denpasar

Jaksa Agung Ingatkan Tri Krama Adhyaksa, Zaman Modern dan Mobil Otonom

Suara Denpasar Suara.Com
Kamis, 08 September 2022 | 13:17 WIB
Jaksa Agung Ingatkan Tri Krama Adhyaksa, Zaman Modern dan Mobil Otonom
Jaksa Agung ST Burhanuddin (Kejagung)

Suara Denpasar - Untuk menjadi jaksa yang seutuhnya. Jaksa Agung ST Burhanuddin menystaksn syarat utamanya adalah Tri Krama Adhyaksa (Satya, Adhi, dan Wicaksana), serta mampu mengatualisasikannya dalam pelaksanaan tugas, fungsi, dan wewenang dalam kehidupan sehari-hari.

“Satya erat kaitannya dengan loyalitas atau kesetian sesungguhnya adalah nilai yang netral. Bisa loyal terhadap keburukan ataupun loyal kepada kebaikan, tergantung darimana saudara sekalian akan membangun loyalitas tersebut.

Jika loyalitas yang saudara bangun bersumber dari sanubari saudara dengan diiringi dengan nilai Ketuhanan Yang Maha Esa, maka loyalitas saudara akan mengarah kepada arah kebaikan,” ujar Jaksa Agung dalam ceramah berjudul "Jaksa Yang Seutuhnya," secara virtual dari Menara Kartika pada, Kamis 8 September 2022 dalam Pendidikan dan Pelatihan Pembentukan Jaksa (PPPJ) Angkatan LXXIX (79) Gelombang I Tahun 2022. 

Nilai Satya ini juga akan membentuk jaksa yang berintegritas. Jaksa yang mampu menunjukkan kesesuaian antara ucapan dan keyakinan yang tercermin dalam tindakannya, 
Untuk nilai Adhi, akan membentuk sosok Jaksa yang profesional dan jaksa yang cerdas. 

Mengapa Jaksa harus cerdas? "Karena dinamika perubahan yang sedang terjadi di kehidupan masyarakat dewasa ini, akan menimbulkan problematika hukum yang kompleks, mengingat sifat dasar dari keberlakuan hukum yang terikat oleh tempus dan locus, sementara kemajuan teknologi cenderung membebaskan manusia dari keterikatan tempus dan locus.

Artinya, dengan teknologi kecerdasan buatan yang diproyeksikan, akan menggantikan fungsi manusia dalam melakukan pekerjaan tertentu sehingga akan menimbulkan permasalahan hukum baru," paparnya.

“Saya contohkan salah satu permasalahan hukum yang berpotensi muncul di depan mata adalah dikembangkannya kendaraan otonom sebagai alat transportasi canggih tanpa pengemudi, potensi permasalahan hukumnya adalah ketika kendaraan tersebut menyebabkan kecelakaan, maka siapa yang akan dipertanggungjawabkan secara pidana? Apakah pemiliknya, produsen mobilnya atau siapa?,” imbuhnya.

Terakhir, Jaksa Agung menjelaskan soal nilai Wicaksana. Ini bermakna sikap kebijaksanaan, ahlak yang mulia serta penghormatan atas marwah institusi.

Nilai ini akan menjadikan saudara sebagai Jaksa yang berahlak mulia. "Sosok jaksa yang selalu menjaga martabat dan mampu untuk menjaga nilai-nilai positif dalam dirinya, sekaligus menjaga harga diri sebagai Jaksa dan marwah institusi Kejaksaan,” tukas dia. ***

Baca Juga: Jaksa Agung Burhanuddin: Membangun Kejaksaan Modern, Dinamis dan Memperhatikan Kearifan Lokal

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI