- TMMIN memperluas program pendidikan vokasi ke SMKN 1 Jonggat dan SMKN 2 Kuripan, Lombok, melalui donasi mesin kendaraan.
- Presiden Direktur TMMIN menyerahkan bantuan mesin guna meningkatkan kualitas praktik siswa agar relevan dengan kebutuhan teknologi industri saat ini.
- Inisiatif ini bertujuan memeratakan akses pendidikan teknik berkualitas serta memperkuat konsep link and match antara sekolah dan industri.
Suara.com - Pendidikan vokasi di Indonesia masih menghadapi tantangan besar dalam menyelaraskan kurikulum dengan kebutuhan industri yang berkembang sangat pesat. Menanggapi fenomena tersebut PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) memperluas jangkauan program pengembangan sekolah vokasi hingga ke Pulau Lombok Nusa Tenggara Barat. Langkah strategis ini diwujudkan melalui penyerahan donasi mesin kendaraan terkini sebagai alat peraga pendidikan di SMKN 1 Jonggat dan SMKN 2 Kuripan.
Inisiatif tersebut merupakan bagian dari program tanggung jawab sosial perusahaan di bidang pendidikan guna memperkuat kualitas pembelajaran praktik. Mengacu pada filosofi perusahaan "Make People Before Make Product" TMMIN meyakini bahwa pengembangan manusia merupakan fondasi utama bagi kemajuan industri dan bangsa.
Presiden Direktur TMMIN Nandi Julyanto menyerahkan langsung bantuan berupa satu unit mesin Toyota tipe 2TR bensin untuk SMKN 1 Jonggat serta satu unit mesin tipe 2GD diesel untuk SMKN 2 Kuripan. Kedua mesin mobil tersebut akan digunakan sebagai sarana praktik agar siswa memiliki keahlian terhadap teknologi terbaru yang saat ini sudah beredar luas di masyarakat.
"Kami percaya bahwa masa depan industri Indonesia dibangun dari ruang-ruang belajar yang hari ini ditempati para siswa. Langkah ini mungkin terlihat sederhana, namun kami berharap dapat menjadi bagian dari perjalanan mereka untuk tumbuh, berkarya, dan berkontribusi di daerah masing-masing," kata Nandi Julyanto, Rabu (15/7/2026).
Selain dukungan sarana pembelajaran TMMIN secara konsisten menjalankan program Vocational School Development di berbagai SMK binaan. Program ini bertujuan menyelaraskan proses pembelajaran dengan kebutuhan nyata melalui pengembangan kurikulum berbasis industri serta penanaman budaya kerja seperti disiplin dan keselamatan kerja.
"Pendidikan dan industri tidak bisa lagi berjalan terpisah. Link and match adalah syarat penting untuk melahirkan lulusan yang relevan. Sekolah menyiapkan kompetensinya, industri turut membentuknya. TMMIN ingin ambil bagian dalam proses itu dengan mendukung langkah pemerintah memperkuat daya saing lulusan vokasi agar siap berkarya dan berkontribusi, baik di Indonesia maupun di kancah global," tambah Nandi.
Sebelum menjangkau Lombok program pembinaan pendidikan vokasi Toyota Indonesia telah dijalankan pada 29 SMK binaan di Pulau Jawa. Kehadiran program di Nusa Tenggara Barat menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan perusahaan untuk memeratakan akses pendidikan teknik yang relevan dengan standar industri di berbagai daerah Indonesia.