Suara Denpasar – Kang Dedi Mulyadi memposting video dengan iringan lagu galau berjudul ‘Hanya Satu Persinggahan’ karya karya S. Amin Shahab, yang pernah popular dibawakan grup Malaysia, Iklim. Namun, lagu yang dia posting sebagai iringan video itu adalah cover Harry Parintang, penyanyi asal Minang, Sumatera Barat.
Lagu ini memang pernah ngetop kala dibawakan Iklim dengan vokalisnya, Saleem. Dengan iringan music slowrock, lagu ini begitu menyayat hati. Apalagi, liriknya tentang seseorang yang merasa tidak sepadan dengan yang dicintainya sehingga harus berpisah.
Tidak jelas apa maksud mantan Bupati Purwakarta yang kini jadi anggota DPR RI, Kang Dedi Mulyadi memposting lagu ‘Hanya Satu Persinggahan’ pada Instagram pribadinya @dedimuyadi71. Apakah dia juga merasa tidak sepadan dengan sang istri, Bupati Purwakarta, Anne Ratna Mustika, mantan Mojang Purwakarta 2001 yang terkenal cantik jelita nan cerdas tersebut.
Diketahui, Anne Ratna menggugat cerai Kang Dedi Mulyadi ke Pengadilan Agama Purwakarta pada 19 September 2022. Saat ini masih dalam proses persidangan di pengadilan. Tahapan persidangan masih berupa mediasi antara pasutri yang telah menikah sejak 2003 tersebut.
Sebagai pelengkap, berikut lirik lagu ‘Hanya Satu Persinggahan’ yang dibawakan Harry Parintang dengan penjiwaan cukup dalam tersebut.
Di sini kasih pernah berbunga
Tiada harum tiada warna
Di sini cinta pernah membara
Tanpa bahang dan tanpa apinya
Begini yang kurasa
Hidup kita berdua
Di sini langit mendung selalu
Tiada cahya menyinariku
Di sini aku tiada berdaya
Mengikut kata tanpa bicara
Kerana engkau tahu
Aku tidak sepadan denganmu
Baca Juga: Lirik dan Link Lagu 'Rindu Purnama' Karya Kang Dedi Mulyadi yang Bikin Baper
Hubungan kita suatu persinggahan
Bukan pengabadian yang rela
Pemergianku, oh, kerana terpaksa
Demi hidup yang lebih sempurna
Anggaplah kehadiranku
Hanya satu persinggahan
Aku tidak menjanjikan
Mahligai impian
Sebagaimana kau harapkan
Biarlah jauh dari pandangan
Daripada dekat penuh siksa
Biar berduka biar melara
Dari sengketa sepanjang masa
Janganlah engkau harap
'Ku menghambakan diri
Nanti kau tahu ertinya sepi
Bagaikan pisau menghiris hati
Nanti kau tahu ertinya rindu
Bagai tersusuk duri sembilu
Batin akan tersiksa
Jasad pasti merana olehnya