- Piala Soeratin PSSI Jawa Barat 2026 berakhir pada 12 September 2026 dengan Persib Bandung dan WBFC sebagai juara.
- Kompetisi yang melibatkan 202 tim ini mengusung konsep sport tourism dan pemberdayaan UMKM di berbagai daerah.
- Para juara regional tersebut dipersiapkan untuk bersaing mewakili Jawa Barat pada tingkat nasional mendatang.
Suara.com - Piala Soeratin PSSI Provinsi Jawa Barat 2026 resmi berakhir.
Kompetisi sepakbola usia muda tersebut tidak hanya melahirkan juara dari tiga kelompok usia, tetapi juga membawa konsep baru dengan memadukan olahraga, wisata, budaya hingga pemberdayaan UMKM.
Sebanyak 202 tim ambil bagian dalam Piala Soeratin Jabar 2026.
Para juara dari masing-masing kelompok usia selanjutnya akan membawa nama Jawa Barat untuk bersaing di tingkat nasional.
Pertandingan kelompok usia U-13 dan U-15 digelar di Stadion Persikas Subang sejak 16 Agustus hingga 7 September 2026.
Sementara itu, partai final kelompok U-17 berlangsung di Stadion Persikabo Bogor hingga Sabtu (12/9/2026).
Pada kelompok U-13 dan U-15, Persib Bandung tampil sebagai juara. Adapun gelar juara U-17 diraih WBFC setelah mengalahkan Saint Prima pada pertandingan final.
Pelaksana Tugas Sekjen PSSI Provinsi Jawa Barat, M. Jaelani Saputra, mengapresiasi capaian seluruh tim yang berhasil meraih gelar juara.
"Persib Bandung tampil dominan dengan menyapu bersih gelar di U-13 dan U-15. Sementara di U-17, WBFC keluar sebagai yang terbaik setelah mengalahkan Saint Prima di final," kata Jaelani.
"Selamat untuk para juara, bawa nama Jawa Barat dan raih prestasi setinggi-tingginya di tingkat nasional," lanjutnya.
Piala Soeratin Jabar Usung Konsep Sport Tourism
Jaelani menjelaskan, Piala Soeratin Jabar 2026 hadir dengan konsep berbeda dibandingkan penyelenggaraan sebelumnya. PSSI Jawa Barat mengusung pendekatan sport tourism dengan menjadikan kompetisi sebagai bagian dari pengenalan potensi daerah.
Penyelenggaraan pertandingan juga tidak dipusatkan hanya di satu wilayah. Sejak babak kualifikasi hingga final, kompetisi berlangsung di sejumlah daerah di Jawa Barat.
"Ini berkaitan dengan tujuan dari kompetisi itu sendiri dimana PSSI Jabar ingin menampilkan konsep sport tourism, wisata atlet dari kota/kabupaten berbeda dengan melihat aspek sosial dan budaya di Jawa Barat," jelas Jaelani.
Menurut dia, konsep tersebut juga berkaitan dengan pengembangan industri olahraga. Kehadiran pertandingan sepakbola di berbagai daerah diharapkan dapat memberikan ruang bagi pelaku UMKM untuk memanfaatkan aktivitas dan keramaian yang muncul selama kompetisi.
"Sport industri dimana banyak UMKM yang terlibat yang memanfaatkan keramaian melalui sepakbola," ujarnya.
Jaelani menilai Jawa Barat memiliki potensi besar untuk mengembangkan sepakbola tidak hanya dari sisi prestasi. Kompetisi usia muda juga dapat menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem olahraga yang melibatkan berbagai sektor.
PSSI Jabar Siapkan Ribuan Pelatih dan Kompetisi Usia Muda
Selain Piala Soeratin, PSSI Jawa Barat terus menjalankan sejumlah program pengembangan sepakbola usia muda dan kepelatihan.
Salah satunya melalui kursus Pelatih Sepakbola Lisensi D bersubsidi yang masih berlangsung hingga akhir September 2026. Program tersebut ditargetkan mampu melahirkan 1.000 pelatih baru di Jawa Barat.
Pembinaan pemain muda juga dilanjutkan melalui Liga Jabar Istimewa (LJI). Setelah sebelumnya menggulirkan kompetisi kelompok U-10 dan U-12, LJI U-14 dan U-19 dijadwalkan berlangsung pada 3-12 Oktober 2026.
Pembukaan kompetisi tersebut akan dipusatkan di Kabupaten Subang dengan jumlah peserta lebih dari 100 klub dari Askab/Askot PSSI di Jawa Barat.
Jaelani menegaskan, seluruh program PSSI Jawa Barat harus tetap berjalan dan tidak terpengaruh oleh agenda organisasi menjelang Kongres PSSI Jawa Barat pada 30 Oktober 2026.
"Semua program yang dilaksanakan ini jangan tersendat di masa jelang Kongres PSSI Jabar 30 Okt 2026, tetapi sebagai kewajiban organisasi PSSI Jawa Barat program ini harus tetap berjalan," ungkapnya.
Juara Piala Soeratin Jabar Dibidik Tampil di Nasional
Penutupan Piala Soeratin Jabar 2026 berlangsung di Stadion Persikabo, Kabupaten Bogor, Sabtu (12/9/2026). Dalam kesempatan tersebut, Jaelani menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan kompetisi.
"Terima kasih untuk semua stakeholder sepakbola Jawa Barat. Juga seluruh pengurus PSSI Jawa Barat yang tetap mendukung program ini walau di masa jabatan Plt, tapi tetap konsisten menjalankan program PSSI Jawa Barat," ujarnya.
Para juara Piala Soeratin Jabar 2026 mendapatkan piala bergilir sebagai bentuk apresiasi. Penghargaan tersebut diharapkan sekaligus menjadi motivasi bagi para atlet dan pembina untuk terus meningkatkan prestasi.
Bagi PSSI Jawa Barat, sepakbola juga memiliki peran lebih luas sebagai alat pemersatu masyarakat. Olahraga tersebut diharapkan mampu mendorong lahirnya generasi muda yang sehat, kuat dan memiliki etos kerja.
Setelah menjuarai kompetisi tingkat provinsi, para wakil Jawa Barat akan menghadapi persaingan di tingkat nasional. Mereka dijadwalkan tampil pada Babak Zona Jawa pada 26 September 2026.
Jika mampu lolos dari babak tersebut, wakil Jawa Barat akan melanjutkan perjuangan ke Babak Nasional pada 10-18 Oktober 2026 di IKN, Kalimantan Timur.
Jaelani berharap para juara Piala Soeratin Jabar mampu mengikuti jejak sejumlah tim Jawa Barat yang sebelumnya sukses di level nasional.
"PSSI Jabar menargetkan prestasi tinggi. Mencontoh tim U-10 dan U-12 sebagai juara Grassroots Piala Presiden, serta Tim Putri U-15 dan U-18 yang berjaya di Milk Life," pungkasnya.
Daftar Juara Piala Soeratin Jabar 2026
U-13 – 63 Peserta
Juara 1: Persib Bandung
Juara 2: B.A.J Kids Soccer
Juara 3 bersama: Galuh Putra dan Jatira Bandung Soccer
U-15 – 88 Tim Peserta
Juara 1: Persib Bandung
Juara 2: Riverside Forest
Juara 3 bersama: PS Amdesta dan Metra Cileungsi Raya
U-17 – 51 Tim Peserta
Juara 1: WBFC
Juara 2: Saint Prima
Juara 3 bersama: PSB Bogor dan Persikabo