- Ketum PSSI Erick Thohir mendukung rencana penjualan hak komersial Piala Dunia untuk pendanaan anggota.
- PSSI berpotensi menerima dana segar sekitar Rp360 miliar untuk melanjutkan transformasi sepak bola nasional.
- UEFA bersama 55 asosiasi anggotanya secara tegas menolak rencana privatisasi aset Piala Dunia tersebut.
Suara.com - Ketua Umum PSSI Erick Thohir disebut menyatakan dukungannya terhadap wacana FIFA menjual sebagian hak komersial Piala Dunia kepada investor swasta.
Ini karena dari rencana itu PSSI bisa kecipratan dana segar miliaran rupiah.
Bukan cuma Indonesia, dana tersebut bisa dipakai untuk pengembangan sepak bola bagi anggota FIFA.
Adapun FIFA diketahui tengah menyiapkan pembentukan entitas baru bernama FIFA Forward Enterprise (FFE).
Badan ini nantinya akan mengelola berbagai aset komersial serta penyelenggaraan turnamen FIFA termasuk Piala Dunia.
![Enam negara yang dipastikan lolos Piala Dunia 2030 [FIFA]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/07/21/45557-enam-negara-yang-dipastikan-lolos-piala-dunia-2030-fifa.jpg)
Nilai perusahaan tersebut diperkirakan mencapai 20 miliar dolar AS.
Dari nilai itu, sekitar 10 persen direncanakan dialokasikan sebagai dana pengembangan bagi seluruh anggota FIFA.
Jika skema tersebut disetujui, setiap federasi anggota, termasuk PSSI, berpotensi menerima 20 juta dolar AS atau sekitar Rp360 miliar berdasarkan kurs Juli 2026.
Menurut Erick Thohir, tambahan pendanaan tersebut akan sangat membantu Indonesia untuk melanjutkan transformasi sepak bola nasional yang telah berjalan dalam beberapa tahun terakhir.
"Sepak bola Indonesia telah bertransformasi dalam tiga tahun terakhir sudah dibenahi," kata Erick Thohir seperti dikutip dari SkySports.
Erick menilai perkembangan sepak bola Indonesia sudah mulai terlihat, salah satunya melalui peningkatan peringkat FIFA Timnas Indonesia.
"Peringkat tim nasional telah naik dari 174 ke 118. Untuk melanjutkan transformasi ini dibutuhkan pendanaan," tutur Erick.
Meski mendukung usulan tersebut, Erick menegaskan bahwa realisasi rencana FIFA tetap bergantung pada hasil pemungutan suara seluruh anggota FIFA.
"Jika anggota FIFA menyetujuinya, itu akan menunjukkan bahwa ada permintaan agar kesepakatan ini terjadi," ujar Erick Thohir yang juga Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia.
Di sisi lain proposal FIFA menuai penolakan keras dari UEFA.