Duh, Ngaku Takut Chaos, SBY 'Dibungkam' Anas Urbaningrum: Jangan Bikin Kegaduhan!

Deli Suara.Com
Senin, 29 Mei 2023 | 09:35 WIB
Duh, Ngaku Takut Chaos, SBY 'Dibungkam' Anas Urbaningrum: Jangan Bikin Kegaduhan!
Anas Urbaningrum ((ANTARA FOTO/Novrian Arbi))

Mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum menyindir pedas Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Ini setelah Presiden RI ke-6 itu berbicara tentang potensi terjadinya 'chaos' atau kekacauan jika Pemilu 2024 dilakukan dengan sistem proporsional tertutup.

SBY menilai bahwa kekacauan sangat mungkin terjadi apabila pemerintah melakukan pergantian sistem Pemilu di tengah jalan. SBY secara khusus khawatir Mahkamah Konstitusi (MK) bakal mengabulkan judicial review (JR) untuk mengganti sistem pemilu proporsional terbuka menjadi sistem proporsional tertutup (nomor urut).

Pernyataan SBY itu langsung ditanggapi dengan menohok oleh Anas Urbaningrum melalui akun Twitter resminya. Anas mengingatkan SBY jika pergantian sistem pemilu pernah terjadi di Pemilu 2009, atau saat SBY menjadi presiden dan hendak mencalonkan diri kembali untuk kali kedua.

Namun kala itu, kata Anas, tidak terjadi kekacauan meski sistem pemilu diubah. Sebaliknya, pemilu justru berjalan dengan lancar dan baik-baik saja, di mana hasilnya SBY kembali terpilih sebagai Presiden RI.

"Maaf, sekadar menuliskan fakta kecil terkait Pemilu 2009. (Saat itu) terjadi pergantian sistem pemilu di tengah jalan. Tidak mungkin beliau (SBY) lupa atas peristiwa Pemilu 2009. Alhamdulillah (pergantian sistem pemilu saat itu) tidak terjadi 'chaos', melainkan baik-baik saja," tulis Anas lewat akun Twitternya.

"Perubahan sistem untuk Pemilu 2009 terjadi pascaputusan MK pada 23 Desember 2008. Pemungutan suaranya (Pemilu) terjadi pada 9 April 2009. (Pemilu) terbukti berjalan lancar dan tidak ada 'chaos' politik," sambungnya.

Karena itu, Anas dengan tajam meminta SBY berhenti bicara tentang 'chaos'. Menurutnya, pernyataan itu hanya menimbulkan kecemasan dan kegaduhan di tengah masyarakat.

"Jadi lebih baik Pak SBY tidak bicara 'chaos' terkait dengan pergantian sistem pemilu di tengah jalan. Tidak elok bikin kecemasan dan kegaduhan. Cukuplah bicara dalam konteks setuju atau tidak. Itu perihal perbedaan pendapat yang biasa saja," tandas Anas.

Sebagai informasi, hubungan antara Anas Urbaningrum dan SBY telah memanas menjelang pergantian kepemimpinan Partai Demokrat. Situasi semakin memburuk ketika Anas masuk penjara atas tuduhan korupsi Hambalang.

Baca Juga: Tanggapan PHRI Riau soal Aparat yang Razia Hotel Berbintang Pekanbaru

SBY juga dikabarkan tidak menyetujui niat Anas untuk menjadi Ketua Umum Partai Demokrat, namun Anas terpilih sebagai ketum dalam kongres.

Ketika KPK menyelidiki kasus dugaan korupsi Anas, muncul spekulasi bahwa penetapan Anas sebagai tersangka kasus Hambalang merupakan bagian dari upaya untuk menggulingkan Anas dari posisi ketua umum Demokrat. Namun, pengadilan korupsi memutuskan bahwa Anas bersalah dan harus dipenjara.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI