Ojat Sudrajat juga cerita, suatu ketika mereka berdua akan ke Subang daru Purwakarta. Karena uang hanya cukup satu orang, mereka berinisiatif kepada kernet untuk bisa ditagih satu orang saja dengan perjanjian hanya satu orang saja yang boleh duduk.
“Ngomng ke kenek, gantian duduk. Karena bayar setengahnya. Kalau saya duduk, Kang Dedi berdiri. Kalau Kang Dedi duduk, saya berdiri,” katanya, lantas tertawa mengenang masa hidup serba kekurangan.
Kang Dedi pun menambahi, yang pandai mensyukuri pasti pernah hidup susah. Kalau yang tidak pernah susah, tidak pernah bersyukur. Yang tidak pernah bersyukur tidak baik.
“Kalau tidak disyukuri satu orang, gak apa-apa. Yang penting bisa membahagiakan banyak orang. Karena kebahagiaan itu tergantung rasa syukur,” katanya, seakan menyindir istrinya, Bupati Anne Ratna Mustika. (*)