Termasuk HIV, Ini Jenis Penyakit yang Dilarang Terapi Bekam

Deli

Selasa, 27 September 2022 | 11:50 WIB
Termasuk HIV, Ini Jenis Penyakit yang Dilarang Terapi Bekam
bekam

Bekam adalah salah satu pengobatan tradisional Cina yang cukup populer dan diminati masyarakat Indonesia. Namun menurut praktisi pengobatan, dr. Zaidul Akbar ada sembilan jenis penyakit yang dilarang menjalani terapi bekam. Satu di antaranya adalah penderita HIV.

Bekam banyak jenisnya, bahkan tidak hanya menggunakan cawan khusus, ada juga bekam yang menggunakan tanduk binatang.

Bekam sendiri bermanfaat untuk mengeluarkan racun dalam tubuh, memperlancar aliran darah dan meningkatkan kekeballan tubuh. Terapi ini juga mampu membantu meredakan nyeri dan atlet pun sering melakukan bekam untuk kesehatannya.

Namun tahukah Anda bahwa ternyata tidak semua orang bisa melakukan terapi bekam. Ada beberapa orang yang dilarang berbekam karena beresiko memperparah kondisinya menurut dr. Zaidul Akbar.

1. Penderita HIV

Penderita HIV pada dasarnya boleh dibekam, namun harus dengan cara khusus agar aman. Hal utu membuat pendeirta HIV masuk kategori kontraindikasi relatif.

Apabila berbekam harus dilakukan dengan ketat agar darah yang keluar tidak sampai terkena orang yang membekam.

“Ini hubungannya dengan darah, artinya jangan sampai saat bekam terjadi perlukaan kemudian darahnya itu nanti kena ke orang yang membekam,” katanya.

2. Wanita Hamil

baca juga

Wanita hami termasuk kategori kontraindikasi relatif. Artinya boleh dibekam apabila kondisinya kuat.

Namun, apabila kondisinya lemah menurut dr. Zaidul Akbar ada pakar kesehatan yang melarang untuk berbekam.

3. Penderita Anemia

Bagi orang yang menderita anemia bekam justru dilarang karena bisa berbahaya. Sehingga oenderita anemia masuk kategori kontraindikasi mutlak.

Penderita anemia merupakan orang yang kekurangan sel darah merah, sehingga saat dibekam akan semakin berkurang. “Orang-orang dengan anemia berat biasanya tidak kita sarankan untuk berbekam,” katanya.

4. Vitalitas Lemah

Orang yang memiliki vitalitas tubuh lemah dilarang berbekam menurut dr. Zaidul Akbar, sehingga masuk kategori kontraindikasi mutlak.

Jenis orang yang punya vitalitas tubuh lemah akan semakin drop kondisinya karena darahnya dikeluarkan. “Orang-orang dengan vitalitas tubuh yang ngedrop ya itu tidak kita sarankan bekam,” ujarnya.

5. Hipertensi

Orang yang punya penyakit hipertensi dilarang berbekam karena akan semakin menurunkan kesehatannya.

Penderita hipertensi sebaiknya dinormalkan terlebih dahulu tekanan darahnya, baru bisa dibekam. Hal itu membuat penderita hipertensi saat kambuh merupakan orang yang kontraindikasi mutlak untuk dibekam.

6. Wanita Haid

Wanita haid pada dasarnya tidak dilarang untuk dibekam, baik secara medis atau pun sunnah, seingga masuk kategori kontraindikasi relatif.

Namun, dr. Zaidul Akbar menganjurkan agar wanita haid menyelesaikan masanya terlebih dahulu baru dibekam.Hal itu karena kondisi mood atau perasaan wanita haid yang kadang berada di titik terendah.

7. Penderita Tumor

Sama seprtti penderita luka pada kulit, orang yang memiliki tumor dilarang berbekam pada area tumbuhnya penyakit tersebut. Hal ini justru akan memperparah kondisi tumor yang ada karena terluka akibat bekam.

Penderita tunor masuk kategori kontraindikasi relatif, karena boleh dibekam asal tidak pada tempat tumbuhnya penyakit.

8. Penderita Luka di Kulit

Bagi orang yang punya luka di kulit diakibatkan jamur dan bakteri, seperti panu pada dasarnya boleh dibekam.

Namun, orang-orang tersebut tidak boleh dibekam pada posisi tepat di atas luka yang ada di tubuhnya, sehingga masuk kategori kontraindikasi relatif.

9. Kejang

Orang yang punya penyakit kejang-kejang termasuk kategori kontraindikasi mutlak untuk dibekam. Ini dikarenakan bekam bisa memperburuk penyakit kejang-kejang yang sedang dideritanya tersebut.

Demikian beberapa kondisi penyakit yang dilarang terapi bekam. dr. Zaidul Akbar menganjurkan, sebelum bekam cobalah untuk mengetes kondisi tubuh dulu termasuk mengecek tensi darah.

(Steven Bangun)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ingin Akupuntur Tapi Takut Jarum, Siasati dengan Terapi Yang Sheng

Ingin Akupuntur Tapi Takut Jarum, Siasati dengan Terapi Yang Sheng

Deli | Selasa, 27 September 2022 | 08:46 WIB

Tips Kesehatan dr.Zaidul Akbar, Kuatkan Organ Inti Dalam Tubuh dengan 3 Helai Bahan Herbal Bernama Saffron

Tips Kesehatan dr.Zaidul Akbar, Kuatkan Organ Inti Dalam Tubuh dengan 3 Helai Bahan Herbal Bernama Saffron

Cianjur | Selasa, 27 September 2022 | 08:00 WIB

Kembang Sepatu Ternyata Bisa Jadi Obat Atasi Sakit Sariawan, Simak Racikan Ala dr.Zaidul Akbar

Kembang Sepatu Ternyata Bisa Jadi Obat Atasi Sakit Sariawan, Simak Racikan Ala dr.Zaidul Akbar

Cianjur | Selasa, 27 September 2022 | 07:00 WIB

Terkini

Kementerian Ekraf Perluas Pasar Produk Kreatif ke Kanada

Kementerian Ekraf Perluas Pasar Produk Kreatif ke Kanada

Bisnis | Sabtu, 04 Juli 2026 | 23:57 WIB

Total Jadi 27 Orang, Seretan Tersangka Kekerasan Anak di Daycare Little Aresha Kian Panjang

Total Jadi 27 Orang, Seretan Tersangka Kekerasan Anak di Daycare Little Aresha Kian Panjang

Jogja | Sabtu, 04 Juli 2026 | 22:37 WIB

Bayi Sengaja Ditinggal di Toilet Kereta Eksekutif KA Sancaka Jurusan Jogja - Surabaya

Bayi Sengaja Ditinggal di Toilet Kereta Eksekutif KA Sancaka Jurusan Jogja - Surabaya

Jogja | Sabtu, 04 Juli 2026 | 22:29 WIB

Kemnaker Klaim Belum Ada Laporan PHK di TikTok Tokopedia

Kemnaker Klaim Belum Ada Laporan PHK di TikTok Tokopedia

Bisnis | Sabtu, 04 Juli 2026 | 21:28 WIB

Satu Wewangian Tak Lagi Cukup, Tren Memilih Parfum Berdasarkan Suasana Hati Makin Populer

Satu Wewangian Tak Lagi Cukup, Tren Memilih Parfum Berdasarkan Suasana Hati Makin Populer

Lifestyle | Sabtu, 04 Juli 2026 | 20:52 WIB

Program 'Speling' Jateng di Banyumas, Wagub Taj Yasin Dekatkan Dokter Spesialis ke Tingkat Kecamatan

Program 'Speling' Jateng di Banyumas, Wagub Taj Yasin Dekatkan Dokter Spesialis ke Tingkat Kecamatan

News | Sabtu, 04 Juli 2026 | 20:49 WIB

6 Shio yang Berpotensi Dapat Keberuntungan dan Kesuksesan 5 Juli 2026

6 Shio yang Berpotensi Dapat Keberuntungan dan Kesuksesan 5 Juli 2026

Lifestyle | Sabtu, 04 Juli 2026 | 20:36 WIB

4 Krim Malam Terbaik untuk Hempas Flek Hitam Usia 40 Tahun Berdasarkan Review

4 Krim Malam Terbaik untuk Hempas Flek Hitam Usia 40 Tahun Berdasarkan Review

Lifestyle | Sabtu, 04 Juli 2026 | 20:34 WIB

Muhammadiyah Ingatkan Pemerintah: Jangan Ada Militerisasi di Kehidupan Sipil

Muhammadiyah Ingatkan Pemerintah: Jangan Ada Militerisasi di Kehidupan Sipil

Jogja | Sabtu, 04 Juli 2026 | 20:24 WIB

Buka-bukaan Robi Darwis Ungkap Alasan Tinggalkan Persib Demi Gabung Arema FC

Buka-bukaan Robi Darwis Ungkap Alasan Tinggalkan Persib Demi Gabung Arema FC

Bogor | Sabtu, 04 Juli 2026 | 20:14 WIB

×