- Malaysia dan Indonesia mencatat kasus larangan registrasi pemain FIFA terbanyak di Asia Tenggara.
- Malaysia menduduki peringkat pertama dengan 33 kasus dari 11 klub sepak bola berbeda.
- Indonesia menyusul di posisi kedua dengan 21 kasus yang mayoritas disumbang PSBS Biak.
Larangan registrasi yang melibatkan klub tersebut disebut berakar pada sengketa pembayaran gaji Kelantan FC, yang telah berhenti berpartisipasi dalam kompetisi Malaysia.
Kedua klub diduga memiliki keterkaitan badan hukum sehingga memunculkan perdebatan mengenai pihak yang bertanggung jawab melunasi kewajiban finansial tersebut.
Dampaknya, Kelantan Red Warrior menghadapi kendala dalam menambah pemain baru.
Klub itu juga berada di posisi terbawah klasemen Liga Malaysia dengan belum meraih poin setelah menjalani enam pertandingan.
Selain itu, Kuala Lumpur City kembali masuk daftar pembatasan registrasi FIFA sejak 15 Oktober 2026.
Kasus tersebut berkaitan dengan sengketa bunga akibat keterlambatan pembayaran gaji mantan pemain asing mereka, Patrick Reichelt, pada 2024.