Patut Dipilih, Puan Maharani Disebut Pejabat Paling Sedikit Dosanya di Mata Tuhan

Suara Denpasar

Rabu, 28 September 2022 | 20:34 WIB
Patut Dipilih, Puan Maharani Disebut Pejabat Paling Sedikit Dosanya di Mata Tuhan
Ketua DPR Puan Maharani disebut pejabat yang paling sedikit dosanya di mata Tuhan. (Suara.com/ Arya Manggala)

Suara Denpasar – Wakil Ketua DPP PDIP yang juga Ketua DPR, Puan Maharani disebut patut dipilih karena paling sedikit dosanya. Hal itu dikatakan salah satu Youtuber Guru Gembul yang memiliki nama asli Johan Riyadi.

Hal itu disampaikan Youtuber Guru Gembul melalui Selasa (27/9/2022). Saat itu dia menyampaikan bahwa dia sudah memilih Puan Maharani sebagai bakal calon atau calon presiden dalam Pilpres 2024 mendatang. Dia menyebutkan ada tiga alasan mengapa harus memilih putri Ketum PDIP Megawati Sukarnoputri itu.

Salah satu alasannya adalah Puan Maharani merupakan pejabat yang paling sedikit dosanya di mata Tuhan dibandingkan dengan pejabat-pejabat lain di Indonesia. 

Mengapa Puan Maharani bisa disebut paling sedikit dosanya, Guru Gembul pun menjelaskan alasannya. Yakni, Puan Maharani adalah pejabat yang mendapat hujatan lebih banyak daripada yang dia lakukan.

“Jadi yang menghujat banyak, tapi kerjanya kan lebih sedikit dari itu. Dalam kalkulasi pahala dan dosa, kalau kita mengumpat pada satu pihak, dosanya akan berkurang, pindah pada yang mengumpatnya,” kata Guru Gembul.

Bahkan, dia mencontohkan saat Puan Maharani diundang dalam podcast Deddy Corbuzer dua tahun lalu, kebanyakan komentarnya negatif terhadap Puan. Begitu juga dengan akademisi UI yang juga pegiat media sosial, Ade Armando, yang biasa membela pemerintah ketika disuguhkan nama Puan Maharani justru malah membelot dan menghujat.

“Dengan alasan ini, Ibu Puan Maharani adalah orang yang tabungan pahalanya lebih banyak dari dosanya. Kita kan memilih yang paling sedikit dosanya,” ucap Guru Gembul sambil tersenyum.

Selain alasan sedikit dosanya, Guru Gembul juga menyebutkan dua alasan lagi mengapa dia memilih putri almarhum Taufik Kiemas itu sebagai calon presiden. Yakni buang suara dan korban politik.

Buang suara karena dia menganggap bahwa Puan Maharani adalah capres yang kecil kemungkinannya menang. Dengan memilih Puan Maharani, maka dianggap sebagai buang suara. Sebab, yang menang adalah capres lain. Dengan begitu, dia tidak memiliki perasaan bersalah telah memilih capres yang di kemudian hari mengkhianati rakyat.

baca juga

Sedangkan soal korban politik, Guru Gembul menduga bahwa Puan Maharani adalah korban politik. Dia menceritakan dulu pernah ada siswanya yang memiliki keinginan menjadi pemain sepak bola. Yang jadi soal, orang tua anak itu seorang anggota TNI yang menginginkan anaknya juga menjadi TNI.

Dengan mengambil cerita itu, dia menduga Puan Maharani sebetulnya tidak ingin jadi pejabat, melainkan bidang-bidang lain seperti desainer atau lainnya. 

Tapi gara-gara di lingkungan terdalam kekuasaan di mana keluarganya secara turun-temurun jadi presiden maka dia pun didorong untuk jadi presiden. 

Guru Gembul pun menyebut Puan Maharani tidak bisa disalahkan, melainkan orang yang punya ambisi berlebihan yang sampai-sampai mengorbankan Puan Maharai sampai diolok-olok, juga mengorbankan rakyat karena menjadikan orang yang tidak mau dan tidak mampu dipaksa untuk jadi pejabat publik.

“Jadi ada dua pihak yang jadi korban. Ibu Puan Maharani di satu sisi, dan rakyat Indonesia di sisi lain,” papar dia.

Tentu saja, yang disampaikan Guru Gembul ini tampaknya bukan serius. Pernyataannya lebih tepat sebagai satire. Yakni gaya bahasa sindiran. (*)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

LORD Luhut Sempat Ingin Jadi Presiden, tapi Sadar Bukan Orang Jawa

LORD Luhut Sempat Ingin Jadi Presiden, tapi Sadar Bukan Orang Jawa

Denpasar | Rabu, 28 September 2022 | 09:54 WIB

Viral Puan Maharani Cemberut saat Bagi-bagi Kaus, Refly Harun Tertawa: Wajah Aslinya!

Viral Puan Maharani Cemberut saat Bagi-bagi Kaus, Refly Harun Tertawa: Wajah Aslinya!

Denpasar | Selasa, 27 September 2022 | 23:48 WIB

Survei CSIS Ungkap Milenial Pilih Puan Maharani atau Ganjar Pranowo, Anies Baswedan Nomor Berapa?

Survei CSIS Ungkap Milenial Pilih Puan Maharani atau Ganjar Pranowo, Anies Baswedan Nomor Berapa?

Denpasar | Selasa, 27 September 2022 | 12:03 WIB

Prabowo The Next President, Ingat Gus Dur Sebut Prabowo Orang yang Ikhlas Kepada Rakyat

Prabowo The Next President, Ingat Gus Dur Sebut Prabowo Orang yang Ikhlas Kepada Rakyat

Denpasar | Selasa, 27 September 2022 | 11:17 WIB

Pertemuan di Warung Pecel, Puan Maharani Sebut Partainya Wong Cilik: Kalo Tukang Bakso Mbak?

Pertemuan di Warung Pecel, Puan Maharani Sebut Partainya Wong Cilik: Kalo Tukang Bakso Mbak?

Denpasar | Senin, 26 September 2022 | 13:21 WIB

Terkini

Beli Produk Nespresso Pakai BRI Bisa Hemat Rp750 Ribu

Beli Produk Nespresso Pakai BRI Bisa Hemat Rp750 Ribu

Bri | Selasa, 11 Agustus 2026 | 22:35 WIB

InJourney & Garuda Indonesia Kolaborasi: Gratiskan 170.845 Tiket Domestik Bagi Wisatawan Mancanegara

InJourney & Garuda Indonesia Kolaborasi: Gratiskan 170.845 Tiket Domestik Bagi Wisatawan Mancanegara

Bisnis | Selasa, 11 Agustus 2026 | 22:27 WIB

InJourney & Garuda Indonesia Perkuat Konektivitas dan Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Indonesia

InJourney & Garuda Indonesia Perkuat Konektivitas dan Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Indonesia

Bisnis | Selasa, 11 Agustus 2026 | 22:21 WIB

Kasus PETI Kuansing, Polisi Sita Ratusan Gram Perhiasan di Toko Emas Kampar

Kasus PETI Kuansing, Polisi Sita Ratusan Gram Perhiasan di Toko Emas Kampar

Riau | Selasa, 11 Agustus 2026 | 21:47 WIB

Transisi Energi Berwajah Hijau Jadi Modus Baru Perampasan Ruang Hidup

Transisi Energi Berwajah Hijau Jadi Modus Baru Perampasan Ruang Hidup

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 21:31 WIB

Korupsi Tak Cukup Dibalas Tangkap: Kejar Uang, Jaringan, dan Penikmatnya

Korupsi Tak Cukup Dibalas Tangkap: Kejar Uang, Jaringan, dan Penikmatnya

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 21:19 WIB

Senpi Dinas Diduga Dipakai Mantan Istri Bunuh Diri, Bripka Iman Harefa Resmi Masuk Patsus

Senpi Dinas Diduga Dipakai Mantan Istri Bunuh Diri, Bripka Iman Harefa Resmi Masuk Patsus

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 21:15 WIB

Dua Biodigester Bakal Dibangun di Jakarta Utara, Dapat Hasilkan Energi dan Pupuk Organik

Dua Biodigester Bakal Dibangun di Jakarta Utara, Dapat Hasilkan Energi dan Pupuk Organik

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 21:13 WIB

PTBA Perkuat Kemandirian Ekonomi Warga Lahat lewat Budidaya Ayam Petelur

PTBA Perkuat Kemandirian Ekonomi Warga Lahat lewat Budidaya Ayam Petelur

Sumsel | Selasa, 11 Agustus 2026 | 21:09 WIB

Tak Mau Berpolitik Tanpa Data, Megawati Sebut Riset dan Sains Vital bagi Pergerakan Partai

Tak Mau Berpolitik Tanpa Data, Megawati Sebut Riset dan Sains Vital bagi Pergerakan Partai

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 21:08 WIB

×