SUARA CIANJUR – Timnas Indonesia U22 sebentar lagi akan menghadapi perhelanan SEA Games 2023 di Kambodja. Beberapa persiapan sudah dilakukan agar timnas ini bisa meraih gelar juara.
Selain persiapan, terdapa beberapa syarat yang harus dilakukan agar timnas Indonesia U22 bisa bermain maksimal, salah satunya adalah aturan larangan diwawancara untuk pemain.
Hal ini dilakukan guna menjaga mentalitas para pemain, terhindar dari star syndrome. Manajer timnas Indonesia U22 menekankan bahwa pemain bola itu bukan lah artis yang harus terus terekspos oleh media.
"Saya sudah menjadi manajer sejak 2019, dari evaluasi saya di beberapa event, kelemahan kita adalah mental. Di mana salah satu penyebabnya adalah terlalu euforianya pemain. Akhirnya yang mau wawancara, di 'up' segala pemberitaannya, dan itu membuat mereka lupa kalau mereka pemain sepak bola profesional bukan artis,” ujar manajer timnas, Sumarji, dikutip dari laman Instagram @timnasgoal, Minggu (9/4/2023).
Selain itu, Sumarji juga menekankan agar aturan ini bisa mendapat dukungan dari semua pihak.
“Jangan diajak komunikasi untuk pemberitaan dulu, saya mohon betul. Kita saling dukung dan tujuannya satu. Apalagi kita sudah 32 tahun tidak bisa mendapatkan medali emas. Jadi sekarang, mari bismillah bersama-sama dan dukung supaya bangsa kita bangga atas prestasi anak-anak membawa pulang meas,” lanjut Sumarji.
Laga timnas Indonesia U22 di ajang SEA Games akan dimulai pada 29 April 2023, melawan timnas Filipina. (*)