Akhir Hidup Bocah 6 Tahun, Disiksa, Dipaksa Mengamen, dan Dihabisi Ibu Kandung Sendiri

Suara Cianjur

Jum'at, 25 November 2022 | 09:16 WIB
Akhir Hidup Bocah 6 Tahun, Disiksa, Dipaksa Mengamen, dan Dihabisi Ibu Kandung Sendiri
Kampanye penghapusan kekerasan anak di area Bunderan HI, Jakarta Pusat, Minggu (14/12). [suara.com/Bowo Raharjo] (suara.com/Bowo Raharjo)

SuaraCianjur.id - AP bocah malang berumur enam tahun, hembuskan nafas terkahirnya, pada Minggu 20 November 2022. Tubuh kecil bocah perempuan tersebut, tak kuat lagi menerima siksaan dari Wulan, yang merupakan ibu kandungnya.

Wulan habisi anak yang sempat dikandungnnya itu, dengan gunakan sapu hingga pingsan. Tubuh bocah malang itu pun langsung rubuh. Ia sempat dilarikan ke rumah sakit, namun nyawanya tak tertolong. 

Kekerasan yang dialami AP, terbongkar oleh dokter yang memeriksa AP. Ditubuh bocah perempuan itu, dokter temui banyak bekas kekerasan. 

Sang Dokter pun melaporkan ke polisi temuannya tersebut. Dari temuan itu polisi lakukan penyelidikan dan langsung menangkap Wulan. 

Wulan pun ditetapkan sebagai tersangka tunggal dalam kematian anaknya itu. Polisi sangkakan pasal pasal 76C jo. Pasal 80 (2), dan atau ayat (3), dan atau ayat (4) UU RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI. No 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dan atau Pasal 351 ayat (3) dengan ancaman hukuman maksimal pidana 20 tahun kurungan penjara, kepada Wulan. 

Usut punya usut, penyiksaan terhadap AP ternyata tidak hanya kali itu saja. AP beberapa kali mendapat penyiksaan dari Wulan.

Ilustrasi kekerasan anak. (shutterstock)
Ilustrasi kekerasan anak. (shutterstock) (sumber:)

Saat berumur empat tahun, Wulan juga menyiksa AP sampai bocah itu merintih kesakitan. 

Wulan pun memberikan penyiksaan dengan berbagai metode kepada AP, anaknya. Kata Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak, AKP Arief Rizki mengatakan jika pelaku kerap menyiksa menggunakan tangan kosong, sandal, sapu, dan gitar kentrung.

“Ada luka di sekujur tubuh, mulai ujung kaki hingga ujung kepala. Matanya juga memar dan ada luka di belakang kepala,” ujar Arief.

Penyiksaan yang dilakukan Wulan kepada AP, dilakukan hanya karena masalah sepele. Wulan juga memaksa sang anak untuk mengamen. 

"Penyebabnya sepele karena korban sering lambat jika disuruh. Kalau disuruh mengamen juga kadang tidak mau. Hal-hal seperti itu yang membuat kedua pelaku ini emosi," kata Arief. (*)


Artikel ini telah tayang di suarajatim.id, dengan judul : 4 Kekejaman Ibu di Surabaya Pukuli Anak 6 Tahunnya Sampai Meninggal

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Begini Skema Bantuan Bangun Rumah Korban Rusak Gempa Cianjur, Sudah 268 Orang Meninggal Dunia

Begini Skema Bantuan Bangun Rumah Korban Rusak Gempa Cianjur, Sudah 268 Orang Meninggal Dunia

| Selasa, 22 November 2022 | 18:32 WIB

Data Resmi Polda Jabar Korban Tewas Gempa Cianjur 117 Orang, K9 Terjun Cari Korban Tertimbun Longsor

Data Resmi Polda Jabar Korban Tewas Gempa Cianjur 117 Orang, K9 Terjun Cari Korban Tertimbun Longsor

| Selasa, 22 November 2022 | 14:00 WIB

Terkini

Harapan Baru Pasca Musibah, Universitas Budi Luhur Beri Beasiswa Nusantara untuk Siswa Aceh Tamiang

Harapan Baru Pasca Musibah, Universitas Budi Luhur Beri Beasiswa Nusantara untuk Siswa Aceh Tamiang

Banten | Minggu, 07 Juni 2026 | 23:15 WIB

Perangi Hoaks di Medsos, Puluhan Siswa SMKN 1 Cilegon Digembleng Ilmu Jurnalistik

Perangi Hoaks di Medsos, Puluhan Siswa SMKN 1 Cilegon Digembleng Ilmu Jurnalistik

Banten | Minggu, 07 Juni 2026 | 23:10 WIB

Siapa Ahmad Nasuhi? Terpidana Korupsi Masjid Sriwijaya yang Kini Jadi Sorotan Usai Kecelakaan Maut

Siapa Ahmad Nasuhi? Terpidana Korupsi Masjid Sriwijaya yang Kini Jadi Sorotan Usai Kecelakaan Maut

Sumsel | Minggu, 07 Juni 2026 | 23:08 WIB

QRIS BSB Mobile Tidak Bisa Digunakan? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

QRIS BSB Mobile Tidak Bisa Digunakan? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Sumsel | Minggu, 07 Juni 2026 | 22:35 WIB

Klasemen Akhir Grup A Piala AFF U-19 2026: Timnas Indonesia Lolos ke Semifinal

Klasemen Akhir Grup A Piala AFF U-19 2026: Timnas Indonesia Lolos ke Semifinal

Bola | Minggu, 07 Juni 2026 | 22:32 WIB

Ngeri! Kamp Timnas Swiss dan Norwegia di Piala Dunia 2026 Berada di Sarang Ular

Ngeri! Kamp Timnas Swiss dan Norwegia di Piala Dunia 2026 Berada di Sarang Ular

Bola | Minggu, 07 Juni 2026 | 22:32 WIB

Ahmad Nasuhi Tabrak 5 Orang hingga 2 Tewas, Mengapa Eks Terpidana Korupsi Ini Sudah Bebas?

Ahmad Nasuhi Tabrak 5 Orang hingga 2 Tewas, Mengapa Eks Terpidana Korupsi Ini Sudah Bebas?

Sumsel | Minggu, 07 Juni 2026 | 22:04 WIB

Timnas Indonesia Lolos Semifinal Piala AFF U-19 2026 Usai Kalahkan Vietnam

Timnas Indonesia Lolos Semifinal Piala AFF U-19 2026 Usai Kalahkan Vietnam

Bola | Minggu, 07 Juni 2026 | 22:04 WIB

Terdampak Rupiah Melemah, Baskara Putra Ngeri Harga Kebutuhan Makin Mahal

Terdampak Rupiah Melemah, Baskara Putra Ngeri Harga Kebutuhan Makin Mahal

Entertainment | Minggu, 07 Juni 2026 | 22:00 WIB

Bisakah Kanada Lolos Fase Gugur untuk Pertama Kali? Intip Kekuatan The Reds di Piala Dunia 2026

Bisakah Kanada Lolos Fase Gugur untuk Pertama Kali? Intip Kekuatan The Reds di Piala Dunia 2026

Bola | Minggu, 07 Juni 2026 | 21:50 WIB