Pernyataan Presiden tersebut sontak mengundang banyak respons dari warganet, Jokowi bahkan disebut pasang badan untuk tim kepolisian.
“Problemnya tangga curam, pintu terkunci, penonton panik. Memerintahkan Kementerian PU audit infrastruktur. Presiden enggak mention gas air mata dan aparat,” komentar netizen.
“Penyebab utamanya karena ada tembakan gas air mata ke tribun penonton, bukan karena tangga Pakde. Emangnya Kanjuruhan baru sekali ini dipakai? Udah berkali-kali dipakai. Nggak ada yang meninggal karena tangga. Ambyar Pakde,” ujar warganet lainnya.
“Argumen yang paling menguntungkan buat situasi politik beliau, polisi enggak disalahkan, federasi status quo, memberi justifikasi untuk pembangunan infrastruktur,” tambah warganet.
“Lo mau berharap apa lagi coba untuk ngatasin brutalnya institusi keamanan kalau benar orang nomer 1 udah bilang gini,” tulis netizen di kolom komentar.
“Pak itu penyebab utamanya gas air mata, setelah gas air mata baru masalah di pintu terkunci. Pak ini saya ngetik udeh sabar banget sabar astagfirullah, sekali lagi, gas air mata astagfirullah,” tandas warganet lain.
Sumber: Suara.com