Profesor Harvard Berhasil Temukan Fakta Sains di Balik Akupuntur

Deli | Suara.com

Rabu, 26 Oktober 2022 | 08:46 WIB
Profesor Harvard Berhasil Temukan Fakta Sains di Balik Akupuntur
Harvard

Deli.suara.com - Profesor neurobiologi dari Harvard Medical School berhasil menemukan fakta sains di balik akupuntur. Hasil studi tersebut telah diterbitkan di Jurnal Nature pada Oktober 2021.

Penelitian ini bermula melalui uji coba pada tikus yang ditancapkan jarum layaknya akupuntur.

“Studi ini menyentuh salah satu pertanyaan paling mendasar di bidang akupunktur. Apa dasar neuroanatomi untuk pemilihan titik akupuntur di tubuh?” kata Qiufu Ma sebagaimana dikutip dari situs resmi Harvard Medical School.

Dari uji coba tersebut, peneliti berhasil mengamati bahwa terdapat neuron-neuron tertentu di daerah belakang tubuh, seperti punggung atau belakang kaki, yang akan aktif apabila mendapatkan tusukan.

Sederhananya, neuron merupakan sel-sel saraf dan cabang halus di dalam tubuh.

Harvard Medical School menyebut bahwa akupuntur bekerja dengan memberikan rangsang secara mekanis pada sejumlah titik di tubuh sehingga memicu sinyal saraf untuk memengaruhi saraf lain, termasuk organ.

Meskipun begitu, perlu diketahui bahwa tidak semua titik di tubuh akan bereaksi dengan akupuntur.

Dalam uji coba yang dilakukan oleh Ma sebelumnya, peneliti menemukan bahwa bagian belakang tubuh cenderung lebih sensitif terhadap titik akupuntur.

Temuan tersebut menjawab bahwa akupuntur cenderung bekerja dengan baik pada tubuh bagian belakang, tetapi tidak bekerja untuk bagian perut.

“Berdasarkan distribusi serabut saraf ini, kita hampir dapat memprediksi dengan tepat di mana stimulasi listrik akan efektif dan mana yang tidak efektif,” jelas Ma.

Akupuntur Elektrik sebagai Variasi Pengobatan

Meskipun berasal dari Tiongkok dan dipercaya telah berkembang sejak ribuan tahun lalu, Harvard Medical School melaporkan bahwa akupuntur semakin dipercaya dan digunakan sebagai salah satu pengobatan alternatif di beberapa negara barat.

Bahkan, seiring perkembangannya, terdapat variasi pengobatan akupuntur lain dengan mengaliri listrik pada jarum-jarum akupuntur. Beberapa sumber menyebut variasi ini sebagai akupuntur elektrik.

Cara kerja variasi ini sama dengan akupuntur tradisional. Namun, ketika jarum ditancapkan ke tubuh, pasien akan merasakan sengatan halu dan terukur dari listrik yang dialirkan melalui jarum.

Berbeda dengan akupuntur tradisional yang mungkin menimbulkan nyeri pada bagian wilayah tusukan lain, Ma beserta timnya justru menemukan bahwa akupuntur elektrik memiliki sifat yang lebih spesifik.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Pak Ogah Alami Stroke Kedua Kali, Bisa Disembuhkan dengan Terapi Yang Sheng

Pak Ogah Alami Stroke Kedua Kali, Bisa Disembuhkan dengan Terapi Yang Sheng

| Rabu, 26 Oktober 2022 | 08:43 WIB

5 Dampak Toxic Relationship bagi Kesehatan Mental

5 Dampak Toxic Relationship bagi Kesehatan Mental

Your Say | Selasa, 25 Oktober 2022 | 20:38 WIB

Positif Covid-19 Nasional Bertambah 3.008 Kasus, DKI Jakarta Terbanyak

Positif Covid-19 Nasional Bertambah 3.008 Kasus, DKI Jakarta Terbanyak

News | Selasa, 25 Oktober 2022 | 20:31 WIB

Dear Perempuan Hebat, Ini 3 Alasan Mengapa Kita Harus Tetap Waras

Dear Perempuan Hebat, Ini 3 Alasan Mengapa Kita Harus Tetap Waras

Your Say | Selasa, 25 Oktober 2022 | 20:06 WIB

Terkini

Kawal Kasus di UI, Menteri Brian Tegaskan Tak Ada Toleransi bagi Pelaku Pelecehan Seksual

Kawal Kasus di UI, Menteri Brian Tegaskan Tak Ada Toleransi bagi Pelaku Pelecehan Seksual

News | Jum'at, 17 April 2026 | 13:25 WIB

Tangis Pecah di RS Bhayangkara! 8 Kantong Jenazah Korban Helikopter PK-CFX Datang Bersamaan

Tangis Pecah di RS Bhayangkara! 8 Kantong Jenazah Korban Helikopter PK-CFX Datang Bersamaan

Kalbar | Jum'at, 17 April 2026 | 13:24 WIB

Pilu Pelajar di Medan Bertaruh Nyawa Seberangi Sungai Lewat Pipa Air demi Bisa Sekolah

Pilu Pelajar di Medan Bertaruh Nyawa Seberangi Sungai Lewat Pipa Air demi Bisa Sekolah

Sumut | Jum'at, 17 April 2026 | 13:24 WIB

Menemukan Rasa Tenang dan Kedamaian saat Berziarah ke Makam Sunan Kudus

Menemukan Rasa Tenang dan Kedamaian saat Berziarah ke Makam Sunan Kudus

Your Say | Jum'at, 17 April 2026 | 13:21 WIB

41 Kode Redeem FC Mobile Aktif 17 April 2026, Klaim Hadiah OVR Tinggi dan Kompensasi Bug

41 Kode Redeem FC Mobile Aktif 17 April 2026, Klaim Hadiah OVR Tinggi dan Kompensasi Bug

Tekno | Jum'at, 17 April 2026 | 13:17 WIB

Krisis Pemain Jelang Derbi Suramadu, Persebaya Surabaya Siapkan Kejutan Taktik

Krisis Pemain Jelang Derbi Suramadu, Persebaya Surabaya Siapkan Kejutan Taktik

Bola | Jum'at, 17 April 2026 | 13:17 WIB

Kisi-kisi Negosiasi AS - Iran di Pakistan Putaran Kedua

Kisi-kisi Negosiasi AS - Iran di Pakistan Putaran Kedua

News | Jum'at, 17 April 2026 | 13:17 WIB

Kaos Band, Inklusivitas Kota, dan Ruang Aman Justifikasi Polisi Skena

Kaos Band, Inklusivitas Kota, dan Ruang Aman Justifikasi Polisi Skena

Your Say | Jum'at, 17 April 2026 | 13:15 WIB

Vespa 946 Horse Edisi Terbatas Masuk Indonesia, Harga Tembus Rp 288 Juta

Vespa 946 Horse Edisi Terbatas Masuk Indonesia, Harga Tembus Rp 288 Juta

Otomotif | Jum'at, 17 April 2026 | 13:15 WIB

Kalah Sengketa di MA, Inikah Nama Baru Mobil Listrik Denza di Indonesia?

Kalah Sengketa di MA, Inikah Nama Baru Mobil Listrik Denza di Indonesia?

Otomotif | Jum'at, 17 April 2026 | 13:14 WIB