Tragedi Stadion Kanjuruhan Renggut 182 Nyawa, dr Tirta: Gas Air Mata Bikin Suporter Terkena Hipoksia

Deli

Minggu, 02 Oktober 2022 | 11:56 WIB
Tragedi Stadion Kanjuruhan Renggut 182 Nyawa, dr Tirta: Gas Air Mata Bikin Suporter Terkena Hipoksia
Tangkapan layar kerusuhan di Stadion Kanjuruhan. (Twitter)

Deli.Suara.com - Tragedi Stadion Kanjuruhan yang merenggut seratusan nyawa memantik kecaman dari berbagai publik di tanah air.

Hingga, Minggu (2/10/2022) siang ini, tercatat 182 orang meninggal dunia akibat kejadian ini. Dan ada kemungkinan angka ini terus bertambah.

Kejadian ini membuat Dokter Tirta angkat bicara mengenai tragedi yang mengguncang dunia sepakbola di tanah air. Ia pun menyayangkan penggunaan gas air mata untuk meredam kerusuhan di dalam stadion.

"Penggunaan gas air mata di stadion sudah dilarang oleh FIFA. Akibat gas air mata, banyak suporter terinjak injak. Panpel dan polri harus segera menjawab hal ini," cuit dr Tirta lewat Twitter, Minggu (2/10/2022).

Ia mengatakan dalam pertandingan derbi yang mempertemukan Arema FC vs Persebaya Surabaya, potensi gesekan pasti terjadi. 

"Dalam pertandingan derbi, potensi gesekan itu pasti terjadi. Kerusuhan dan suporter masuk lapangan pasti ada kemungkinan. Tapi bukan dengan cara gas air mata," kata dr Tirta.

Dokter sekaligus pengusaha dan influencer ini menyampaikan kalau penggunaan gas air mata membuat penonton panik dan berdesakan dan akhirnya menjadi hipoksia.

Hipoksia adalah tidak adanya cukup oksigen dalam jaringan untuk mempertahankan fungsi tubuh, dan ini fatal.

"Menembakkan gas air mata, akan  membuat suporter berdesak-desakkan cari pintu keluar, dan akhirnya jadi hipoksia," kata dr Tirta.

Sebelumnya, diberitakan sebanyak seratusan orang dilaporkan meninggal dunia dalam tragedi yang terjadi di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur, pascapertandingan antara Arema FC vs Persebaya Surabaya.

Kapolda Jawa Timur Irjen Pol. Nico Afinta dalam jumpa pers di Kabupaten Malang, Jawa Timur, Minggu, menyebutkan dua dari 127 orang yang meninggal dunia tersebut merupakan anggota Polri.

"Dalam kejadian itu, telah meninggal 127 orang; dua diantaranya adalah anggota Polri," kata Nico di Malang.

Dia menjelaskan sebanyak 34 orang dilaporkan meninggal dunia di Stadion Kanjuruhan, sementara sisanya meninggal dunia saat mendapatkan pertolongan di sejumlah rumah sakit setempat.

Menurut Nico, sesungguhnya, pertandingan di Stadion Kanjuruhan awalnya berjalan dengan lancar. Namun, setelah permainan berakhir, sejumlah pendukung Arema FC merasa kecewa dan beberapa di antara mereka turun ke lapangan untuk mencari pemain dan ofisial.

Petugas pengamanan kemudian melakukan upaya pencegahan dengan melakukan pengalihan agar para suporter tersebut tidak turun ke lapangan dan mengejar pemain. Dalam prosesnya, akhirnya petugas melakukan tembakan gas air mata.

Menurutnya, penembakan gas air mata tersebut dilakukan karena para pendukung tim berjuluk Singo Edan yang tidak puas dan turun ke lapangan itu telah melakukan tindakan anarkis dan membahayakan keselamatan para pemain dan ofisial.

"Karena gas air mata itu, mereka pergi keluar ke satu titik, di pintu keluar. Kemudian terjadi penumpukan dan dalam proses penumpukan itu terjadi sesak nafas, kekurangan oksigen," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Perintah Khusus Jokowi Ke Kapolri: Usut Tuntas Tragedi Di Stadion Kanjuruhan

Perintah Khusus Jokowi Ke Kapolri: Usut Tuntas Tragedi Di Stadion Kanjuruhan

News | Minggu, 02 Oktober 2022 | 11:50 WIB

Persib Sampaikan Duka Cita, Liga 1 Ditunda dan Laga Persib vs Persija Urung Digelar

Persib Sampaikan Duka Cita, Liga 1 Ditunda dan Laga Persib vs Persija Urung Digelar

Soreang | Minggu, 02 Oktober 2022 | 11:47 WIB

Duka Cita Suporter Semen Padang FC Atas Tragedi Stadion Kanjuruan, Spartack: Sepak Bola Hanyalah Hiburan

Duka Cita Suporter Semen Padang FC Atas Tragedi Stadion Kanjuruan, Spartack: Sepak Bola Hanyalah Hiburan

Sumbar | Minggu, 02 Oktober 2022 | 11:45 WIB

Aturan FIFA Tidak Boleh Bawa Gas Air Mata dan Senjata Api ke Stadion, IPW: Tim Pencari Fakta Harus Ungkap

Aturan FIFA Tidak Boleh Bawa Gas Air Mata dan Senjata Api ke Stadion, IPW: Tim Pencari Fakta Harus Ungkap

Banten | Minggu, 02 Oktober 2022 | 11:44 WIB

Korban Stadion Kanjuruhan Bertambah, Ini Sederet Peristiwa Sepak Bola Paling Horor

Korban Stadion Kanjuruhan Bertambah, Ini Sederet Peristiwa Sepak Bola Paling Horor

Sumsel | Minggu, 02 Oktober 2022 | 11:44 WIB

Diduga Menjadi Penyebab Kematian Ratusan Orang di Stadion Kanjuruhan, Pakar Jelaskan Bahayanya Gas Air Mata

Diduga Menjadi Penyebab Kematian Ratusan Orang di Stadion Kanjuruhan, Pakar Jelaskan Bahayanya Gas Air Mata

Surakarta | Minggu, 02 Oktober 2022 | 11:37 WIB

Kronologi Lengkap Tragedi Kanjuruhan 1 Oktober 2022, Versi Suporter Arema FC yang Selamat

Kronologi Lengkap Tragedi Kanjuruhan 1 Oktober 2022, Versi Suporter Arema FC yang Selamat

Denpasar | Minggu, 02 Oktober 2022 | 11:34 WIB

Terkini

Hari Pertama BTN JAKIM 2026 Meriah, Ribuan Pelari Padati Kawasan GBK

Hari Pertama BTN JAKIM 2026 Meriah, Ribuan Pelari Padati Kawasan GBK

News | Sabtu, 13 Juni 2026 | 07:33 WIB

Drama Tujuh Jam Pemadaman Api di Gudang Raksasa Jombang

Drama Tujuh Jam Pemadaman Api di Gudang Raksasa Jombang

Jatim | Sabtu, 13 Juni 2026 | 07:27 WIB

Bebas dari Masa Sulit, 4 Zodiak Ini Diprediksi Jalani Hari Mulus pada 13 Juni 2026

Bebas dari Masa Sulit, 4 Zodiak Ini Diprediksi Jalani Hari Mulus pada 13 Juni 2026

Lifestyle | Sabtu, 13 Juni 2026 | 07:20 WIB

Di Balik Narasi 'BBM Non-Subsidi': Mengapa Rakyat Kecil Tetap Tercekik Kenaikan Harga Pertamax?

Di Balik Narasi 'BBM Non-Subsidi': Mengapa Rakyat Kecil Tetap Tercekik Kenaikan Harga Pertamax?

News | Sabtu, 13 Juni 2026 | 07:15 WIB

Elegi Hujan Bulan Juni: Merawat Tabah di Tengah Badai Rupiah yang Tiarap

Elegi Hujan Bulan Juni: Merawat Tabah di Tengah Badai Rupiah yang Tiarap

Your Say | Sabtu, 13 Juni 2026 | 07:15 WIB

Sensasi Meniti Awan: Jembatan Kaca Bromo Siap Manjakan Wisatawan Mulai Juni 2026

Sensasi Meniti Awan: Jembatan Kaca Bromo Siap Manjakan Wisatawan Mulai Juni 2026

Jatim | Sabtu, 13 Juni 2026 | 07:14 WIB

Laut Bercerita Akhirnya Difilmkan: Sebuah Pengingat Akan Luka yang Belum Usai

Laut Bercerita Akhirnya Difilmkan: Sebuah Pengingat Akan Luka yang Belum Usai

Your Say | Sabtu, 13 Juni 2026 | 06:55 WIB

Terpopuler: Top 5 Sepatu Recovery Run Lokal, Cara Nonton Piala Dunia 2026 lewat MAXStream TV

Terpopuler: Top 5 Sepatu Recovery Run Lokal, Cara Nonton Piala Dunia 2026 lewat MAXStream TV

Lifestyle | Sabtu, 13 Juni 2026 | 06:50 WIB

Terpopuler: 4 Mobil Seharga Aerox, Spesifikasi Motor Matic dan Mobil Kawasaki Harga Miliaran

Terpopuler: 4 Mobil Seharga Aerox, Spesifikasi Motor Matic dan Mobil Kawasaki Harga Miliaran

Otomotif | Sabtu, 13 Juni 2026 | 06:45 WIB

5 Shio Paling Beruntung 13 Juni 2026: Panen Rezeki dan Peluang Emas di Akhir Pekan

5 Shio Paling Beruntung 13 Juni 2026: Panen Rezeki dan Peluang Emas di Akhir Pekan

Lifestyle | Sabtu, 13 Juni 2026 | 06:32 WIB