94 Orang Meninggal di Pengungsian Gempa NTT, DPR Desak Audit Besar-besaran

Bella, Bagaskara Isdiansyah

Kamis, 17 September 2026 | 15:29 WIB
94 Orang Meninggal di Pengungsian Gempa NTT, DPR Desak Audit Besar-besaran
Petugas kesehatan bersiap memindahkan warga terdampak gempa bumi yang sakit dari lokasi pengungsian Gelora Samador ke RSUD TC Hillers Maumere di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, Senin (17/8/2026). ANTARA FOTO/Mega Tokan/app/foc.
baca 10 detik
  • BNPB melaporkan jumlah korban jiwa gempa NTT di pengungsian mencapai 94 orang hingga Selasa, 15 September 2026.
  • DPR RI mendesak evaluasi menyeluruh terhadap fasilitas dan layanan kesehatan di lokasi penampungan pengungsi korban gempa.
  • Pemerintah pusat dan daerah diminta segera membenahi pengelolaan pengungsian untuk mencegah jatuhnya korban jiwa tambahan.

Suara.com - Jumlah korban gempa bumi Nusa Tenggara Timur (NTT) yang meninggal dunia di pengungsian dilaporkan mencapai 94 orang hingga Selasa (15/9/2026).

Menanggapi data terbaru dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) tersebut, DPR RI mendorong adanya evaluasi menyeluruh terhadap kondisi di lokasi penampungan.

Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Charles Honoris menyampaikan keprihatinannya atas tingginya angka kematian di penampungan sementara tersebut.

Menurutnya, kondisi ini menunjukkan adanya persoalan serius dalam penanganan para pengungsi di lapangan.

"Kita tentu sangat prihatin ya, kalau melalui apa yang disampaikan oleh BNPB, artinya lebih banyak korban gempa yang meninggal di pengungsian dibandingkan yang meninggal akibat dari gempa itu sendiri. Sehingga harus ada audit ya terkait dengan kondisi di tempat pengungsian itu sendiri," kata Charles di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (17/9/2026).

Ia menilai, tingginya jumlah korban jiwa pascabencana mengindikasikan tata kelola pengungsian yang belum maksimal, terutama dari sisi fasilitas dan layanan kesehatan bagi warga terdampak.

Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Charles Honoris [Suara.com/Bagaskara]
Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Charles Honoris [Suara.com/Bagaskara]

"Karena kalau misalkan dikatakan sekali lagi, lebih banyak orang yang meninggal di pengungsian dibandingkan karena akibat bencana itu sendiri, berarti sepertinya permasalahannya ada di pengelolaan pengungsian yang kurang baik ya, kurang ideal," ujarnya.

Sebab itu, Charles mendesak lintas kementerian dan lembaga terkait bersama pemerintah daerah untuk bergerak cepat mengidentifikasi masalah serta membenahi fasilitas pengungsian demi mencegah bertambahnya korban jiwa.

"Saya berharap pemerintah dalam hal ini Kementerian Kesehatan, Kementerian Dalam Negeri, BNPB dan juga pemerintah daerah bisa mengidentifikasi masalah-masalah yang ada di pengungsian pada saat ini agar di kemudian hari tidak bertambah jumlah korban meninggal, dan juga menjadi pembelajaran ketika terjadi bencana lagi," tuturnya.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rentetan Gempa Swarm di Pangalengan Pertanda Lindu Besar Terjadi? Ini Kata Ahli

Rentetan Gempa Swarm di Pangalengan Pertanda Lindu Besar Terjadi? Ini Kata Ahli

News | Kamis, 17 September 2026 | 11:41 WIB

Gempa Besar Guncang Jepang, Tokyo hingga Saitama Ikut Bergetar

Gempa Besar Guncang Jepang, Tokyo hingga Saitama Ikut Bergetar

News | Kamis, 17 September 2026 | 09:47 WIB

Bantuan Korban Bencana Gempa NTT Terus Bergulir

Bantuan Korban Bencana Gempa NTT Terus Bergulir

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 07:55 WIB

15.722 Gempa Susulan Terjadi Usai Flores Diguncang M7,7, BMKG Ungkap Kondisi Terkini

15.722 Gempa Susulan Terjadi Usai Flores Diguncang M7,7, BMKG Ungkap Kondisi Terkini

News | Selasa, 15 September 2026 | 17:23 WIB

Korban Keracunan MBG Sudah 53 Ribu, DPR Desak Polisi Usut Tanpa Tunggu Laporan

Korban Keracunan MBG Sudah 53 Ribu, DPR Desak Polisi Usut Tanpa Tunggu Laporan

News | Senin, 14 September 2026 | 18:05 WIB

Banyak Kasus Keracunan, DPR Sebut Pemerintah Tak Perlu Takut Tangguhkan MBG

Banyak Kasus Keracunan, DPR Sebut Pemerintah Tak Perlu Takut Tangguhkan MBG

News | Senin, 14 September 2026 | 15:44 WIB

Bencana Alam Tak Bisa Dihitung dengan Kalkulator

Bencana Alam Tak Bisa Dihitung dengan Kalkulator

News | Senin, 14 September 2026 | 11:14 WIB

Gempa Guncang Laut Jakarta, Kenapa Tidak Terasa di Wilayah Ibu Kota?

Gempa Guncang Laut Jakarta, Kenapa Tidak Terasa di Wilayah Ibu Kota?

News | Sabtu, 12 September 2026 | 10:20 WIB

Gunung Anak Krakatau Masih Berstatus Siaga Level III, Potensi Erupsi Lanjutan Masih Tinggi

Gunung Anak Krakatau Masih Berstatus Siaga Level III, Potensi Erupsi Lanjutan Masih Tinggi

News | Jum'at, 11 September 2026 | 18:17 WIB

Anak Krakatau Masih Siaga, Suplai Magma dari Kedalaman Meningkat

Anak Krakatau Masih Siaga, Suplai Magma dari Kedalaman Meningkat

News | Jum'at, 11 September 2026 | 16:42 WIB

Terkini

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:16 WIB

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Jogja | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:04 WIB

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:25 WIB

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Bola | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:00 WIB

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:59 WIB

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:35 WIB

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Video | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:30 WIB

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:00 WIB

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:47 WIB

×