Kepala LPD Ambengan Ida Ayu Kartini Jadi Tersangka Korupsi, Tapi Tak Ditahan Polisi

Suara Denpasar | Suara.com

Jum'at, 23 September 2022 | 19:44 WIB
Kepala LPD Ambengan Ida Ayu Kartini Jadi Tersangka Korupsi, Tapi Tak Ditahan Polisi
Kepala LPD Ambengan Desa Ayunan, Abiansemal, Badung, Ida Ayu Nyoman Kartini jadi tersangka tapi tak ditahan. (IST)

Suara Denpasar - Kepala LPD Desa Adat Ambengan, Desa Ayunan, Abiansemal, Badung, Ida Ayu Nyoman Kartini jadi tersangka tindak pidana korupsi. Polres Badung menegaskan, wanita berusia 47 tahun itu merugikan LPD sebanyak lebih dari 1 miliar rupiah. 

Kasi Humas Polres Badung Iptu Ketut Sudana mengatakan, kasus ini baru terungkap saat nasabah akan menarik uang di LPD namun dijelaskan uang kas habis atau kosong. Atas hal tersebut, nasabah pun melapor ke Polres Badung.

"Nasabah melaporkan kas kosong. Sehingga uang tak bisa ditarik," jelas Sudana, Jumat (23/9/2022).

Berdasarkan laporan tersebut, lanjut Sudana, Tim Unit 3 Tipidkor Polres Badung melakukan penyelidikan sejak 28 Januari 2019. Dari hasil audit keuangan oleh Kantor Akuntan Publik (KAP) Gunarsa ditemukan selisih dana kas kurang Rp910.732.361 atas penarikan dan penyetoran dana ke rekening tabungan LPD Adat Ambengan di Bank BPD Bali. 

Sudana membeberkan beberapa modus sehingga terjadi selisih itu karena dana tidak disetor ke kas LPD dan tidak dicatat dalam buku kas harian LPD pada periode Maret 2014 sampai Juli 2018. Kemudian simpanan berjangka (deposito) nasabah tidak disetor dan tidak dicacat dalam buku kas harian masuk LPD pada 20 September 2018 sebesar Rp180.000.000. 

Modus berikutnya adalah pelunasan hutang atas pinjaman pribadi almarhum Ni Wayan Rastiti selaku kasir atau bendahara LPD dengan cara menerbitkan tujuh lembar Bilyet Deposit senilai Rp340.000.000. Lebih lanjut ada pelunasan pinjaman yang diberikan dan bunga pinjaman oleh nasabah sebesar Rp58.919.300, namun digunakan untuk melunasi pinjaman pribadi Ni Wayan Rastini sebesar Rp 51.419.300.

Akibat sejumlah kecurangan tersebut, LPD mengalami kerugian. Namun dalam laporan LPD tetap dilaporkan seolah-olah mendapatkan keuntungan Rp1.049.716.732. 

Didapati pembentukan pendapatan bunga semu yang dipergunakan sebagai penambah pendapatan yang diterima oleh LPD sebesar Rp560.556.500, dan ada sebagian dari bunga deposito nasabah yang tidak dilaporkan.

Dari perhitungan depositi nasabah yang tercatat pada buku kas harian dan buku nominative deposito LPD, terdapat selisih antara biaya bunga deposito yang dilaporkan, dengan biaya yang sebenarnya sebesar Rp1.487.512.600. Pemeriksaan kegiatan operasional dari tahun 2011 sampai tahun 2017, LPD mengalami kerugian sebesar Rp 998.352.368.  

"Berdasarkan laporan dan hasil pemeriksaan alokasi jasa produk (pembagian laba) atas laba semu yang dibuat dari tahun 2011 sampai tahun 2016 sebesar Rp. 840.669.418," imbuh dia.

Kemudian dibagikan dan dibayarkan selama periode tahun 2011 sampai tahun 2017 sebesar Rp 336.267.767, dan laba semu yang dibagikan dan dibayarkan oleh pengurus LPD, dengan cara mengeluarkan uang kas kembali untuk dana pengurus dari tahun 2012 sampai tahun 2017 sebesar Rp 84.066.941.

 Pelunasan hutang atas pinjaman pribadi Ida Ayu Kartini selaku Ketua LPD Desa Adat Ambengan kepada Koperasi Sedana Yoga, dengan menambahkan saldo tabungan koperasi di LPD sebesar Rp 120.850.000.

"Jadi modusnya itu, melakukan pelunasan hutang atas pinjaman pribadi pengurus LPS di lembaga keuangan lain dengan membebankan keuangan LPD Ambengan, menggunakan dana kas LPD, menerima dana simpanan berjangka nasabah tapi tak disetor ke kas, uang pelunasan pinjaman dan bunga dari nasabah juga tak disetor ke kas, serta membuat laporan laba LPD dari 2011 sampai 2016 seolah-olah keuangannya sehat," kata Sudana menguraikan.

Sehingga kuat dugaan tersangka Ida Ayu Kartini menyalahgunakan dana LPD bersama almarhum Ni Wayan Rastini yang merupakan kasir atau bendahara dengan total kerugian Rp 1.954.769.383.

Akhirnya melalui gelar perkara pada 6 Oktober 2021, Ida Ayu Kartini ditetapkan sebagai tersangka. Petugas sudah menyita berbagai barang bukti yang berkaitan dengan kasus tersebut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

HORE! Jika Diduga Korupsi, Buruan Kembalikan Kerugian Negara: Kasus Tak Berlanjut

HORE! Jika Diduga Korupsi, Buruan Kembalikan Kerugian Negara: Kasus Tak Berlanjut

| Jum'at, 23 September 2022 | 11:51 WIB

Sosok Max Moein, Ayah Hasnaeni Moein Si Wanita Emas, Politikus PDIP, Terlibat Korupsi, Foto Syur, dan Pelecehan

Sosok Max Moein, Ayah Hasnaeni Moein Si Wanita Emas, Politikus PDIP, Terlibat Korupsi, Foto Syur, dan Pelecehan

| Kamis, 22 September 2022 | 22:25 WIB

Ditahan, Hasnaeni Moein Si 'Wanita Emas' Meronta dan Menjerit Histeris: Jangan Bapak...

Ditahan, Hasnaeni Moein Si 'Wanita Emas' Meronta dan Menjerit Histeris: Jangan Bapak...

| Kamis, 22 September 2022 | 20:14 WIB

Parah, Mobil yang Dicuri Pakai Mobil Towing Dijual Cuma Rp3,5 Juta

Parah, Mobil yang Dicuri Pakai Mobil Towing Dijual Cuma Rp3,5 Juta

| Rabu, 21 September 2022 | 18:57 WIB

Terkini

Transformasi Gerai Donat: Menu Makin Variatif dan Punya Teknologi Self-Ordering

Transformasi Gerai Donat: Menu Makin Variatif dan Punya Teknologi Self-Ordering

Lifestyle | Rabu, 15 April 2026 | 23:30 WIB

ILUNI UI Soroti Risiko Hukum di Balik Transformasi BUMN: Era Baru, Tantangan Baru

ILUNI UI Soroti Risiko Hukum di Balik Transformasi BUMN: Era Baru, Tantangan Baru

News | Rabu, 15 April 2026 | 23:00 WIB

Belanja Hemat April 2026: 17 Produk Indomaret Diskon Besar, Ada yang di Bawah Rp10 Ribu

Belanja Hemat April 2026: 17 Produk Indomaret Diskon Besar, Ada yang di Bawah Rp10 Ribu

Sumsel | Rabu, 15 April 2026 | 22:51 WIB

Dari Elit BUMN ke Viral di Tikungan Maut, Siapa 3 Komisaris Pusri? Ada Arteria Dahlan

Dari Elit BUMN ke Viral di Tikungan Maut, Siapa 3 Komisaris Pusri? Ada Arteria Dahlan

Sumsel | Rabu, 15 April 2026 | 22:50 WIB

Laga Hidup Mati di GOR Jatidiri: Siapa yang Akan Melaju ke Puncak Proliga 2026?

Laga Hidup Mati di GOR Jatidiri: Siapa yang Akan Melaju ke Puncak Proliga 2026?

Sport | Rabu, 15 April 2026 | 22:36 WIB

Bogor Diguyur Hujan Lebat, Bendung Katulampa Masih Aman di Level Siaga 4

Bogor Diguyur Hujan Lebat, Bendung Katulampa Masih Aman di Level Siaga 4

Bogor | Rabu, 15 April 2026 | 22:34 WIB

Sebut Uang yang Disita Tabungan Arisan Istri, Ono Surono Buka Suara Soal Kasus Suap Bekasi

Sebut Uang yang Disita Tabungan Arisan Istri, Ono Surono Buka Suara Soal Kasus Suap Bekasi

Jabar | Rabu, 15 April 2026 | 22:30 WIB

H-7 Keberangkatan, Pemerintah: Persiapan Haji 2026 Hampir Rampung 100 Persen

H-7 Keberangkatan, Pemerintah: Persiapan Haji 2026 Hampir Rampung 100 Persen

News | Rabu, 15 April 2026 | 22:30 WIB

Dari Layar Kaca ke Lapangan: Ambisi Eberechi Eze Wujudkan Mimpi Liga Champions di Arsenal

Dari Layar Kaca ke Lapangan: Ambisi Eberechi Eze Wujudkan Mimpi Liga Champions di Arsenal

Bola | Rabu, 15 April 2026 | 22:23 WIB

Kasus Pelecehan Seksual FH UI: Bukti Dunia Pendidikan Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja?

Kasus Pelecehan Seksual FH UI: Bukti Dunia Pendidikan Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja?

News | Rabu, 15 April 2026 | 22:23 WIB