- Ketum PSSI Erick Thohir mendukung rencana penjualan hak komersial Piala Dunia untuk pendanaan anggota.
- PSSI berpotensi menerima dana segar sekitar Rp360 miliar untuk melanjutkan transformasi sepak bola nasional.
- UEFA bersama 55 asosiasi anggotanya secara tegas menolak rencana privatisasi aset Piala Dunia tersebut.
Bersama 55 asosiasi anggotanya, badan sepak bola Eropa itu menilai Piala Dunia merupakan warisan olahraga yang tidak boleh diperlakukan sebagai aset investasi.
"UEFA dan 55 asosiasi anggotanya berdiri bersatu. Kami secara bulat dan tegas menolak usulan FIFA untuk mengalihkan kepemilikan atas Piala Dunia dan kompetisi FIFA lainnya kepada investor swasta," tulis pernyataan tertulis mereka.
"Piala Dunia tidak boleh diperlakukan sebagai produk investasi. Piala Dunia adalah salah satu warisan olahraga terbesar dalam sepak bola yang telah dibangun selama bergenerasi-generasi oleh para pemain, tim nasional, dan pendukung di setiap benua. Tidak ada satu bagian pun darinya yang boleh diserahkan kepada investor swasta. Piala Dunia tidak untuk dijual."
"UEFA dan asosiasi nasionalnya akan menentang rencana ini dengan ketetapan hati yang mutlak. Ada saat-saat di mana lembaga tidak dinilai dari apa yang siap mereka terima, melainkan dari apa yang menolak untuk mereka kompromikan. Ini adalah salah satu dari saat-saat tersebut."
"Beberapa hal terlalu penting untuk dijual. Piala Dunia FIFA adalah milik sepak bola. Akan selalu begitu. Dan selama Eropa memiliki suara, Piala Dunia tidak akan pernah untuk dijual."
Tak hanya UEFA, Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) juga meminta FIFA tidak terburu-buru mengambil keputusan.
Proposal tersebut dijadwalkan harus mendapat persetujuan asosiasi anggota dan Dewan FIFA sebelum 19 September.
"AFC sangat percaya bahwa waktu yang cukup harus diberikan untuk penilaian yang komprehensif, termasuk uji tuntas hukum dan tata kelola yang tepat, konsultasi yang bermakna, serta pertimbangan yang cermat atas implikasi jangka panjang dari inisiatif semacam itu."