SuaraCianjur.id - Valentine adalah hari raya yang berasal dari Barat dan dirayakan pada tanggal 14 Februari setiap tahunnya. Hari ini sering dikaitkan dengan kasih sayang dan cinta antara pasangan, keluarga, dan teman-teman. Namun, dari perspektif Islam, adakah pandangan khusus tentang Valentine?
Dalam Islam, cinta adalah salah satu dari nilai-nilai penting yang harus dipelihara dalam hubungan antara manusia. Namun, cinta yang dimaksud adalah cinta yang berada di jalur yang benar, yakni cinta yang dipertimbangkan dan tidak melebihi batas-batas yang telah ditetapkan oleh syariat Islam.
Jika menilik sejarah, Valentine adalah hari perayaan mengenang kisah seorang pendeta bernama Valentino dari abad ke-3 di Roma. Menurut salah satu sumber, dia duga dihukum mati dengan cara dipenggal karena menikah muda.
Berkaitan dengan hari Valentine dalam perspektif islam, Nabi Muhammad SAW pernah bersabda yang di riwayatkan oleh Abu Daud.
“Siapa saja yang menyerupai atau mengikuti suatu kaum, maka ia termasuk kaum itu.” H.R Abu Daud
Kemudian, mengutip dari laman resmi Muhammadiyah, perayaan Valentine sangat dekat dengan zina sehingga dilarang keras oleh syariat, karena itu dihukumi haram. Lantaran mengistimewakan hari tertentu untuk menunjukkan kasih sayang kepada orang yang tercinta, padahal Islam sendiri tidak pernah demikian.
Dari perspektif tersebut, Valentine sebenarnya tidak memiliki hubungan yang erat dengan Islam. Sebab, Valentine berasal dari budaya Barat yang memiliki pandangan hidup dan nilai-nilai yang berbeda dengan Islam. Perayaan Valentine juga sering dikaitkan dengan pergaulan bebas, seks bebas, dan hal-hal yang bertentangan dengan ajaran Islam. (*)