Wah Bahaya! Intrusi Air Laut di Sanur-Bali, Satu Kilometer ke Arah Daratan

Suara Denpasar | Suara.com

Sabtu, 19 November 2022 | 18:35 WIB
Wah Bahaya! Intrusi Air Laut di Sanur-Bali, Satu Kilometer ke Arah Daratan
Aktivis lingkungan ingatkan soal bahaya eksploitasi alam Bali (Istimewa)

Suara Denpasar - Pesatnya perkembangan industri pariwisata di Bali bukan hanya membawa dampak positif dari segi kesejahteraan.

Tapi, ada dampak negatif terkait lingkungan. Seperti halnya kerusakan hutan dan juga masuknya air laut ke daratan akibat ekploitasi air tanah berlebihan.

Manager Program Bali Water Protection (BWP) Yayasan Idep lestari I Putu Bawa Usadi.

Menurutnya dulu di hutan hanya ada binatang, sekarang manusia mulai mengambil alih dan merusak kelestarian hutan.

“Kalau ditanya bagaimana Bali hari ini ya bisa dibilang tidak baik-baik saja. Kita lihat bencana banjir bandang yang terjadi bulan lalu menunjukan adanya aktifitas di hutan yang merusak lingkungan,” kata Bawa dalam Coffeetalk Pesta UMKM “Apa Kabar Kita” di Denpasar pada Sabtu (19/11/2022).

Selain itu, intrusi air laut juga kini dalam kondisi memprihatinkan. Dia mencontohkan di sejumlah titik di wilayah Sanur intrusi air laut telah mencapai lebih dari 1 Km. sehingga air sumur warga mulai tidak layak konsumsi.

“Intrusi terjadi karena eksploitasi air bawah tanah terlalu tinggi. Harus segera dicarikan solusi dengan membangun sumur imbuhan dan menjaga daerah hulu,” terangnya. Apalagi, prilaku manusia yang cenderung destruktif.

Contoh yang gampang akibat sifat perusak manusia adalah bertambahnya perkebunan yang ditengarai juga menerabas hutan. Seperti perkebunan kopi dan pisang.

Lain lagi dengan Kordinator advokasi Kekal Bali I Made Untung Juli Pratama mengatakan krisis lingkungan yang melanda Bali saat ini tidak lepas dari sejumlah kebijakan yang tidak berpihak.

Sebut saja pembangunan jalan tol Mengwi – Gilimanuk. Proyek tersebut jelas-jelas akan menerabas lahan sawah produktih, hutan lindung dan lahan produktif warga.

“Bencana yang terjadi selama ini tidak bisa semata-mata hanya dilihat sebagai faktor alam semata. Tapi karena kebijakan yang tidak berpihak pada lingkungan. Alam hanya mencari keseimbangannya saja,” paparnya.

Proyek lain yang ditengarai merusak lingkungan adalah pembangunan terminal LNG di Intaran, Sanur, yang diduga akan menerabas hutan mangrove dalam jumlah yang tak sedikit. Untuk itu pihaknya getol menyuarakan penolakan proyek yang merusak lingkungan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Geger Video Hoax Turis Asing Sakit Mata usai Melukat di Tirta Empul, Ini Nasib Pengunggahnya

Geger Video Hoax Turis Asing Sakit Mata usai Melukat di Tirta Empul, Ini Nasib Pengunggahnya

| Sabtu, 19 November 2022 | 17:25 WIB

Dituding Aksi Mahasiswa Papua Tidak Bermartabat, AMP Bali: Silakan Lihat Videonya!

Dituding Aksi Mahasiswa Papua Tidak Bermartabat, AMP Bali: Silakan Lihat Videonya!

| Sabtu, 19 November 2022 | 16:52 WIB

Pembersihan Rumah Baru 'Melaspas" Mahalini Dihadiri Rizky Febian

Pembersihan Rumah Baru 'Melaspas" Mahalini Dihadiri Rizky Febian

| Sabtu, 19 November 2022 | 12:25 WIB

Terkini

Malang Dikepung Air: 15 Titik di 5 Kecamatan Terendam Banjir Setelah Hujan Deras

Malang Dikepung Air: 15 Titik di 5 Kecamatan Terendam Banjir Setelah Hujan Deras

Malang | Rabu, 29 April 2026 | 07:25 WIB

Jangan Panik Sinyal Hilang di Tanah Suci, Ini 4 Lokasi Posko Layanan Telkomsel di Makkah dan Madinah

Jangan Panik Sinyal Hilang di Tanah Suci, Ini 4 Lokasi Posko Layanan Telkomsel di Makkah dan Madinah

Jawa Tengah | Rabu, 29 April 2026 | 07:19 WIB

Harga Minyakita Tembus Rp20 Ribu, Pemkot Pekanbaru Panggil Distributor

Harga Minyakita Tembus Rp20 Ribu, Pemkot Pekanbaru Panggil Distributor

Riau | Rabu, 29 April 2026 | 07:18 WIB

Luis Enrique: PSG vs Bayern Laga Terbaik Saya Sebagai Pelatih!

Luis Enrique: PSG vs Bayern Laga Terbaik Saya Sebagai Pelatih!

Bola | Rabu, 29 April 2026 | 07:18 WIB

4 Shio Diprediksi Kurang Beruntung 29 April 2026, Tikus hingga Kerbau Perlu Jaga Emosi dan Dompet!

4 Shio Diprediksi Kurang Beruntung 29 April 2026, Tikus hingga Kerbau Perlu Jaga Emosi dan Dompet!

Lifestyle | Rabu, 29 April 2026 | 07:16 WIB

Dari Kursi Kekuasaan ke Sel Way Hui: Jejak Arinal Djunaidi di Pusaran Korupsi Dana Migas

Dari Kursi Kekuasaan ke Sel Way Hui: Jejak Arinal Djunaidi di Pusaran Korupsi Dana Migas

Lampung | Rabu, 29 April 2026 | 07:15 WIB

Pasar Modal Fluktuatif, Ini Alasan BBRI Jadi Rekomendasi Saham saat Krisis

Pasar Modal Fluktuatif, Ini Alasan BBRI Jadi Rekomendasi Saham saat Krisis

Bisnis | Rabu, 29 April 2026 | 07:15 WIB

Black Clover Masuki Arc Akhir Setelah 11 Tahun, Duel Asta dan Yuno Dimulai

Black Clover Masuki Arc Akhir Setelah 11 Tahun, Duel Asta dan Yuno Dimulai

Your Say | Rabu, 29 April 2026 | 07:15 WIB

Anggaran Renovasi Griya Agung Rp5,25 Miliar Jadi Sorotan, Herman Deru Buka Suara

Anggaran Renovasi Griya Agung Rp5,25 Miliar Jadi Sorotan, Herman Deru Buka Suara

Sumsel | Rabu, 29 April 2026 | 07:15 WIB

4 TNI Terdakwa Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Jalani Sidang Perdana, Intip Ancaman Hukumannya

4 TNI Terdakwa Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Jalani Sidang Perdana, Intip Ancaman Hukumannya

News | Rabu, 29 April 2026 | 07:12 WIB