Larang Mahasiswa Ikut Organisasi Luar Kampus, Aktivis KMHDI Sebut WR III Undiksha Buta Sejarah

Suara Denpasar

Jum'at, 16 September 2022 | 16:13 WIB
Larang Mahasiswa Ikut Organisasi Luar Kampus, Aktivis KMHDI Sebut WR III Undiksha Buta Sejarah
Aktivis KMHDI Arya Gangga (foto kiri). WR III Undiksha, Prof I Wayan Suastra saat menjadi pembicara di hadapan mahasiswa baru Undiksha 16 Agustus 2022. (Youtube BEM REMA Undiksha/ IST)

Suara Denpasar – Pernyataan Wakil Rektor III Undiksha, Prof I Wayan Suastra yang larang mahasiswa ikut organisasi luar kampus menuai kecaman dari Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (KMHDI). Bahkan, Prof Wayan Suastra disebut buta sejarah, serta didesak mundur dari jabatan WR III universitas yang ada di Kota Singaraja, Bali, tersebut.

“Saya secara tegas mengecam statement Wayan Suastra selaku WR III Undiksha atas pernyataannya tersebut. Saya minta bapak untuk mundur sebagai Wakil Rektor III karena tidak mencerminkan figur yang akademis sebagai kelompok intelektual,” kata Ketua Biro Kaderisasi PD KMHDI Bali 2021-2023, Arya Gangga.

Bahkan, Arya Gangga menyindir Prof Suastra sebagai pejabat kampus yang buta sejarah. Sebab, lanjut Arya, banyak sekali pendiri bangsa Indonesia justru aktif di organisasi luar kampus.

Sukarno, misalnya membentuk Algemeene Studie Club di Bandung yang menjadi cikal Partai Nasional Indonesia (PNI) untuk memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Begitu juga Moh. Hatta atau Bung Hatta yang pernah menjadi ketua organisasi Indische Vereeniging atau Perhimpunan Hindia (Perhimpunan Indonesia) yang dibentuk para mahasiswaa Indonesia di Belanda.

Jauh sebelum Sukarno, juga banyak mahasiswa Indonesia yang mendirikan organisasi. Seperti Boedi Oetomo yang awalnya dibentuk para mahasiswa STOVIA (Kedokteran UI) hingga merambah ke sejumlah kota di Hindia Belanda.

Bahkan, Sumpah Pemuda yang menjadi salah satu tonggak kesadaran berbangsa kaum muda dimotori oleh para mahasiswa Indonesia (saat itu Hindia Belanda).

“Inilah akibatnya kalau jadi pejabat kampus tidak pernah baca sejarah,” kata dia.

Tidak hanya para pendiri bangsa, para pemimpin Indonesia saat ini juga kebanyakan berkecimpung di organisasi ekstrakampus. Arya Gangga menyebut, misalnya Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo adalah aktivis GMNI. Presiden RI Jusuf Kalla juga aktivis HMI. 

Bahkan, banyak tokoh pendidikan, termasuk para dosen dan professor yang merupakan aktivis mahasiswa luar kampus. Contoh, Menkopolhukam, Mahfud MD yang juga pengajar bergelar professor di Universitas Islam Indonesia (UII). Dan terlalu banyak untuk disebutkan satu per satu.

Di Bali juga banyak tokoh pendidikan, ekonomi, politik, budaya, dan lainnya yang aktif dalam organisasi ekstrakampus.

“Seharusnya sebelum bicara, Bapak lihat-lihat dulu, banyak tokoh-tokoh bangsa yang lahir dari organisasi ekstrakampus,” kata Arya.

Tidak hanya dianggap buta sejarah, Prof Suastra juga dianggap Arya buta peraturan perundang-undangan. Dia mengatakan, sudah jelas bahwa kebebasan berserikat atau berorganisasi sudah dijamin UUD 1945. 

“Setiap orang berhak atas kebebasan berserikat, berkumpul dan mengeluarkan pendapat,” kata Arya Gangga menyebutkan Pasal 28E Ayat 3 UUD 1945.

Dia juga menyatakan, Wayan Suastra juga menyampingkan Permenristekdikti Nomor 55 Tahun 2018 yang memberikan ruang bagi organisasi kemahasiswaan ekstra kampus untuk masuk ke dalam kampus.

“Saya rasa rugi bapak bergelar tinggi kalau prilaku, perbuatan dan perkataan tidak mencerminkan diri sebagai seorang akademisi,” ucap Arya.

Sebagaimana diberitakan sebelunya, sebelunya Prof I Wayan Suastra menyampaikan larangan kepada mahasiswa baru ikut organisasi di luar kampus Undiksha. Hal itu disampaikannya pad Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) di Auditorium Kampus Undiksha Singaraja pada 15 Agustus 2022.

“Saya mohon adik-adik nanti aktif, ya, masuk ke organiasi kemahasiswaan, ya, jangan di luar Undiksha,” kata Prof Suastra di hadapan mahasiswa baru yang diunggah melalui channel Youtube BEM REMA Undiksha sebulan lalu.

Tidak itu saja, dia menuding banyak organisasi di luar kampus yang mengiming-imingi agar masuk ke organisasi dimaksud. Bahkan dia meminta hati-hati dengan organisasi di luar kampus yang bisa menjerumuskan ke hal yang tidak baik.

“Karena banyak sekali organisasi-organisasi luar yang mengiming-imingi supaya masuk ke sana. Itu hati-hati. Karena banyak yang akan menjerumuskan adik-adik ke hal-hal yang kurang baik,” kata pria berusa 60 tahun ini.

Dia pun mengajak agar mahasiswa baru Undiksha ini ikut dalam kegiatan atau organisasi di dalam kampus.

“Ikutilah kegiatan di Undiksha ada BEM, ada MPM,BEM fakultas, ada UKM, ada 33 UKM, ya, dari seni ada, olahr raga, kemudian akademik, dan lain sebagainya. Kalau pintar main catur ada, bridge ada, itu banyak. 33 UKM,” jelas pria asal Tojan, Klungkung ini.

Sampai berita ini diturunkan SuaraDenpasar masih berupaya meminta konfirmasi dari pihak Undiksha terkait pernyataan WR III Undiksha, Prof I Wayan Suastra. (*)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Beredar Video WR III Undiksha Bali Larang Mahasiswa Baru Ikut Organisasi Luar Kampus

Beredar Video WR III Undiksha Bali Larang Mahasiswa Baru Ikut Organisasi Luar Kampus

| Jum'at, 16 September 2022 | 15:04 WIB

Enam Tahun Evolusi Dadang 'Pohon Tua' lewat Legam

Enam Tahun Evolusi Dadang 'Pohon Tua' lewat Legam

| Jum'at, 16 September 2022 | 13:41 WIB

Ni Luh Djelantik Geram Bule Videokan Aksi Kencingi Bromo, Si Jerman Akhirnya Minta Maaf

Ni Luh Djelantik Geram Bule Videokan Aksi Kencingi Bromo, Si Jerman Akhirnya Minta Maaf

| Kamis, 15 September 2022 | 21:38 WIB

Terkini

Spesifikasi Redmi Headphone Neo di Indonesia: Harga Rp1 Jutaan, Baterai Tahan 72 Jam

Spesifikasi Redmi Headphone Neo di Indonesia: Harga Rp1 Jutaan, Baterai Tahan 72 Jam

Tekno | Senin, 01 Juni 2026 | 16:50 WIB

Tak Miliki Bisnis Sawit, Ini Profil PT MMSGI

Tak Miliki Bisnis Sawit, Ini Profil PT MMSGI

Bisnis | Senin, 01 Juni 2026 | 16:47 WIB

John Herdman Waspadai Malaysia dan Thailand di Piala AFF 2026

John Herdman Waspadai Malaysia dan Thailand di Piala AFF 2026

Bola | Senin, 01 Juni 2026 | 16:41 WIB

Profil Bupati Pandeglang: Lantik Tersangka Pidana Tabrakan Maut Jadi Staf Ahli Hukum

Profil Bupati Pandeglang: Lantik Tersangka Pidana Tabrakan Maut Jadi Staf Ahli Hukum

Lifestyle | Senin, 01 Juni 2026 | 16:40 WIB

Unsur Pidana Ditemukan! Kasus Pembubaran Ibadah Gereja di Bantul Naik Penyidikan

Unsur Pidana Ditemukan! Kasus Pembubaran Ibadah Gereja di Bantul Naik Penyidikan

News | Senin, 01 Juni 2026 | 16:36 WIB

Kebakaran Masih Membara, 11 Daerah di Riau Siaga Darurat Karhutla

Kebakaran Masih Membara, 11 Daerah di Riau Siaga Darurat Karhutla

Riau | Senin, 01 Juni 2026 | 16:29 WIB

5 Serum Berbahan Green Tea untuk Menenangkan Kulit Berjerawat dan Kemerahan

5 Serum Berbahan Green Tea untuk Menenangkan Kulit Berjerawat dan Kemerahan

Your Say | Senin, 01 Juni 2026 | 16:25 WIB

Sinopsis You Are My Fateful Love, Drama Baru Miles Wei tentang First Love

Sinopsis You Are My Fateful Love, Drama Baru Miles Wei tentang First Love

Your Say | Senin, 01 Juni 2026 | 16:20 WIB

Jakbar Bukan Gotham City! Wali Kota Iin Klaim Kriminalitas Tidak Lebih Tinggi dari Wilayah Lain

Jakbar Bukan Gotham City! Wali Kota Iin Klaim Kriminalitas Tidak Lebih Tinggi dari Wilayah Lain

News | Senin, 01 Juni 2026 | 16:19 WIB

Jemaah Haji Kloter Pertama Tiba Besok di Palembang, Keluarga Diimbau Tak Menjemput ke Asrama Haji

Jemaah Haji Kloter Pertama Tiba Besok di Palembang, Keluarga Diimbau Tak Menjemput ke Asrama Haji

Sumsel | Senin, 01 Juni 2026 | 16:19 WIB