Suara Denpasar – Bali boleh memiliki klub Bali United yang menjadi juara Liga 1 dalam dua musim berturut-turut. Namun, soal sumbangsihnya bagi Timnas, khususnya Timnas U-20, Bali United masih minim.
Terbukti dari 30 nama pemain muda yang mengikuti pemusatan latihan (TC/ training center) Timnas U-20 Indonesia, tak ada satu pun nama pemain asal Bali, atau dari Bali United.
Dari 30 nama yang dipanggil Shin Tae yong, dikuasai pemain dari Persija Jakarta dengan 9 pemain, Persis Solo (5), Persib Bandung (3), Persebaya Surabaya (2), PSM Makassar (2), Borneo FC (2), Bhayangkara FC (2), dan masing-masing 1 pemain dari Arema FC, Persik Kediri dan PSIS Semarang, PSS Sleman, Madura United FC.
Daftar nama 30 pemain yang dipanggil Shin Tae yong sebagai berikut:
Persija Jakarta (9): Achmad Maulana Syarif, Alfriyanto Nico Saputro, Cahya Supriadi, Doni Tri Pamungkas, Frengky Deaner Missa, Ginanjar Wahyu Ramadhani, Muhammad Ferarri, Resa Aditya Nugraha, dan Barnabas Sobor.
Persis Solo (5): Arkhan Kaka Putra Purwanto, Erlangga Setyo Dwi Saputra, Hugo Samir, Marcell Januar Putra, dan Zanadin Faris.
Persib Bandung (3): Ferdiansyah, Kakang Rudianto, dan Robi Darwis
Bhayangkara FC (2): Dimas Juliano Pamungkas, Frezy Al Hudaifi
Borneo FC (2): Daffa Fasya Sukawijaya, Rabbani Tasnim Siddiq
Persebaya Surabaya (2): Marselino Ferdinan, Aditya Arya Nugraha
PSM Makassar (2): Muhammad Dzaky Asraf Huwaidi, Sulthan Zaky Pramana Putra Razaq.
Persik Kediri (1): Ahmad Raia Irvanza Arditian
PSIS Semarang (1): Brandon Marsel Scheunemann
Madura United (1): Ronaldo Joybera R. Junior Kwateh
Arema FC (1): Arkhan Fikri
PSS Sleman (1): Hokky Caraka Bintang Brilliant
Padahal, dalam TC untuk Kualifikasi Piala Asia U-20, Bali masih menyumbang 1 pemain. Yakni Kadek Arel Priyatna, walau akhirnya dia tidak dibawa dalam skuad kualifikasi pada September 2022 lalu.
Sedangkan praktis dalam TC untuk persiapan Piala Asia U-20 yang berlangsung 1-28 Februari 2023 tidak ada nama pemain dari Bali. Belum diketahui apakah dalam Piala Dunia U-20 pemain dari Bali juga luput.
Dalam skuad Bali United sebetulnya ada beberapa pemain muda di bawah usia 20 tahun. Yakni Komang Aryantara (kiper), Made Tito (gelandang bertahan), dan Kadek Arel Priyatna (bek tengah).
Sayang, jam terbang pemain muda di Bali United sangat minim. Bahkan dalam Liga 1 2022/2023 ini tidak pernah mendapat menit bermain.
Hal ini pun sering menjadi poin protes suporter Bali United. Mereka pun memberi julukan Bali United dengan Lingsir FC atau Tua Bangka FC, mengingat pemain Bali United kebanyakan sudah tua.
“Sedih juga lihat slide pertama pura-pura bahagia padahal sedih jarang mainin bahkan ada yang ga pernah padahal putra daerah,” tulis @alegelsmann saat mengomentari postingan di instagram @baliunitedfc
“Dicari pelatih yang berani memberikan kesempatan dan bisa mengorbitkan pemain muda untuk menjadi pemain hebat,” ujar @guya_13
“Slide pertama ketawa di muka, tapi di hati sakit ga pernah dimainkan,” kata @dekanggaaaa__
“Pemain muda hanya dijadikan pajangan iklan, tidak pernah dimainkan, TECO out,” kata @ambharagymbali
Pelatih Bali United, Stefano Cugura Teco sebelumnya juga pernah mengungkapkan dia menjadi pelatih untuk meraih juara, bukan mencetak pemain. Pragmatis, memang.
Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan alias Iwan Bule berharap, Timnas U-20 bisa merain prestasi terbaik. Kata dia, turnamen Piala Asia U-20 juga menjadi tolak ukur persiapan Garuda Nusantara menghadapi Piala Dunia U-20 mendatang.
"Kami berharap kepada pemain selama mengikuti pemusatan latihan dan turnamen Piala AFC U-20 2023 mampu memberikan kemampuan yang maksimal, kerja keras, fokus, dan disiplin," kata Iwan Bule di laman pssi.org.
Direktur Teknis PSSI, Indra Sjafri menyatakan, dalam pemusatan latihan, sudah disiapkan sejumlah laga uji coba untuk Timnas U-20. (*)