Ritual Lemparan Roket Ala Pratama Arhan Jadi Aksi Terlarang di Liga Inggris, Kenapa?

Deli

Rabu, 28 Juni 2023 | 21:05 WIB
Ritual Lemparan Roket Ala Pratama Arhan Jadi Aksi Terlarang di Liga Inggris, Kenapa?
Pesepak bola timnas Indonesia U-22 Pratama Arhan Alif Rifai (kanan) mencoba merebut bola dari pesepak bola Vietnam Duc Phu Nguyen (kiri) pada pertandingan babak semifinal SEA Games 2023. ([Antara])

Aksi bek Timnas Indonesia Pratama Arhan ternyata membuat pengelola Liga Inggris ketar-ketir. 'Lemparan roket' ala pemain Tokyo Verdy itu membuat pemangku liga termahal di dunia itu harus mengeluarkan aturan baru.

English Football League (EFL) mengumumkan aturan baru yang melarang pemain melakukan pengeringan bola sebelum melakukan lemparan jarak jauh atau lemparan maut seperti yang sering dilakukan oleh Pratama Arhan, pemain Timnas Indonesia. Aturan ini akan berlaku untuk musim 2023-2024 di Liga Inggris.

Dilaporkan oleh Sportbible, EFL, yang merupakan penyelenggara kompetisi tingkat dua (Divisi Championship), tingkat tiga (League One), dan tingkat empat (League Two) di Liga Inggris, telah mengeluarkan peraturan baru ini.

EFL sekarang melarang pemain menggunakan handuk untuk mengelap bola sebelum melemparnya secara maut.

Lemparan maut yang menjadi keahlian khusus Pratama Arhan telah menjadi perhatian publik belakangan ini.

Keahlian unik yang dimiliki oleh pemain sepak bola ini seringkali membuat kiper lawan kewalahan.

Baru-baru ini, lemparan maut yang dilakukan oleh Pratama Arhan memaksa kiper Argentina, Emiliano Martinez, berjuang keras untuk menjaga gawangnya agar tidak kebobolan.

Biasanya, Pratama Arhan akan menggunakan handuk untuk mengeringkan bola sebelum melemparkannya ke arah gawang.

Sebagai gantinya, EFL akan menempatkan beberapa bola di beberapa titik yang sudah ditentukan.

Dengan demikian, ketika ada lemparan ke dalam, pemain tidak perlu repot membersihkan bola karena sudah tersedia bola kering di sekitar mereka.

“EFL akan memperkenalkan sistem multiball di semua kompetisi untuk musim 2023-2024. Bola pertandingan akan ditempatkan pada kerucut di sejumlah area yang sudah ditentukan. Hal ini dimaksudkan untuk efisiensi waktu pertandingan,” tulis pernyataan EFL.

"Para pemain tak diperbolehkan menggunakan handuk atau barang sejenis, termasuk barang yang didapat dari penonton untuk mengeringkan bola selama pertandingan," tambahnya.

Demikianlah peraturan baru yang diberlakukan oleh English Football League (EFL) untuk mengatur penggunaan handuk dalam lemparan bola.

Aturan ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan keadilan dalam kompetisi Liga Inggris.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Media Malaysia Tak Tega Lihat Saddil Ramdani Dihujani Kritik: Netizen Indonesia Kejam!

Media Malaysia Tak Tega Lihat Saddil Ramdani Dihujani Kritik: Netizen Indonesia Kejam!

Deli | Rabu, 28 Juni 2023 | 19:28 WIB

Makin Terkenal Usai Ngamuk di Medsos, Segini Nilai Pasar Pemain Timnas Indonesia Saddil Ramdani

Makin Terkenal Usai Ngamuk di Medsos, Segini Nilai Pasar Pemain Timnas Indonesia Saddil Ramdani

Deli | Rabu, 28 Juni 2023 | 19:16 WIB

Waduh! Bima Sakti Ditolak Jadi Pelatih Timnas Indonesia U-17

Waduh! Bima Sakti Ditolak Jadi Pelatih Timnas Indonesia U-17

Bola | Rabu, 28 Juni 2023 | 19:05 WIB

Terkini

Hina Kapolda NTB, WNA Asal Prancis Dihukum 3 Bulan Penjara

Hina Kapolda NTB, WNA Asal Prancis Dihukum 3 Bulan Penjara

Bali | Kamis, 16 Juli 2026 | 14:07 WIB

Arab Saudi Ubah Tarif Bea Masuk 51 Komoditas, Kemendag Minta Eksportir RI Tangkap Peluang

Arab Saudi Ubah Tarif Bea Masuk 51 Komoditas, Kemendag Minta Eksportir RI Tangkap Peluang

Bisnis | Kamis, 16 Juli 2026 | 14:06 WIB

Prancis Tersingkir, Taktik Individualis Didier Deschamps Resmi Gagal Total?

Prancis Tersingkir, Taktik Individualis Didier Deschamps Resmi Gagal Total?

Your Say | Kamis, 16 Juli 2026 | 14:02 WIB

Peneliti ITB Ungkap Potensi Sawit, Ternyata Bisa Diolah Jadi Bensin

Peneliti ITB Ungkap Potensi Sawit, Ternyata Bisa Diolah Jadi Bensin

Bisnis | Kamis, 16 Juli 2026 | 14:02 WIB

Banyak Kepala Daerah Kena OTT, Tito: Biaya Pilkada Tinggi, Akhirnya Cari Jalan Tak Benar

Banyak Kepala Daerah Kena OTT, Tito: Biaya Pilkada Tinggi, Akhirnya Cari Jalan Tak Benar

News | Kamis, 16 Juli 2026 | 14:01 WIB

Coffee Shop dan Ruang Tenang Bagi Gen Z: Bukan Lagi Sekadar Tempat Ngopi

Coffee Shop dan Ruang Tenang Bagi Gen Z: Bukan Lagi Sekadar Tempat Ngopi

Your Say | Kamis, 16 Juli 2026 | 14:00 WIB

5 Cara Cek Nomor Indosat Pakai Internet dan Tidak, Praktis dan Cepat

5 Cara Cek Nomor Indosat Pakai Internet dan Tidak, Praktis dan Cepat

Tekno | Kamis, 16 Juli 2026 | 13:59 WIB

KPK Geledah Rumah Etik Suryani di Laweyan 1,5 Jam, Angkut 2 Koper

KPK Geledah Rumah Etik Suryani di Laweyan 1,5 Jam, Angkut 2 Koper

Surakarta | Kamis, 16 Juli 2026 | 13:58 WIB

Hackathon Digital Cooperatives 2026 Cetak Inovasi AI untuk Percepat Digitalisasi Koperasi Indonesia

Hackathon Digital Cooperatives 2026 Cetak Inovasi AI untuk Percepat Digitalisasi Koperasi Indonesia

Tekno | Kamis, 16 Juli 2026 | 13:57 WIB

Tembus Pasar Besar dengan Konservasi, BRI Berikan Dukungan Penuh Suhita Lebah

Tembus Pasar Besar dengan Konservasi, BRI Berikan Dukungan Penuh Suhita Lebah

Bri | Kamis, 16 Juli 2026 | 13:56 WIB

×