Kang Dedi Mulyadi Makin Terang-terangan Serang Bupati, Sudah Bayar Kebersihan Kok Diberi Hadiah Sampah

Suara Denpasar

Kamis, 27 Oktober 2022 | 09:32 WIB
Kang Dedi Mulyadi Makin Terang-terangan Serang Bupati, Sudah Bayar Kebersihan Kok Diberi Hadiah Sampah
Dedi Mulyadi saat memberishkan sampah beberapa waktu lalu. Kini dia makin Terang-terangan Serang Bupati, Sudah Bayar Kebersihan Kok Diberi Hadiah Sampah (IG Dedi Mulyadi)

Suara Denpasar- Dedi Mulyadi yang merupakan tokoh Purwakarta makin terang-terangan menyerang kebijakan pemerintah daerah setempat dalam hal ini bupati soal penumpukan sampah.

Dia terang-terangan menyebut warga yang sudah membayar pajak bahkan membayar uang kebersihan malah mendapatkan hadiah sampah.

Pria yang biasa disapa Kang Dedi ini mempertanyakan kebijakan bupati terkait dengan banyaknya penumpukan sampah.

Pernyataan ini bermula saat Kang Dedi sedang berkunjung ke sebuah lokasi yang seperti pasar.

Di lokasi ini banyak tumpukan sampah yang diperkirakan jika diangkut dengan truk bisa sampai 50 truk sampah.

"Ini sudah kayak lautan sampah, ini lebih banyak dibanding dulu, kalau dulu saya sekitar 30 truk ini perkiraan saya 50 truk, sampah menumpuk, sudah kayak lautan sampah," kata Kang Dedi dikutip dari unggahan di akun instagramnya Kamis (27/10) yang bertepatan dengan sidang gugatan perceraiannya dengan bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika.

Kang Dedi lalu menanyakan kepada warga yang kebetulan berada di seputar tumpukan sampah berada.

"Ini sudah berapa bulan (tidak diangkut)," tanya Kang Dedi yang langsung dijawab warga setempat jika tumpukan sampah ini diperkirakan hanya tiga hari saja.

"Ini kalau dua hari dua hari lama-lama menumpuk dong pak, baru tiga hari tidak terangkut saja segini," jelasnya.

baca juga

Kang Dedi lalu bertemu dengan pemilik toko yang berada di depan tumpukan sampah berada.

"Toko keganggu semua, omset turun drastis," kata pemilik toko kepada Kang Dedi.

Kang Dedi lalu langsung memotong dan mengatakan apa sudah usul ke bupati?

"Gak didenger pak," jawab pemilik warung.

Kang Dedi Mulyadi lalu menegaskan bahwa ini adalah tugas pemerintah.

"Ini kan tugas pemerintah, kan sudah bayar pajak, bayar kebersihan kok diberi hadiah tumpukan sampah, ini kan orang malas belanja kalau (kondisi) begini," jelasnya.

"Dulu pernah saya bersihin, tapi ketika saya bersihin ribut dianggap ikut campur, makanya biar gak dianggap ikut campur beresin dong," saran Kang Dedi.

"Nanti kalau saya ikut bersihin dianggap pencitraan," ungkapnya.

Kang Dedi Mulyadi menyarankan kepada bupati setempat jika armadanya kurang, maka bisa dengan menyewa armada lainnya untuk mengangkut sampah tersebut. ***

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Kang Dedi Mulyadi Unggah Sudah Enek dan Hilang Selera Gara-gara Ini, Warganet Doakan Tegar Hadapi Sidang Cerai

Kang Dedi Mulyadi Unggah Sudah Enek dan Hilang Selera Gara-gara Ini, Warganet Doakan Tegar Hadapi Sidang Cerai

Denpasar | Kamis, 27 Oktober 2022 | 08:51 WIB

Anne Ratna Sebut Ada Hantu Keliaran dan Belum Move On Ajak Menjauh dari Bupati, Sindir Kang Dedi Mulyadi?

Anne Ratna Sebut Ada Hantu Keliaran dan Belum Move On Ajak Menjauh dari Bupati, Sindir Kang Dedi Mulyadi?

Denpasar | Rabu, 26 Oktober 2022 | 22:49 WIB

Proses Cerai dari Kang Dedi, Bupati Purwakarta Minta Dipanggil Neng Anne, Bukan Ambu Anne Lagi

Proses Cerai dari Kang Dedi, Bupati Purwakarta Minta Dipanggil Neng Anne, Bukan Ambu Anne Lagi

Denpasar | Rabu, 26 Oktober 2022 | 21:55 WIB

Terkini

Kontestasi 2029: Menguji Batas Antara Pelayanan Publik dan Modal Politik

Kontestasi 2029: Menguji Batas Antara Pelayanan Publik dan Modal Politik

Your Say | Rabu, 15 Juli 2026 | 17:45 WIB

7 HP All-Rounder Terbaik Mulai Rp2 Jutaan, Performa Mantap untuk Hiburan dan Multitasking

7 HP All-Rounder Terbaik Mulai Rp2 Jutaan, Performa Mantap untuk Hiburan dan Multitasking

Tekno | Rabu, 15 Juli 2026 | 17:43 WIB

Rawan Titipan, ADAKSI Tolak Menteri Jadi Penentu Rektor di RUU Sisdiknas

Rawan Titipan, ADAKSI Tolak Menteri Jadi Penentu Rektor di RUU Sisdiknas

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 17:42 WIB

Sentil Polisi dan Lembaga Negara, MenHAM Pigai Curhat Jadi Korban Rasisme: Kenapa Tak Mau Hentikan?

Sentil Polisi dan Lembaga Negara, MenHAM Pigai Curhat Jadi Korban Rasisme: Kenapa Tak Mau Hentikan?

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 17:42 WIB

KPK Sejalan dengan Mahfud MD: Pengalihan Perkara Febrie ke Kejagung Tak Sesuai KUHAP

KPK Sejalan dengan Mahfud MD: Pengalihan Perkara Febrie ke Kejagung Tak Sesuai KUHAP

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 17:40 WIB

Bedak atau Blush On Dulu? Panduan Terbaik untuk Makeup Flawless dan Cantik

Bedak atau Blush On Dulu? Panduan Terbaik untuk Makeup Flawless dan Cantik

Lifestyle | Rabu, 15 Juli 2026 | 17:40 WIB

Sering Terpapar Berita Krisis Iklim, Bisakah Picu Gangguan Kesehatan Mental?

Sering Terpapar Berita Krisis Iklim, Bisakah Picu Gangguan Kesehatan Mental?

Health | Rabu, 15 Juli 2026 | 17:39 WIB

Resmi Terbitkan 3 Sprindik, Kejagung Jamin Status Tersangka Febrie Adriansyah Tak Gugur

Resmi Terbitkan 3 Sprindik, Kejagung Jamin Status Tersangka Febrie Adriansyah Tak Gugur

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 17:37 WIB

IHSG Masih di Level 6.000, Saham RANS Melonjak Hampir 25 Persen

IHSG Masih di Level 6.000, Saham RANS Melonjak Hampir 25 Persen

Bisnis | Rabu, 15 Juli 2026 | 17:32 WIB

Kuasa Hukum Sebut Kematian Santri di Lombok Murni Kecelakaan, Bantah Ada Unsur Kesengajaan

Kuasa Hukum Sebut Kematian Santri di Lombok Murni Kecelakaan, Bantah Ada Unsur Kesengajaan

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 17:29 WIB

×