8. Rurun-rurun Beru Sembiring, yaitu: ROGOT = Beru Sembiring Guru Kinayan; LENCANG = Beru Sembiring; TAJAK = Beru Sembiring Depari; TEKANG = Beru Sembiring Milala; NANIT = Beru Sembiring Maha; LEGAM = Beru Sembiring Depari; MAGAR = Nini Sembiring Berahmana Limang.
9. Rurun-rurun Beru Tarigan, yaitu: DOMBAT = Beru Tarigan Rumah Jahe Juhar; PAGIT = Beru Tarigan Sibero Juhar; KERNA = Beru Tarigan Sibero Rumah Julu; OMBAR = Beru Tarigan Gersang Pergendangen.
10. Rurun-rurun Perangin-angin, yaitu: AMO= Beru Perangin-angin Jambur Beringen; GIRIK = Beru Perangin-angin Bangun; GOMOK = Beru Perangin-angin Kuta Buluh; JENGOK = Beru Perangin-angin Sebayang; LOMPOH = Beru Perangin-angin Pinem; OKUP = Nini Perangin-angin Bangun; TANGGAM = Beru Perangin-angin Jinabun; NGEMBAN = Beru Perangin-angin Sinurat.
Nah, Pembaca yang budiman, kiranya tulisan singkat ini dapat menambah pengetahuan kita bersama. Kalau ada teman, sanak famili atau teman sejawat kita dengan marga atau beru sebagaimana disebut diatas, cobalah panggil dengan nama rurunnya. Saya yakin mereka pasti tersenyum simpul dan akan bertanya, ”dari mana kamu tahu?”, dan hubungan kita dengan mereka akan semakin akrab serta sangat berpotensi menjadikan persahabatan yang kental. Ataupun di suatu ketika bila pembaca bertugas di Kecamatan Payung misalnya, lalu pada suatu rapat, ditemukan usulan ketua “Teger”, Sekretaris “Teger” sampai seksi parkirpun diusulkan “Teger” janganlah sampai pusing tujuh keliling. Sebap yang dimaksudkan tentu saja orang yang berbeda-beda.
Akhir kata, benar sekali apa yang dulu dikatakan Pa Bahung, katanya : “sitandan me kite-kitena kita banci sikeleng-kelengen, la siangkan me erban melukah kita sikeng-kengen” (Tak kenal maka tak sayang).
(Betlehem Ketaren)