-
Timnas Indonesia dijadwalkan bertanding melawan Malaysia pada 28 September 2026 di Jakarta.
-
Gianni Infantino menilai duel sengit ini mempererat hubungan sepak bola di kawasan Asia Tenggara.
-
Turnamen menggunakan sistem single round-robin di mana hanya juara grup yang melaju ke final.
Suara.com - Presiden FIFA Gianni Infantino menantikan persaingan sengit yang bakal tersaji di FIFA ASEAN Cup 2026, termasuk duel antara Timnas Indonesia dan Malaysia. Menurutnya, turnamen tersebut dapat menghadirkan pertandingan berintensitas tinggi sekaligus memperkuat hubungan sepak bola di kawasan Asia Tenggara.
Timnas Indonesia dan Malaysia sama-sama akan tampil di Divisi 1 FIFA ASEAN Cup 2026. Kedua negara berada di Grup A bersama Singapura dan Bangladesh.
Malaysia lebih dulu memulai perjuangannya dengan menghadapi Bangladesh di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, pada 25 September 2026.
![Presiden FIFA Gianni Infantino kembali menjadi sorotan setelah laporan terbaru mengungkap lonjakan gajinya yang signifikan. [Istimewa]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/07/09/11297-gianni-infantino.jpg)
Tiga hari berselang, giliran laga yang paling ditunggu tersaji. Timnas Indonesia akan berhadapan dengan Malaysia di stadion yang sama pada 28 September 2026 pukul 20.30 WIB.
Pertemuan tersebut memiliki daya tarik tersendiri karena menjadi duel pertama kedua tim dalam sekitar lima tahun. Timnas Indonesia dan Malaysia terakhir kali bertemu pada 2021.
Malaysia datang dengan modal pengalaman setelah mencapai semifinal Piala AFF 2026. Harimau Malaya mampu melangkah cukup jauh meski sempat menghadapi persoalan cedera pemain.
Sementara itu, perjalanan tim asuhan John Herdman di turnamen tersebut harus terhenti lebih awal setelah gagal melewati fase grup. FIFA ASEAN Cup 2026 pun menjadi kesempatan bagi kedua tim untuk kembali bersaing dalam ajang resmi.
Setelah menghadapi Indonesia, Malaysia akan menjalani pertandingan terakhir fase grup melawan Singapura. Laga tersebut berlangsung di Stadion Si Jalak Harupat, Bandung, pada 1 Oktober 2026 pukul 20.30 WIB.
Format Divisi 1 FIFA ASEAN Cup 2026 menggunakan sistem single round-robin. Dua grup akan memainkan pertandingan masing-masing, dengan juara grup berhak melaju ke final. Sementara itu, dua runner-up akan bertemu dalam perebutan tempat ketiga pada 5 Oktober.
Infantino melihat kehadiran FIFA ASEAN Cup sebagai kesempatan penting bagi negara-negara Asia Tenggara untuk mendapatkan pertandingan kompetitif.
Ia juga menilai ajang tersebut bisa menjadi panggung bagi para pemain untuk memperkuat tim nasional masing-masing ketika berhadapan dengan rival di kawasan.
“ASEAN FIFA Cup diperkenalkan untuk memberikan kesempatan kompetitif yang bermakna bagi tim nasional dalam Kalender Pertandingan Internasional, sehingga memberi para pemain peluang untuk mewakili negara mereka masing-masing dalam laga sengit melawan rival regional,” ujar Infantino dalam pernyataan FIFA.
Duel Indonesia kontra Malaysia tentu menjadi salah satu pertandingan yang berpotensi menyedot perhatian besar.
Rivalitas kedua negara selama ini membuat setiap pertemuan memiliki tensi tersendiri, terlebih pertandingan kali ini berlangsung di Jakarta.
Namun, Infantino berharap rivalitas tersebut tetap memberikan dampak positif bagi perkembangan sepak bola Asia Tenggara. Ia melihat FIFA ASEAN Cup bukan sekadar ajang persaingan, tetapi juga sarana mempererat hubungan antarnegara.
“Turnamen ini akan mempererat hubungan sepak bola antarnegara Asia Tenggara, sekaligus menyuguhkan momen-momen tak terlupakan dan aksi internasional berintensitas tinggi bagi para penggemar di seluruh kawasan,” tutupnya.