Kisah Anak Orangutan Kaka, Diselundupkan ke Bogor dan Kini di Sibolangit

Deli | Suara.com

Rabu, 01 Juni 2022 | 14:24 WIB
Kisah Anak Orangutan Kaka, Diselundupkan ke Bogor dan Kini  di Sibolangit
Deli.suara.com

Deli - Tubuhnya masih kecil. Maklum saja usianya baru 3 tahun. Namun, di  usianya yang masih dini, dia sudah dipelihara warga di Bogor, Jawa Barat. Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Jawab Barat yang mendapat informasi pemeliharaanya, langsung datang ke lokasi dan memberi pengertian kepada pemeliharannya bahwa orangutan adalah satwa terancam punah dan dilindungi Undang-undang lalu mengevakuasinya.

Nama orangutan itu Kaka. Saat tiba di kargo Bandara Internasional Kualanamu sekitar pukul 10.00 WIB, Kaka tampak tenang. Perilakunya seperti sudah familiar dengan orang. Tidak terlihat dia meronta-ronta di dalam kandang besinya. Bahkan, ketika petugas yang merupakan dokter hewan memberi botol minum, dia menerimanya. 

Kaka pun celingukan melihat keluar lubang jerjak. Berkali-kali lampu blitz kamera menyala memperlihatkan matanya yang bening, dia tetap santai. Kedua tangannya yang berbulu lebat menggenggam dua botol minuman yang diikat di kandangnya. Tak ada suara teriakannya. Dia terus celingukan. Dalam keterangan tertulis yang diterima dari BBKSDA Sumut, tidak tertulis kapan Kaka diambil dari pemeliharanya. 

Pada 23 Februari 2022, Kaka menjalani perawatan dan pemeriksaan di Pusat Riset Biologi Molekuler Eijkman. Dari tes genetik, diketahui Kaka merupakan orangutan sumatera (Pongo abelii), berasal berasal dari Aceh bagian utara. Plt. Kepala BBKSDA Sumut, Irzal Azhar mengatakan orangutan merupakan penyerahan masyarakat di Bogor dan sudah melalui tahap pemeriksaan kesehatan oleh Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesi (YIARI). 

"Teman-teman BBKSDA Jawa Barat telah lakukan pemeriksaan sampel darah, genetik, itu adalah orangutan sumatera. Atas inisiatif kita semua dikirim ke Sumut untuk direhabilitasi ke Batumbelin, sehingga nantinya siap dilepasliarkan," katanya. 

Setelah tiba di kargo, Kaka dibawa ke lokasi rehabilitasi di Batu Mbelin, Kecamatan Sibolangit, Deli Serdang. Tempat itu dikelola oleh Yayasan Ekosistem Lestari (YEL/SOCP), mitra BBKSDA Sumut. Pemindahan Kaka mengacu pada Surat Edaran Direktur Jenderal KSDAE bernomor : SE.4/KSDAE/KKH/KSA/4/2020 tanggal 9 April 2022 tentang panduan teknis pencegahan Covid-19 pada manusia dan satwa liar. 

Sebagai satwa yang berstatus terancam punah, siapapun yang memelihara, memiliki meniagakan, hingga membunuh dapat dijerat dengan Pasal 21 ayat 2 huruf a jo pasal 40 UU No. 5/1990 tentang konservasi sumber daya alam dan ekosistemnya dengan ancaman hukuman penjara maksimal 5 tahun dan denda Rp 100 juta. 

Saat ini, populasi orangutan sumatera diperkirakan semakin menurun. Berdasarkan data Population and habitat viability assesment (PHVA) tahun 2016 sebanyak 14.630 individu di Aceh dan Sumatera Utara. Kemudian November 2017 telah dideklarasikan ornagutan tapanuli (Pongo tapanuliensis) di Ekosistem Batang Toru sebanyak 577 - 760 individu. 

Di kesempatan yang sama, Kepala Bidang KSDA Silayah I Bogor, BBKSDA Jawa Barat, Lana Sari mengatakan, pihaknya mengetahui adanya orangutan dipelihara setelah mendapat laporan dari masyarakat. Laporan itu ditindaklanjutinya dengan langsung meluncur ke lokasi dan setelah mendapati orangutan itu melakukan upaya persuasif kepada pemeliharanya agar dikembalikan. 

Lana mengaku tidak tahu berapa lama Kaka dipelihara. Pihaknya juga tidak melakukan penelusuran siapa pemelihara ataupun orang yang memberikan orangutan tersebut. Tak cuma itu, pihaknya juga tidak melakukan pengejaran atau melaporkannya ke Balai Penegakan Hukum Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI. (Balai Gakkum KLHK RI). 

"Yang bersangkutan mengatakan menerima dari hibah orang. Jadi kami ambil opsi pembinaan ketika yang bersangkutan bersedia menyerahkan maka kami tidak jadikan itu kasus," katanya. 

Lana menyatakan pihaknya mendapatkan laporan dari warga atas pemeliharaan tersebut dan bukan dari pemeliharanya yang menyerahkan secara sukarela. "Masyarakat yang melaporkan. (awalnya bukan penyerahak sukarela) Iya. Tapi setelah mendapat pembinaan dari kami bahwa ini satwa dilindungi, kalaupun mau memelihara harus punya izin dan kami sampaikan pesan konservasi bahwa sebaiknya ini di habitatnya, kemudian mau kembalikan," katanya. 

Diketahui, induk orangutan bagaimanapun akan selalu bersama anaknya. Dalam kasus tindak pidana perdagangan orangutan yang masih berusia anakan, maka dipastikan induk orangutan sudah dihabisi sebelumnya. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Liburan ke Bogor Makin Lengkap, Nonton Sunset di Kebun hingga Healing ke Curug

Liburan ke Bogor Makin Lengkap, Nonton Sunset di Kebun hingga Healing ke Curug

Lifestyle | Sabtu, 09 Mei 2026 | 09:56 WIB

'Takut Diamuk Massa': Alasan Klasik di Balik Tabrak Lari, Mengapa Jalanan Kita Begitu Beringas?

'Takut Diamuk Massa': Alasan Klasik di Balik Tabrak Lari, Mengapa Jalanan Kita Begitu Beringas?

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 08:07 WIB

Kabur ke Bogor, Motif Pelaku Bacok Karyawan Roti di Cengkareng Ternyata Gara-gara Nyaris Senggolan!

Kabur ke Bogor, Motif Pelaku Bacok Karyawan Roti di Cengkareng Ternyata Gara-gara Nyaris Senggolan!

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 16:24 WIB

Dorong Pembangunan Sekolah Rakyat di Banggai, Wamensos: Ini Perintah Presiden

Dorong Pembangunan Sekolah Rakyat di Banggai, Wamensos: Ini Perintah Presiden

News | Kamis, 16 April 2026 | 19:30 WIB

Cuaca Ekstrem Terjang Bogor, Satu Warga Tewas Tertimpa Pohon dan Puluhan Terdampak Banjir

Cuaca Ekstrem Terjang Bogor, Satu Warga Tewas Tertimpa Pohon dan Puluhan Terdampak Banjir

News | Jum'at, 01 Mei 2026 | 22:16 WIB

Ekonomi Aceh Tamiang Mulai Bangkit, Aktivitas Pasar Kembali Ramai

Ekonomi Aceh Tamiang Mulai Bangkit, Aktivitas Pasar Kembali Ramai

News | Jum'at, 01 Mei 2026 | 19:07 WIB

Tri Tito Karnavian Tekankan Implementasi 6 SPM di Peringatan Hari Posyandu Nasional

Tri Tito Karnavian Tekankan Implementasi 6 SPM di Peringatan Hari Posyandu Nasional

News | Kamis, 30 April 2026 | 21:13 WIB

Respons Pratikno Soal Kasus Daycare Aceh: Ada Proses Hukum, Trauma Healing hingga Penutupan

Respons Pratikno Soal Kasus Daycare Aceh: Ada Proses Hukum, Trauma Healing hingga Penutupan

News | Kamis, 30 April 2026 | 19:11 WIB

Ketum Posyandu Tri Tito Karnavian Dorong Pemulihan Warga Huntara Aceh Utara: Bansos dan Senam Sehat

Ketum Posyandu Tri Tito Karnavian Dorong Pemulihan Warga Huntara Aceh Utara: Bansos dan Senam Sehat

News | Kamis, 30 April 2026 | 19:01 WIB

Marak Kasus Kekerasan Anak, Menko PMK Instruksikan Pemda Audit Seluruh Daycare

Marak Kasus Kekerasan Anak, Menko PMK Instruksikan Pemda Audit Seluruh Daycare

News | Kamis, 30 April 2026 | 19:00 WIB

Terkini

Moisturizer Labore untuk Apa? Segini Harganya untuk Perbaiki Skin Barrier Wajah

Moisturizer Labore untuk Apa? Segini Harganya untuk Perbaiki Skin Barrier Wajah

Lifestyle | Minggu, 10 Mei 2026 | 11:20 WIB

5 Cleansing Balm Lokal Ampuh Hempas Komedo, Wajah Jadi Bersih Seketika!

5 Cleansing Balm Lokal Ampuh Hempas Komedo, Wajah Jadi Bersih Seketika!

Your Say | Minggu, 10 Mei 2026 | 11:20 WIB

Respons Berkelas John Herdman Usai Timnas Indonesia Masuk Grup F

Respons Berkelas John Herdman Usai Timnas Indonesia Masuk Grup F

Bola | Minggu, 10 Mei 2026 | 11:14 WIB

Diam-diam Rilis Versi Mewah: Suzuki Hadirkan Mobil Pekerja Keras Murah, Bisa Jadi Andalan Keluarga

Diam-diam Rilis Versi Mewah: Suzuki Hadirkan Mobil Pekerja Keras Murah, Bisa Jadi Andalan Keluarga

Otomotif | Minggu, 10 Mei 2026 | 11:13 WIB

Puluhan Warga Inggris Korban Wabah Hantavirus Kapal Pesiar Diisolasi Ketat

Puluhan Warga Inggris Korban Wabah Hantavirus Kapal Pesiar Diisolasi Ketat

News | Minggu, 10 Mei 2026 | 11:05 WIB

Analis Intelijen Barat Puji Iran Tetap Kokoh Meski Selat Hormuz Digempur AS

Analis Intelijen Barat Puji Iran Tetap Kokoh Meski Selat Hormuz Digempur AS

News | Minggu, 10 Mei 2026 | 11:05 WIB

Pesan Haru Lionel Messi Agar Neymar Kembali Jadi Tulang Punggung Brasil di Piala Dunia 2026

Pesan Haru Lionel Messi Agar Neymar Kembali Jadi Tulang Punggung Brasil di Piala Dunia 2026

Bola | Minggu, 10 Mei 2026 | 11:05 WIB

Bukan Cinta Biasa: Pelajaran Hidup tentang 'Tumbuh Bersama' dari Film Shaka Oh Shaka

Bukan Cinta Biasa: Pelajaran Hidup tentang 'Tumbuh Bersama' dari Film Shaka Oh Shaka

Your Say | Minggu, 10 Mei 2026 | 11:05 WIB

Disoraki Publik Anfield, Arne Slot Ungkap Alasan Ganti Rio Ngumoha di Laga Liverpool Vs Chelsea

Disoraki Publik Anfield, Arne Slot Ungkap Alasan Ganti Rio Ngumoha di Laga Liverpool Vs Chelsea

Bola | Minggu, 10 Mei 2026 | 11:04 WIB

Masuk Grup Neraka Piala Asia 2027, Ranking FIFA Timnas Indonesia Kalah Jauh dari Jepang hingga Qatar

Masuk Grup Neraka Piala Asia 2027, Ranking FIFA Timnas Indonesia Kalah Jauh dari Jepang hingga Qatar

Bola | Minggu, 10 Mei 2026 | 11:04 WIB