SUARA CIANJUR - Kebijakan cuti bersama Idul Adha selama tiga hari berturut-turut pada tanggal 28, 29, dan 30 Juni 2023, menuai sorotan dari mantan Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) dan pengusaha senior, Sofjan Wanandi.
Dalam pernyataannya, Sofjan mengungkapkan kebingungannya terhadap alasan pemerintah dalam menambah libur cuti bersama tersebut.
Menurutnya, kebijakan ini sangat merugikan bagi para pengusaha, dan ia juga mengaku pusing karena tidak memahami alasan di balik penambahan libur cuti bersama.
Sofjan berpendapat bahwa Indonesia seharusnya terus meningkatkan daya saingnya dengan negara-negara lain melalui peningkatan produktivitas.
Semakin banyak libur yang ditambahkan, terutama jika alasannya terkesan aneh, maka daya saing Indonesia akan semakin tertinggal dibandingkan dengan negara-negara lain.
Waktu kerja di Indonesia yang mencapai 40 jam per pekan sudah kalah dibandingkan dengan negara-negara pesaing. Dengan adanya tambahan libur, jam kerja pun semakin berkurang.
Pengusaha tersebut menyatakan bahwa pengurangan jam kerja dapat berdampak negatif terhadap produktivitas dan daya saing ekonomi Indonesia.
Semakin banyak libur yang diberikan kepada pekerja, semakin sedikit waktu yang tersedia untuk meningkatkan efisiensi dan inovasi dalam bisnis.
Sofjan menekankan bahwa produktivitas yang tinggi merupakan kunci utama bagi pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. (*)
Baca Juga: Pegawai KPK Dituduh Pelecehkan Wartawan dalam Pemeriksaan Menteri Pertanian