Suara Denpasar - Dedi Mulyadi, anggota DPR RI yang digugat cerai oleh istrinya, Anne Ratne Mustika, geram bukan main.
Rasa kesalnya itu ditujukan pada oknum guru ngaji dari Ambu Anne -sapaan akrab Anne Ratna Mustika- yang disebutnya memberi air doa pemisah cinta.
Kang Dedi sendiri menilai bahwa seharusnya guru ngaji tugasnya mendamaikan, bukan malah memperkeruh suasana di internal keluarga muridnya.
Kang Dedi dan Ambu Anne kini sedang dalam tahap mediasi persidangan perceraian di Pengadilan Agama Kabupaten Purwakarta.
Anne Ratna Mustika adalah penerus Dedi Mulyadi di kursi Bupati Purwakarta periode 2018-2023.
Wanita berusia 40 tahun ini menerima tampuk 'warisan' kepemimpinan Dedi Mulyadi yang telah menjabat sebelumnya selama 2 periode.
Setelah Dedi Mulyadi tidak bisa lagi menjabat sebagai Bupati, Ambu Anne mencalonkan diri dan berhasil meraih suara terbanyak.
Empat tahun pasca menjadikan Bupati Purwakarta, Ambu Anne menggugat cerai suaminya itu.
"Yang jelas, selama saya menjadi Bupati tidak pernah saya menggugat cerai. Setelah saya tidak lagi jadi Bupati, saya digugat cerai," kata Dedi Mulyadi usai mediasi di Pengadilan Agama Purwakarta beberapa waktu lalu dikutip dari YouTube Intens Investasi, Sabtu (3/12/2022).
Saat situasi internal keluarganya tak kondusif, Kang Dedi dibuat geram dengan tindakan oknum guru ngaji dari Ambu Anne.
Terlebih ketika ikut umrah bersama Ambu Anne tanpa izin darinya yang masih berstatus suami sah.
"Kalau saya sih merasa diri saya awam ya. Ambu kan baru selesai umrah, pergi umrah bersama keluarga dan anak saya Yudistira," kata Kang Dedi dikutip dari Instagram @insta_julid, Sabtu (3/12/2022).
Ia menyayangkan keputusan Ambu Anne yang berangkat umrah tanpa meminta restu dari suaminya.
"Pertanyaannya adalah boleh gak sih orang pergi umrah tapi ke suaminya gak izin menurut syariat Islam? Silahkan guru ngaji yang jawab," tutur legislator dari Partai Golkar ini.
Menurutnya, guru ngaji seharusnya mendamaikan bukan malah menghukum seseorang jika muridnya sedang punya masalah.