- FIFA mengonfirmasi bahwa laporan kartu merah gelandang Argentina Leandro Paredes merupakan kesalahan teknis sistem informasi komentator.
- Jaksa disiplin FIFA menyelidiki kericuhan massal antar pemain setelah Spanyol mengalahkan Argentina dengan skor tipis.
- Spanyol sukses meraih gelar juara Piala Dunia kedua usai mengalahkan Argentina melalui gol tunggal Ferran Torres.
Suara.com - Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) membuat klarifikasi terkait laporan kartu merah gelandang Timnas Argentina, Leandro Paredes, usai kericuhan di Final Piala Dunia 2026.
Laporan awal yang menyebutkan sang pemain diusir wasit ternyata merupakan kesalahan teknis pada sistem informasi komentator resmi FIFA.
Fakta terbaru ini memastikan Leandro Paredes tidak menerima kartu merah secara langsung di lapangan, meski ia terekam terlibat dalam insiden dengan bek Timnas Spanyol, Eric Garcia, setelah peluit panjang berbunyi.
Miskomunikasi Sistem FIFA
![Pemain Timnas Indonesia merayakan gol Leandro Paredes ke gawang Timnas Indonesia pada laga FIFA Matchday di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Senin (19/6/2023) malam. [Suara.com/Dwi Bowo Raharjo]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2023/06/20/31750-pemain-timnas-argentina-merayakan-gol-leandro-paredes.jpg)
Pertandingan final yang dimenangi Spanyol tersebut memang berakhir dengan tensi panas di area lapangan.
Begitu laga usai, televisi menayangkan insiden saat Leandro Paredes terlibat kontak fisik dengan Eric Garcia hingga bek Spanyol tersebut terjatuh ke tanah.
Banyak pihak sempat meyakini wasit Slavko Vincic memberikan kartu merah kepada Paredes atas tindakan tersebut.
Namun, laporan BBC menyebutkan bahwa status kartu merah tersebut muncul akibat kesalahan input atau pelaporan pada sistem informasi FIFA.
"Kartu merah Paredes dihapus tak lama setelah itu," konfirmasi pihak FIFA kepada BBC Sport terkait ketiadaan tindakan indisipliner terhadap pemain tersebut saat itu.
Kronologi Kericuhan di Final Piala Dunia 2026
Pihak penyelenggara turnamen juga memastikan tidak ada hukuman langsung yang dijatuhkan kepada Paredes ketika insiden berlangsung.
Catatan resmi pertandingan kini hanya menampilkan satu kartu merah untuk Argentina yang diterima Enzo Fernandez setelah mengoleksi dua kartu kuning.
Kericuhan massal tersebut melibatkan pemain dari kedua tim, termasuk para pemain cadangan dan jajaran staf pelatih.
Menurut berbagai laporan, kekacauan bermula ketika bek Argentina, Nahuel Molina, terlihat mengayunkan pukulan ke arah kapten Spanyol, Rodri, saat perayaan kemenangan.
Rodri kemudian mengonfrontasi Molina, yang memancing Eric Garcia dan Borja Iglesias datang untuk membela kapten mereka.
