- Lionel Messi meminta rekan setimnya tetap tenang di ruang ganti sebelum Final Piala Dunia 2026 melawan Spanyol.
- Argentina kalah 0-1 dari Spanyol di Stadion MetLife, New York, pada Senin (20/7/2026) dan gagal juara.
- Skuad Argentina justru bermain keras di lapangan hingga berujung kartu merah dan insiden setelah pertandingan selesai.
Suara.com - Sebuah video rekaman amatir yang beredar di publik mengungkap suasana di ruang ganti Timnas Argentina sebelum kekalahan dari Timnas Spanyol pada Final Piala Dunia 2026.
Argentina gagal mempertahankan gelar Piala Dunia setelah takluk 0-1 dari La Furia Roja dalam pertandingan di MetLife Stadium, New York, Amerika Serikat, Senin (20/7/2026) WIB.
Lionel Messi selaku kapten tim ternyata sempat memberikan pesan khusus di ruang ganti. Ia meminta rekan-rekannya tetap tenang. Namun, pesan tersebut dinilai tidak tercermin dalam permainan Argentina di atas lapangan.
Fakta di lapangan menunjukkan bahwa Skuad Albiceleste justru tampil keras hingga berujung pada aksi memalukan Leandro Paredes yang terlibat insiden dengan pemain Spanyol, Gavi, seusai pertandingan.
Melansir laporan NDTV, publik sepak bola dunia dibuat penasaran dengan kondisi internal Argentina sebelum laga di Stadion MetLife tersebut.
Pasalnya, tim juara dunia 2022 itu menampilkan performa mengejutkan dengan gagal mencatatkan satu pun tembakan tepat sasaran ke gawang Spanyol selama waktu normal.
Instruksi Kapten yang Diabaikan?
![Kekalahan Argentina dari Spanyol di final Piala Dunia 2026 menyisakan tanda tanya besar soal masa depan Lionel Messi. [Dok AFA]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/07/21/61342-lionel-messi.jpg)
Kini, sebuah rekaman video yang beredar luas di media sosial memberikan gambaran mengenai situasi di ruang ganti Argentina.
Dalam video tersebut, Lionel Messi terlihat berusaha menenangkan rekan-rekan setimnya.
Sang kapten terdengar memberikan dorongan moral dan meminta seluruh anggota tim melupakan ketegangan demi fokus menghadapi pertandingan final.
"Ayo kawan-kawan, tetap tenang, semuanya. Mari kita tetap tenang, tenanglah," ucap Messi dalam rekaman video tersebut.
"Mari kita berpikir tentang bermain saja, oke? Tetap tenang."
"Mari kita lupakan semuanya, mari kita lupakan semuanya. Mari kita main saja, ayolah, fokus saja pada permainan."
Namun, pesan bernada damai dari sang legenda tersebut tidak sepenuhnya tercermin dari gaya bermain anak asuh Lionel Scaloni di lapangan.
Permainan Keras Argentina
Alih-alih tampil tenang, para pemain Argentina justru memainkan pertandingan dengan intensitas tinggi. Mereka berusaha mengganggu ritme permainan Spanyol yang dominan dalam penguasaan bola.
Ketegangan di lapangan memuncak dengan kartu merah yang diterima Enzo Fernandez serta insiden Leandro Paredes dengan pemain Spanyol setelah peluit panjang berbunyi.
Sikap emosional tersebut dinilai bertolak belakang dengan pesan yang disampaikan Messi beberapa saat sebelum pertandingan dimulai.
"Mereka tiba di stadion sambil tersenyum, lalu mereka muncul dengan penampilan yang sama sekali berbeda," tulis salah satu penggemar yang mempertanyakan situasi tersebut.
Meski demikian, dugaan adanya masalah internal di kubu Argentina belum dapat dipastikan dan masih sebatas spekulasi yang muncul di kalangan penggemar.
Kekalahan 0-1 dari Spanyol pada akhirnya memaksa skuad Argentina pulang dengan kepala tertunduk tanpa didampingi sang kapten.
Meski menelan kekalahan dan gagal mengukir sejarah sebagai juara Piala Dunia secara beruntun, ribuan suporter Argentina tetap menembus cuaca dingin dan hujan untuk menyambut kepulangan skuad di Buenos Aires pada Senin.
Asosiasi Sepak Bola Argentina (AFA) sebelumnya mengonfirmasi bahwa beberapa anggota tim, termasuk Lionel Messi, tidak ikut dalam rombongan penerbangan tersebut.
Pelatih Lionel Scaloni beserta staf dan pemain yang tersisa tetap disambut dengan karpet merah dan iringan marching band militer setibanya mereka di landasan pacu pesawat.
