- Dua pesepak bola mahasiswa Indonesia menghadiri forum PBB di New York pada 17 Juli 2026.
- Delegasi membahas peran penting sepak bola dalam kesehatan mental pemuda di Markas Besar PBB.
- Kegiatan tersebut didukung ekosistem Liga Universitas Coca-Cola 2026 yang berlangsung hingga 23 Agustus 2026.
Suara.com - Kompetisi sepak bola antar-kampus kini tidak hanya menjadi ajang adu taktik di lapangan, tetapi juga ruang untuk membangun karakter dan memperluas wawasan para pemain muda.
Hal itu terlihat dari kiprah ekosistem Liga Universitas Coca-Cola 2026 yang membawa pesepak bola mahasiswa Indonesia ke panggung internasional.
Melalui kampanye Football for Peace dan Football for Mental Health, sepak bola didorong menjadi sarana untuk membangun karakter sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap isu perdamaian dan kesehatan mental.
Program tersebut turut mengantarkan delegasi sepak bola mahasiswa Indonesia untuk hadir dalam forum internasional di Amerika Serikat.
Terbang ke Markas Besar PBB
![Dua pesepak bola mahasiswa Indonesia menghadiri forum PBB di New York untuk membahas peran sepak bola dalam kesehatan mental dan kesejahteraan pemuda. [Dok. Istimewa]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/09/14/75917-forum-pbb.jpg)
Dua pesepak bola mahasiswa, Elang Cikal Brajananta dari STKIP Pasundan dan M. Elyas Aryo Saputro dari Institut Teknologi Bandung (ITB), terpilih sebagai delegasi resmi Indonesia.
Keduanya diterbangkan ke Markas Besar Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNHQ) di New York untuk menghadiri forum internasional pada 17 Juli 2026.
Forum bertajuk One World, One Game, One Goal: Football for Youth Mental Health & Well-being tersebut membahas peran olahraga dalam menjaga kesehatan mental dan kesejahteraan pemuda.
Elang merupakan kapten tim sepak bola STKIP Pasundan yang memiliki pengalaman berkompetisi selama lebih dari 13 tahun.
Sementara itu, Elyas merupakan Presiden PS ITB yang memiliki pengalaman dalam mengelola organisasi sepak bola mahasiswa dengan lebih dari 150 anggota.
Sepak Bola Jadi Bahasa Universal
Bagi Elang, perjalanan ke New York menjadi salah satu momen berkesan dalam perjalanannya sebagai atlet kampus.
“Berada di forum internasional, berdiskusi dengan delegasi dari berbagai negara, dan melihat bagaimana sepak bola bisa menjadi bahasa yang menyatukan banyak budaya membuat saya sadar bahwa olahraga punya dampak yang jauh lebih besar dari sekadar pertandingan,” kata Elang.
Sang kapten menyadari bahwa dirinya pulang ke Tanah Air dengan tanggung jawab yang lebih besar.
“Saya pulang bukan hanya dengan foto atau kenangan, tetapi juga dengan tanggung jawab untuk membagikan pengalaman ini dan menunjukkan bahwa anak muda Indonesia mampu berdiri sejajar di panggung dunia,” ujarnya.
Rasa bangga yang sama diungkapkan Elyas yang melihat pengalaman tersebut sebagai kehormatan bagi nama Indonesia.
Bertukar Pikiran dengan Legenda Dunia
“Sebuah kehormatan menjadi delegasi Indonesia dalam Forum PBB di New York," ujar Elyas.
"Kekuatan di sini bukan hanya soal jabatan, melainkan kepercayaan untuk membawa nama Indonesia di panggung dunia," sambungnya.
"Bersamaan dengan itu, datang pula tanggung jawab untuk memberikan yang terbaik bagi bangsa,” tegas mahasiswa ITB tersebut.
Pengalaman tersebut juga dirasakan Project Lead Liga Universitas Coca-Cola, Hugo Oceano.
Hugo mendapat kesempatan bertemu langsung dengan sejumlah legenda sepak bola dunia, seperti Luis Figo, Gilberto Silva, hingga Daniel Amokachi.
Pertemuan tersebut dimanfaatkannya untuk memperkenalkan Liga Universitas Coca-Cola sekaligus bertukar pikiran mengenai sistem pembinaan pemain muda.
Bawa Pengalaman dari Panggung Global
“Melihat antusiasme mereka terhadap Liga Universitas Coca-Cola menjadi motivasi tersendiri untuk terus mengembangkan program tersebut di Indonesia,” tutur Hugo.
“Kesempatan untuk mewakili Indonesia di forum internasional di New York adalah pengalaman yang sangat berharga," ujar Hugo memaknai perjalanan ini.
"Ini bukan hanya kehormatan, tetapi juga tanggung jawab untuk membawa nama Indonesia dan berbagi pandangan mengenai bagaimana olahraga, khususnya sepak bola, dapat menjadi sarana membangun generasi muda, memperkuat pendidikan, dan menciptakan perdamaian,” jelasnya.
Perjalanan delegasi sepak bola Indonesia menuju New York tidak lepas dari dukungan Qatar Airways yang memberikan dukungan terkait penerbangan.
“Perjalanan ini juga menjadi pengalaman internasional yang luar biasa, termasuk kesempatan merasakan pelayanan Qatar Airways," ungkap Hugo.
"Dari awal keberangkatan hingga kembali ke Indonesia, saya semakin menyadari bahwa setiap perjalanan membawa pelajaran baru dan memperluas cara pandang kita,” katanya.
Perjalanan Liga Universitas Coca-Cola 2026
Kiprah para pesepak bola mahasiswa tersebut merupakan bagian dari ekosistem Liga Universitas Coca-Cola 2026 yang berlangsung sejak 18 April hingga 23 Agustus 2026.
Turnamen tingkat kampus itu melibatkan 15 tim perguruan tinggi yang terbagi dalam dua wilayah, yakni tujuh tim di Bandung dan delapan tim di Jakarta.
Pada akhir musim, STKIP Pasundan keluar sebagai juara Regional Bandung.
Sementara itu, Universitas Negeri Jakarta (UNJ) menjadi juara Regional Jakarta.