- Mantan penyerang PSIM Yogyakarta asal Belanda, Anton Fase, mengungkap pengalaman uniknya bermain di Indonesia.
- Fase sempat bermain di hadapan 76.000 penonton dan merasa kesulitan berjalan bebas akibat tingginya popularitas sepak bola.
- Akibat cedera patah jari kaki, rencana bertahan di Indonesia batal dan ia kini memperkuat klub Bulgaria.
Suara.com - Mantan pemain PSIM Yogyakarta, Anton Fase, mengungkap pengalaman unik selama berkarier di Indonesia.
Penyerang asal Belanda itu mengaku popularitas sepak bola membuat dirinya nyaris tidak bisa berjalan bebas di luar rumah.
Fase kini telah kembali ke Eropa dan memperkuat klub Bulgaria, Lokomotiv Plovdiv.
Namun, pemain berusia 27 tahun tersebut masih menyimpan kenangan hangat selama menjalani petualangan di Asia, khususnya Indonesia.
Dalam wawancara dengan Noordhollands Dagblad, Fase menceritakan bagaimana besarnya antusiasme suporter sepak bola di Indonesia.
Ia bahkan pernah tampil di hadapan puluhan ribu penonton.
"Saya sangat menikmati berada di Asia. Saya pernah bermain di Indonesia di hadapan 76.000 penonton," kata Fase, dikutip dari Noordhollands Dagblad.
Popularitas sepak bola di Indonesia membuat pengalaman Fase berbeda jauh dibandingkan ketika bermain di Belanda.
Ia mengaku mendapat perlakuan seperti seorang bintang ketika berada di tengah masyarakat.
"Saya hampir tidak bisa berjalan di jalanan karena popularitas sepak bola. Kami diperlakukan seperti bintang," ujarnya.
Fase juga mengaku terkesan dengan kehidupan di Indonesia.
Selain masyarakatnya yang menurut dia ramah, cuaca dan makanan menjadi sejumlah hal yang membuatnya betah.
"Ada orang-orang yang luar biasa di sana, cuacanya bagus dan makanannya enak. Saya juga tinggal tidak jauh dari Bali, hanya sekitar setengah jam penerbangan," tutur Fase.
Perjalanan Fase ke Asia bermula setelah meninggalkan NEC Nijmegen pada 2021.
Sebelumnya, ia juga tercatat memperkuat Jong AZ dan NEC, tetapi hanya mengoleksi total 16 penampilan di Keuken Kampioen Divisie.
Setelah meninggalkan Belanda, Fase bergabung dengan Botev Vratsa di Bulgaria.
Ia kemudian melanjutkan petualangannya ke Kauno Zalgiris di Lithuania, LKS Lodz di Polandia, sebelum kembali ke Lithuania dan akhirnya berlabuh di Indonesia.
Sebelum ke Indonesia, Fase memperkuat klub Singapura, Balestier Khalsa dan hijrah ke PSIM Yogyakarta.
Pengalamannya bersama klub Indonesia tersebut membuat Fase semakin mengenal atmosfer sepak bola yang menurutnya sangat berbeda dari Eropa.
Fase sebenarnya masih ingin melanjutkan kariernya di Indonesia. Namun, cedera patah jari kaki membuat rencananya berubah.
"Saya sebenarnya ingin bertahan di Indonesia. Namun, ketika saya sudah pulih, banyak klub sudah memiliki jumlah maksimal pemain asing," jelasnya.
Kini, Fase kembali ke Bulgaria untuk memperkuat Lokomotiv Plovdiv. Ia menandatangani kontrak berdurasi tiga tahun bersama klub tersebut.