Sekaha Jukung Intaran Gelar Pawai Tolak Terminal LNG di Hutan Mangrove

Suara Denpasar

Minggu, 21 Agustus 2022 | 19:27 WIB
Sekaha Jukung Intaran Gelar Pawai Tolak Terminal LNG di Hutan Mangrove
Sekaha Jukung Intaran Gelar Pawai Tolak Terminal LNG (SUARA DENPASAR)

SUARA DENPASAR - Sekaha Jukung dan Kelompok Nelayan Se-Desa Adat Intaran, Sanur, Denpasar menggelar Pawai Jukung (Perahu tradision) di sepanjang Pesisir Sanur pada Minggu (21/8). Pawai dimulai dari Pantai Matahari Terbit menuju Pantai Mertasari Sanur. 

Pawai ini sendiri dilakukan sebagai bentuk penolakan elompok nelayan sekahaa Jukung Intaran terhadap rencana pembangunan Proyek Terminal LNG di Kawasan Mangrove dan Pesisir Sanur. 

Bendesa Adat Intaran, I Gusti Agung Alit Kencana mengatakan sikap ini datang dari mereka yang memang kesehariannya  beraktivitas di pesisir Sanur, khususnya  Sekeha Jukung dan Kelompok Nelayan. 

"Adanya wacana yang masih tetap menggunakan pesisir Sanur sebagai lokasi pembangunan Terminal LNG pastinya membuat mereka resah, terlebih pembangunan tersebut akan berpotensi merusak ekosistem laut yang ada di pesisir Sanur" ucap Kencana. 

Dia menambahkan terdapat 5 Sekeha Jukung dan 7 nelompok nelayan di Desa Adat Intaran yang aktif beraktifitas di pesisir. Hal tersebut sudah dilakukannya secara turun temurun.

Adanya pembangunan Terminal LNG di Kawasan Mangrove dan Pesisir Sanur  pasti akan sangat berdampak kepada mereka.

"Jadi kami mendesak agar Gubernur Bali untuk tidak membangun Terminal LNG di Kawasan Mangrove dan Pesisir Sanur," Imbuh Kencana.
 
Sementara itu Direktur WALHI Bali Made Krisna Bokis Dinata yang turut dalam aksi tersebut mengatakan rencana pembangunan Terminal LNG di Kawasan Mangrove dan Pesisir Sanur akan melakukan pengerukan alur laut akan mengancam ekosistem Pesisir Sanur.

Hal ini pastinya akan sangat berdampak terhadap penurunan kualitas lingkungan hidup yang ada di Pesisir Sanur. Sebab Terumbu Karang merupakan ekosistem yang sensitif.

"Pengerukan atau alur kapal yg akan dibuat sangat dekat dengan indikatif Terumbu Karang yang ada di Pesisir, bahkan jaraknya kurang dari 500 meter, terlebih Terumbu Karang di Pesisir Sanur memiliki fungsi sebagai Barrier Reef atau pelindung pesisir dari hantaman gelombang" jelas Bokis. 

baca juga

Sementara itu Warga Pesisir Desa Adat Intaran, I Wayan Hendrawan saat ditemui di sela-sela aksi mengatakan aksi ini adalah bentuk menghormati para leluhur yang ada di Desa Adat Intaran. Sebab, pesisir ini sudah banyak memberikan kehidupan bagi warga di Desa Adat Intaran.

"Pesisir kami ini sudah memberikan kami kehidupan dari kecil sampai besar seperti ini. Seperti untuk menangkap ikan. Begitu juga para leluhur kita dahulu. Kami wajib menjaganya. Durhaka rasanya kalau kami diam," ucap Apel Hendrawan. ***

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Walhi Bali Minta DKLH Bali dan PT DEB Berikan Studi Kelayakan Terminal LNG di Mangrove

Walhi Bali Minta DKLH Bali dan PT DEB Berikan Studi Kelayakan Terminal LNG di Mangrove

Denpasar | Kamis, 11 Agustus 2022 | 19:00 WIB

Gubernur Bali Didesak Keluarkan Surat Resmi Larangan Pembangunan Proyek Terminal LNG

Gubernur Bali Didesak Keluarkan Surat Resmi Larangan Pembangunan Proyek Terminal LNG

Bali | Sabtu, 30 Juli 2022 | 06:37 WIB

Warga Intaran Sanur Tuntut Gubernur Koster Tunjukkan Lokasi Terminal LNG yang Sesungguhnya

Warga Intaran Sanur Tuntut Gubernur Koster Tunjukkan Lokasi Terminal LNG yang Sesungguhnya

Bali | Selasa, 12 Juli 2022 | 10:27 WIB

9 Ton Sampah Diangkut Usai Demo Pelajar Rusuh di DPR

9 Ton Sampah Diangkut Usai Demo Pelajar Rusuh di DPR

News | Kamis, 26 September 2019 | 14:46 WIB

Terkini

Indonesia Masuki Era Penduduk Menua, Lansia Butuh Banyak Rumah Sehat

Indonesia Masuki Era Penduduk Menua, Lansia Butuh Banyak Rumah Sehat

Bisnis | Jum'at, 17 Juli 2026 | 07:51 WIB

Breakingnews! Selat Hormuz di Ambang Lumpuh Total

Breakingnews! Selat Hormuz di Ambang Lumpuh Total

News | Jum'at, 17 Juli 2026 | 07:49 WIB

Valuasi Menarik, Intip Prospek Saham TLKM dan ISAT Pasca Implementasi Biometrik

Valuasi Menarik, Intip Prospek Saham TLKM dan ISAT Pasca Implementasi Biometrik

Bisnis | Jum'at, 17 Juli 2026 | 07:42 WIB

5 Manfaat Tretinoin untuk Kulit Wajah, Lebih dari Sekadar Obat Jerawat

5 Manfaat Tretinoin untuk Kulit Wajah, Lebih dari Sekadar Obat Jerawat

Lifestyle | Jum'at, 17 Juli 2026 | 07:38 WIB

Sekilas Millwall FC Klub Baru Elkan Baggott: Lahir dari Buruh Dibesarkan oleh Konflik

Sekilas Millwall FC Klub Baru Elkan Baggott: Lahir dari Buruh Dibesarkan oleh Konflik

Bola | Jum'at, 17 Juli 2026 | 07:37 WIB

5 Tips agar Lipstik Tahan Lama Setelah Makan, Warna Bibir Tetap On Point

5 Tips agar Lipstik Tahan Lama Setelah Makan, Warna Bibir Tetap On Point

Lifestyle | Jum'at, 17 Juli 2026 | 07:35 WIB

ISPA hingga Penyakit Jantung Jadi Ancaman Terbesar Kesehatan Karyawan Indonesia

ISPA hingga Penyakit Jantung Jadi Ancaman Terbesar Kesehatan Karyawan Indonesia

Health | Jum'at, 17 Juli 2026 | 07:30 WIB

Ketika Guru Bersertifikat Justru Terjebak di Celah Kebijakan

Ketika Guru Bersertifikat Justru Terjebak di Celah Kebijakan

Your Say | Jum'at, 17 Juli 2026 | 07:30 WIB

Diduga Menyamar sebagai Securities Crowdfunding, PT Econext Ventures Indonesia Dihentikan

Diduga Menyamar sebagai Securities Crowdfunding, PT Econext Ventures Indonesia Dihentikan

Bisnis | Jum'at, 17 Juli 2026 | 07:28 WIB

Tiga Kasus Pelecehan Seksual Jadi Alarm, Kampus Harus Evaluasi Total Efektivitas Satgas PPKS

Tiga Kasus Pelecehan Seksual Jadi Alarm, Kampus Harus Evaluasi Total Efektivitas Satgas PPKS

Jogja | Jum'at, 17 Juli 2026 | 07:27 WIB

×