100 Hari Kerja Menteri Perdagangan, Pengusaha Berikan Penilaian Positif

Deli Suara.Com
Senin, 26 September 2022 | 13:34 WIB
100 Hari Kerja Menteri Perdagangan, Pengusaha Berikan Penilaian Positif
Menteri Perdagangan, Zulkifli Hasan. (Foto: Istimewa)

Deli.Suara.com – Pelaku usaha yang tergabung dalam asosiasi lintas usaha memberikan penilaian positif terhadap kinerja 100 hari Kementerian Perdagangan di bawah pimpinan Menteri Zulkifli Hasan.

Para pengusaha memberikan nilai biru untuk rapor 100 hari kerja Menteri Perdagangan.

Ketua Bidang Komunikasi Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia atau GAPKI, Tofan Mahdi berharap Kementerian Perdagangan (Kemendag) di bawah pimpinan Zulkifli Hasan terus mendukung keberlanjutan usaha perkelapasawitan di tanah air.

“Harapan kami adalah bahwa pemerintah dalam hal ini Kementerian Perdagangan agar selalu mendukung keberlanjutan usaha perkelapasawitan di Indonesia baik di sektor hulu maupun hilir,” ucap Tofan Mahdi, Senin (26/9/2022).

Tofan Mahdi menerangkan, dukungan Mendag terkait keberlanjutan usaha perkelapasawitan diperlukan karena sektor kelapa sawit ini telah terbukti menjadi tulang punggung perekonomian nasional.

“Jika sektor kelapa sawit sudah hampir dua dekade telah terbukti menjadi tulang punggung perekonomian nasional. Khususnya dalam kontribusinya terhadap pendapatan devisa ekspor, pendapatan pajak dan penyerapan tenaga kerja,” papar Tofan.

Tofan menekankan, pentingnya menjaga keberlanjutan usaha perkelapasawitan di tanah air karena saat ini sebanyak 17 juta petani dan pekerja di sektor kelapa sawit.

“Ada 17 juta petani dan pekerja di sektor kelapa sawit. Ini harus dijaga keberlanjutan usahanya. Atas dasar itu, kami siap mendukung dan melaksanakan kebijakan Mendag terkait komoditas minyak sawit,” tandas Tofan Mahdi.

Dalam paparan 100 hari kinerjanya sebagai Mendag, Zulkifli Hasan memaparkan lima pencapaian yang diraihnya.

Baca Juga: Tes Psikologi: Objek Pertamakali Anda Lihat, Menentukan Kepribadianmu

Pertama, keberhasilan menstabilisasi ketersediaan bahan pokok. Khusus harga minyak goreng, pria yang akrab disapa Zulhas menyebut tingkat keberhasilannya mencapai 101,4 persen.

Dari harga minyak goreng yang awalnya Rp16.400 per liter, kini telah turun di bawah harga eceran tertinggi menjadi rata-rata Rp13.800 per liter. Selain itu, ketersediaan minyak goreng curah rakyat, telah mencapai 97,05 persen.

“Menjaga ketersediaan bahan pokok khususnya pangan secara merata dengan harga terjangkau oleh masyarakat adalah tugas Kementerian Perdagangan,” ucap Zulhas.

Ia juga menuturkan, kinerjanya telah menjadikan perkembangan inflasi year on year Agustus 2022 masih di level aman yaitu 4,69 persen dengan kisaran target tahun 2022 pada rentang 2 sampai 4 persen.

Kedua, surplusnya neraca perdagangan dan peningkatan volume ekspor. Neraca perdagangan Januari sampai Agustus terhitung surplus Rp34,92 miliar. 

Sedangkan total ekspor Januari hingga Agustus Rp194,60 miliar. Angka ekspor itu meningkat sekitar 34,42 persen dibandingkan tahun 2021.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI