SuaraCianjur - Melalui kuasa hukumnya Ketua Panitia pelaksana (Panpel) pertandingan Arema FC vs Persebaya Abdul Haris, Taufik Hidayat membantah adanya temuan puluhan botol minuman keras di Stadion Kanjuruhan. Menurut dia, penjagaan dilakukan ketat oleh pihak kepolisian.
Taufik mengatakan penonton yang masuk pasti selalu diperiksa oleh petugas. Untuk penjagaan dipintu masuk yang ada di stadion, di jaga oleh anggota dari polsek, merekalah yang bertanggungjawab.
"Pemeriksaannya sangat ketat. Semua barang bawaan penonton pasti diperiksa," ucapnya, seperti yang dikutip dari SuaraJatim.id.
Selain di jaga oleh kepolisian, personel TNI juga disiapkan untuk membantu penjagaan. Tidak memungkinkan untuk para penonton saat tragedi rusuh di Kanjuruhan, dapat memasukan minuman keras ke dalam stadion.
Dua tersangka dalam kasus Tragedi Kanjuruhan, yakni Abdul Haris dan Security Officer Arema FC Suko Sutrisno akhirnya selesai diperiksa Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jatim terkait Tragedi Kanjuruhan.
Totalnya, kedua orang tersebut diperiksa selama kurang lebih 12 jam, sejak jam 10.30 WIB hingga jam 22.48 Wib.
Dalam pemeriksaan tersebut, tersangka Haris diberondong 123 pertanyaan oleh penyidik. Sementara, Suko hanya 42 pertanyaan saja. Meski begitu, keduanya masih berpeluang akan melakukan pemeriksaan lanjutan pada pekan depan.