Suara Denpasar – Warga Purwakarta ini bantah Dedi Mulyadi telah musyrikkan masyarakat melalui penyembahan patung.
Terpublikasinya kasus perceraian antara bupati dan mantan bupati Purwakarta, menyeret isu lain di kabupaten yang mereka pimpin.
Salah satu isu menyatakan bahwa mantan Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi, dituduh telah memusyrikkan masyarakat.
Tapi kabar itu dibantah banyak warga, salah satunya warga kampung Cilingga, Purwakarta, yang telah mengenal Dedi Mulyadi cukup lama.
Walaupun tidak mengenalnya secara personal, si ibu yang tengah bercerita santai itu mengaku mengamati tindak tanduk Dedi Mulyadi.
Menurutnya, apa yang dilakukan Dedi Mulyadi merupakan aplikasi dari ajaran Islam yang rahmatan lil alamin, tidak pandang bulu.
Karena Dedi Mulyadi tidak hanya menolong satu golongan agama saja, tapi semua warganya yang dirasa betul-betul membutuhkan.
Menjadi pejabat publik, ibu yang ceritanya direkam kamera tersembunyi menerangkan bahwa jabatan Dedi Mulyadi didapatkannya tanpa sogokan.
Terlebih hingga meminta warga untuk melakukan perbuatan musyrik, seperti menyembah patung sebagaimana kabar yang banyak beredar.
Baca Juga: Pasal Kumpul Kebo KUHP Banyak Dikritik, Menparekraf Jamin Kenyamanan Wisatawan Mancanegara
“Sabaraha taun jadi bupati, wakil bupati, ayeuna jadi DPR eweuh nu disogok sugan ku pak Dedi,” ungkapnya.
Diterjemahkan, berapa tahun jadi bupati, wakil bupati, sekarang DPR gak ada tuh yang disogok oleh pak Dedi.
“Lima juta bae supaya nyembah kana patung anu ngamusrikeun,” ungkapnya lagi dalam bahasa Sunda yang sangat fasih.
Diterjemahkan, lima juta aja supaya menyembah patung yang (kami semua tahu -red) akan menjadikan kami musyrik.
Ditanya tentang alasan Dedi Mulyadi melakukan aksi sosialnya, warga setengah baya itu mengatakan bahwa mantan pemimpinnya itu tulus.
Karena Dedi Mulyadi kerap kali menitikkan air mata saat melakukan aksinya, yang menurutnya sulit jika tidak adanya ketulusan dari hati.