Suara Denpasar - Era 1999, Hydra menjadi salah satu band yang punya hati di penikmat musik rock tanah Dewata dan nasional.
Tapi, pada tahun 2003, band ini pun vakum. Setelah 17 tahun vakum, para personel kembali berkumpul dan meramaikan blantika musik rock di Bali.
Taofiq (vokal), Zio (bass), Deny (drum), Gung Wah (keyboard) dan Wis (gitar) bangkit dengan membawakan lagu-lagu Hydra yang cukup menjadi pelepas dahaga penggemar musik rock di tanah air.
Tahun 2021 mereka merilis mini album atau Extended Play (EP) berjudul Evolusi Vol.1 berisikan lima nomor lama yang direkam dan aransemen ulang.
Ada perubahan musikalitas di tubuh Hydra saat kembali berkarya. Ini tidak terlepas dari karakter dan pendewasaan musik para personel Hydra pasca lama berpisah.
Ya, perubahan dan kebaruan musik Hydra tercermin dari album Evolusi Vol.1. Evolusi berlanjut, Kamis, 22 September 2022, mereka telah merilis mini album baru berjudul Evolusion Vol.2. Album ini telah bisa dinikmati dipelbagai layanan musik streaming.
"Sekian lama kami sebagai Hydra tidak main musik bersama. Perjalanan waktu membuat perbedaan dalam bermusik. Sangat terasa evolusi atau perubahan yang terjadi selama ini. Bisa dibandingkan album Vol.1 dengan Vol.2 ini sangat berbeda," jelas Wis.
"Di album Vol.1 ada semangat reuni, ini adalah bentuk penghormatan perjalanan persahabatan kami dikemas dalam aransemen baru. Kalau album Vol.2 total penciptaaan karya baru yang didasari oleh pengetahuan, referensi dan pengalaman selama kami berpisah," imbuhnya.
Evolusion Vol.2 berisikan lima lagu baru berjudul "Everybody", "love Me Tonight", "Had Enough", "When It's Over" dan "River Of Peace". Masing-masing lagu mempunyai pesan tersendiri, terinspirasi dari apa yang personel Hydra rasakan, dengar dan alami.
"Lagu "Everybody" dan "River of Peace" adalah pesan untuk anak anak kami yang harus bisa mempertahankan sikap demi kebaikan. Perdamaian cinta kasih antar sesama, keluarga dan orang sekitar itu lebih penting dari segalanya," tutur Gung Wah.
Baca Juga: Kecelakaan Tragis di Jalinsum, Plt Kadis Peternakan Labuhanbatu dan Suaminya Tewas
"Sebagian besar lagu yang kami buat berempat di studio. Lalu kami rekam ulang materinya, untuk lead vokal Taofiq rekamannya di Jogja dan ada yang di Pregina studio. Deny sempat terbang ke Jogja untuk membantu proses rekaman Taofiq," ungkap Gung Wah.***