Presiden SBY Menyuarakan Keprihatinan terkait Kabar MK dan Mendukung Sistem Proporsional Terbuka dalam Pemilu 2024

Suara Cianjur | Suara.com

Senin, 29 Mei 2023 | 14:32 WIB
Presiden SBY Menyuarakan Keprihatinan terkait Kabar MK dan Mendukung Sistem Proporsional Terbuka dalam Pemilu 2024
SBY berpendapat bahwa jika MK tidak memiliki argumentasi yang kuat untuk mengubah sistem Pemilu ini, maka mayoritas rakyat akan sulit menerima keputusan tersebut. (Istimewa)

SUARA CIANJUR - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), yang juga merupakan Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat, menyuarakan pendapatnya mengenai kabar tentang Mahkamah Konstitusi (MK) yang disebut-sebut akan memutuskan bahwa Pemilihan Umum akan menggunakan sistem coblos gambar partai atau proporsional tertutup.

Kabar ini muncul setelah pakar hukum Denny Indrayana mengklaim bahwa ia mendapatkan informasi bahwa MK akan mengembalikan sistem Pemilu ke proporsional tertutup.

Jika apa yang dikatakan oleh Denny benar, SBY menganggap bahwa hal tersebut akan menjadi isu yang besar dalam politik Indonesia. 

Ia mempertanyakan alasan di balik perubahan sistem dari proporsional terbuka menjadi proporsional tertutup, terutama mengingat tahapan Pemilu seharusnya sudah dimulai.

Jika Pemilu benar-benar dilaksanakan dengan sistem proporsional tertutup, SBY menanyakan mengapa sistem proporsional terbuka yang sesuai dengan konstitusi digunakan dalam hal ini. 

Menurutnya, tugas dan kewenangan MK adalah menentukan apakah sebuah undang-undang bertentangan dengan konstitusi, bukan menentukan sistem yang paling tepat.

SBY berpendapat bahwa jika MK tidak memiliki argumentasi yang kuat untuk mengubah sistem Pemilu ini, maka mayoritas rakyat akan sulit menerima keputusan tersebut. 

Ia mengingatkan bahwa semua lembaga negara harus bertanggung jawab kepada rakyat.

"Mestinya Presiden dan DPR punya suara tentang hal ini. Mayoritas partai politik telah sampaikan sikap menolak pengubahan sistem terbuka menjadi tertutup. Ini mesti didengar," tutur dia. 

 SBY berharap agar Pemilihan Umum (Pemilu) pada tahun 2024 tetap menggunakan sistem proporsional terbuka.

Setelah Pemilu 2024 dilaksanakan, SBY menyatakan bahwa Presiden dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dapat bersama-sama mengevaluasi sistem Pemilu yang sedang berlaku.

“Untuk kemungkinan disempurnakan menjadi sistem yang lebih baik,” sebut SBY. (*)

(*/Haekal)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ragu Rahasia Negara Bocor, PDIP soal Isu Putusan MK Cuma Spekulasi Denny Indrayana

Ragu Rahasia Negara Bocor, PDIP soal Isu Putusan MK Cuma Spekulasi Denny Indrayana

News | Senin, 29 Mei 2023 | 13:29 WIB

Polemik Putusan MK tentang Sistem Pemilu, Demokrat: Kalau Sudah Diputus Baru Bergerak, Percuma!

Polemik Putusan MK tentang Sistem Pemilu, Demokrat: Kalau Sudah Diputus Baru Bergerak, Percuma!

| Senin, 29 Mei 2023 | 13:00 WIB

Apa Saja Keuntungan dan Kerugian Sistem Pemilu Proporsional Terbuka?

Apa Saja Keuntungan dan Kerugian Sistem Pemilu Proporsional Terbuka?

Kotak Suara | Senin, 29 Mei 2023 | 12:56 WIB

Terkini

Sambut Idulfitri, PLN Group Berbagi Santunan untuk Anak Yatim Hingga Santri di Banggai

Sambut Idulfitri, PLN Group Berbagi Santunan untuk Anak Yatim Hingga Santri di Banggai

Bisnis | Kamis, 19 Maret 2026 | 22:12 WIB

Prabowo dan Megawati Bertemu 2 Jam di Istana Merdeka, Bahas Isu Strategis hingga Geopolitik

Prabowo dan Megawati Bertemu 2 Jam di Istana Merdeka, Bahas Isu Strategis hingga Geopolitik

News | Kamis, 19 Maret 2026 | 22:10 WIB

Info Lokasi Salat Idul Fitri Muhammadiyah di Kota Besar Sumsel: Prabumulih, Lubuklinggau, Pagar Alam

Info Lokasi Salat Idul Fitri Muhammadiyah di Kota Besar Sumsel: Prabumulih, Lubuklinggau, Pagar Alam

Sumsel | Kamis, 19 Maret 2026 | 22:06 WIB

Sinopsis Nightmare Bikin Merinding, Kim Nam Gil dan Lee Yoo Mi Hukum Penjahat Lewat Mimpi Neraka

Sinopsis Nightmare Bikin Merinding, Kim Nam Gil dan Lee Yoo Mi Hukum Penjahat Lewat Mimpi Neraka

Entertainment | Kamis, 19 Maret 2026 | 22:00 WIB

Dekat Vatikan, Gema Takbir Idul Fitri 2026 Dirayakan Umat Muslim bersama Warga Lokal

Dekat Vatikan, Gema Takbir Idul Fitri 2026 Dirayakan Umat Muslim bersama Warga Lokal

News | Kamis, 19 Maret 2026 | 21:55 WIB

Bos Djarum Michael Bambang Hartono Wafat, Ini Jadwal Lengkap Pemakamannya di Rembang

Bos Djarum Michael Bambang Hartono Wafat, Ini Jadwal Lengkap Pemakamannya di Rembang

News | Kamis, 19 Maret 2026 | 21:50 WIB

10 Pelanggaran Berat Anwar Sanjaya yang Dinilai Nodai Kesucian Ramadan

10 Pelanggaran Berat Anwar Sanjaya yang Dinilai Nodai Kesucian Ramadan

Bekaci | Kamis, 19 Maret 2026 | 21:41 WIB

Kuda Lumping Diplomasi: Misi Jakarta Merayu Pawang di Panggung Board of Peace

Kuda Lumping Diplomasi: Misi Jakarta Merayu Pawang di Panggung Board of Peace

Your Say | Kamis, 19 Maret 2026 | 21:41 WIB

Kenapa Lebaran Jemaah Tarekat Naqsabandiyah Lebih Cepat dari Muhammadiyah dan Pemerintah

Kenapa Lebaran Jemaah Tarekat Naqsabandiyah Lebih Cepat dari Muhammadiyah dan Pemerintah

Sulsel | Kamis, 19 Maret 2026 | 21:32 WIB

Komnas HAM akan Panggil Panglima TNI, Usut Keterlibatan Anggota BAIS di Kasus Air Keras Andrie Yunus

Komnas HAM akan Panggil Panglima TNI, Usut Keterlibatan Anggota BAIS di Kasus Air Keras Andrie Yunus

News | Kamis, 19 Maret 2026 | 21:25 WIB