Suara Denpasar - Banyak hal menarik yang ditemukan Dedi Mulyadi dalam hidupnya. Sarat pesan dan penuh makna.
Begitu juga dengan pertemuan Kang Dedi, panggilan sayang bagi Dedi Mulyadi dari warganet saat bertemu dengan Mang Didin. Pemulung berusia 30 tahun yang mengalami kebutaan.
"Bapak tiap hari nyeberang jalan kok nggak takut ditabrak," tanya mantan bupati Purwakarta dua periode tersebut dalam kanan YouTube@dedimulyadi saat dilihat denpasar.suara.com, Senin 10 Oktober 2022. "Ketabrak, tidak," jawab Mang Didin sekenanya.
Mang Didin saat ini dalam kondisi fisiknya yang menglaami kebutaan tinggal bersama orang tuanya yang sudah renta.
Gubuk reyot berdinding kayu menjadi tempat istirahatnya. "Dua adiknya sudah nikah," sebut ayah Mang Didin. "Itu nggak bisa melihat pas sudah gede?" tanya Kang Dedi. "Kapan ya? Pas sudah gede," sahut lelaki renta tersebut.
Biasanya Mang Didin sudah keluar untuk mencari rongsokan dari pagi hari sekitar pukul 06.00 WIB. Setelah karungnya penuh, baru dia pulang. "Ada yang ngambil ke sini, biasanya dijual Rp 10 ribu," jelas dia.
Setelah bercakap-cakap Kang Dedi yang mengaku akan ke Garut, Limbangan, pamit mohon diri. Sebelum pergi, seperti biasa Kang Dedi memberikan modal kepada Mang Didin untuk beternak ayam.
"Beli ayam yang banyak, biar nanti bisa usaha," saran anggota DPR RI tersebut. Dia juga berpesan dari beternak ayam, Mang Didin tidak perlu nyerang jalan karena berbahaya. ***