turnamen yang digelar di Amerika Utara.
- Federasi kini mencari pelatih baru untuk melanjutkan proses transisi generasi emas yang dimulai Garcia selama delapan belas bulan.
Suara.com - Timnas Belgia kembali harus mencari nakhoda baru setelah Rudi Garcia dipastikan tidak melanjutkan masa baktinya usai Piala Dunia 2026.
Langkah ini menjadi bukti betapa sulitnya proses transisi generasi emas skuad berjuluk The Red Devils yang belum menemukan titik terang.
Kegagalan melangkah lebih jauh dari babak perempat final di turnamen yang digelar di Amerika Utara tersebut menjadi antiklimaks dari kerja sama yang baru berjalan sekitar 18 bulan.
Asosiasi Sepak Bola Belgia (RBFA) secara resmi mengumumkan berakhirnya era kepelatihan pria asal Prancis tersebut. Kontrak Garcia akan kedaluwarsa pada 31 Juli 2026.
Keputusan untuk tidak memperpanjang masa baktinya disebut sebagai kesepakatan bersama antara federasi dan sang pelatih demi kebaikan masa depan tim nasional.
Apresiasi Federasi untuk Rudi Garcia
![Belgia menang dramatis 3-2 atas Senegal di babak 32 besar Piala Dunia 2026. Penalti Youri Tielemans pada menit 120+5 memastikan De Rode Duivels lolos ke 16 besar. [Dok. FIFA]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/07/02/88073-belgia-menang-dramatis-3-2-atas-senegal-di-babak-32-besar-piala-dunia-2026-youri-tielemans.jpg)
Terlepas dari hasil yang dianggap kurang memuaskan di Piala Dunia 2026, RBFA tetap memberikan apresiasi tinggi atas jasa Garcia selama 18 bulan terakhir.
Di bawah arahannya, skuad Belgia sukses mengamankan posisi di kompetisi UEFA Nations League A sekaligus memastikan tiket ke putaran final Piala Dunia 2026.
"Kami mengucapkan terima kasih yang tulus kepada Rudi Garcia dan stafnya atas dedikasi, profesionalisme, dan komitmen mereka selama 18 bulan terakhir, serta mendoakan kesuksesan bagi mereka di masa mendatang."
Pernyataan resmi yang dirilis melalui laman FIFA tersebut seolah meredam spekulasi mengenai konflik internal yang sempat berembus seusai Belgia tersingkir dari Piala Dunia 2026.
Menanggapi pengumuman tersebut, Garcia juga menyampaikan pesan perpisahan secara profesional melalui unggahan di akun Instagram pribadinya.
Rudi Garcia Titip Pesan soal Transisi Generasi
Dalam pesannya, Garcia menegaskan bahwa memimpin salah satu tim terbaik di Eropa merupakan pengalaman yang sangat berharga dalam karier profesionalnya.
"Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada para pemain yang luar biasa, direktur olahraga Vincent Mannaert, serta para penggemar yang telah mendukung kami sepanjang Piala Dunia."
Ia juga secara khusus menyoroti pentingnya proyek transisi dari pemain veteran ke pemain muda yang selama ini menjadi salah satu pekerjaan rumah terbesarnya.
"Saya mendoakan yang terbaik bagi Belgia dalam melanjutkan transisi generasi yang telah saya mulai," tulis eks pelatih AS Roma tersebut.
Pernyataan ini menjadi tongkat estafet bagi pelatih selanjutnya yang harus memadukan sisa pemain senior dengan talenta-talenta muda yang minim pengalaman internasional.
Era Kepelatihan Rudi Garcia di Timnas Belgia
Rudi Garcia pertama kali ditunjuk sebagai pelatih Timnas Belgia pada 24 Januari 2025. Ia datang untuk mengisi kursi pelatih kepala yang sebelumnya ditinggalkan Domenico Tedesco.
Selama sekitar satu setengah tahun menangani The Red Devils, pelatih berpengalaman tersebut mendampingi Belgia dalam 12 pertandingan resmi di berbagai ajang.
Catatan statistik Garcia terbilang solid dengan tujuh kemenangan, empat hasil imbang, dan hanya satu kekalahan.
Namun, kegagalan Belgia melangkah lebih jauh dari perempat final Piala Dunia 2026 menjadi pertandingan terakhir Garcia bersama The Red Devils.
Kini, federasi harus kembali mencari sosok yang mampu melanjutkan proses regenerasi sekaligus membawa Belgia kembali bersaing di level tertinggi.
