Deli - Menempuh jarak hingga 636 km dari Barumun Sanctuary di Desa Batu Nanggar, Kecamatan Batang Onang, Kabupaten Padanglawas, Sumatera Utara, dua harimau sumatera bernama Surya Manggala dan Citra Kartini dilepasliarkan di Taman Nasional Kerinci Seblat di Kabupaten Kerinci (TNKS), Provinsi Jambi. Pelepasliaran itu untuk menghindari terjadinya inbreeding atau kawin sedarah.
Plt. Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Sumatera Utara (BBKSDA Sumut), Irzal Azhar mengatakan, keduanya selama ini direhabilitasi di suaka satwa (sanctuary) harimau sumatera Barumun atau juga dikenal dengan Barumun Sanctuary, di Desa Batu Nanggar, Kecamatan Batang Onang, Kabupaten Padanglawas, Sumatera Utara.
Pelepasliaran itu berada di zona inti Taman Nasional Kerinci Seblat di Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi. Pada Senin (6/6/2022) petang, keduanya tiba di kantor Balai Besar TNKS dan akan dilepasliarkan pada Selasa (7/6/2022). Pelepasliaran ini, kata Irzal, sekaligus untuk memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia pada 5 Juni 2022.
"Pelepasliaran itu juga untuk menghindari inbreeding atau kawin kerabat yang dapat menurunkan kualitas genetis keturunan harimau," katanya.
Dijelaskannya Barumun Sanctuary ini sendiri merupakan tempat tempat untuk mengelola, merawat dan merehabilitasi harimau korban konflik, sakit atau yang mau dilepasliarkan berdasarkan keputusan Direktur Jenderal Konservasi SDAE nomor SK.373/KSDAE/SET/2026. Di tempat itu, Surya Manggala dan Citra Kartini dirawat secara alami bersama induknya.
"Dan diberikan pakan hidup secara rutin berupa bagi hutan, , kelinci, ayam liar dan lain sebagainya," katanya.
Begitu juga dengan perilakunya, diamati secara teratur melalui CCTV. Keduanya tumbuh dan besar secara alami di dalam kandang dengan campur tangan manusia yang sangat minim. Keberadaan kedua harimau di sanctuary itu, lanjut Irzal, BBKSDA Sumut mendapat dukungan dari Yayasan Parsamuhan Bodichita Mandala Medan, TFCA Sumatera, PT Agincourt Resources dan pengamantan medis dokter hewan.
Pada tahap persiapan, tanggal 3 - 4 Juni 2022, dua harimau itu telah dipasang GPS collar dari Direktorat KKHSG Ditjend KSDAE untuk memantau pergerakan harimau sumatera pasca lepas liar. Data hasil pemantauan ini sangat penting sebagai bahan evaluasi dan pengelolaan harimau mendatang di habitat alaminya.
Bersamaan dengan pemasangan GPS collar, dilakukan pengecekan kesehatan terakhir dan hasilnya, Surya Manggala memiliki berat badan 122 kg, tinggi 75 cm, panjang 251 cm. Sedangkan Citra Kartini, berat badannya 88 kg, tinggi 72 cm, panjang 240 cm. Secara umum, keduanya dalam kondisi sehat dan layak untuk dilepasliarkan sesuai rekomendasi dari dokter hewan.
Kedua harimau itu diberangkatkan lewat jalur darat dari Sanctuary Barumun Tapanuli Selatan, melalui Kota Padangsidimpuan - Panyabungan - Bukit Tinggi - Solok Surian - Sungai Penuh Kerinci menuju Bandara Depati Parbo, Kabupaen Kerinci, Provinsi Jambi yang jaraknya 636 km.